Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Alex Gila?


Malam berganti pagi, cahaya rembulan telah berganti dengan cahaya mentari. Teduh nya malam telah berubah menjadi hangat nya pagi.


Cahaya mentari yang kuning keemasan masuk ke dalam celah-celah jendela kamar membuat seorang gadis cantik menggeliat pelan.


Perlahan pemilik bulu mata lentik itu terbuka. Elliza kembali di buat terkejut saat melihat wajah Alex yang berjarak dekat dengannya.


Elliza teringat pagi kemarin dia juga bangun pagi di ranjang yang yang sama dengan Alex.


Gadis cantik itu segera melihat ke arah tubuhnya. Elliza bernafas lega saat melihat seragam pembantu masih melekat pada tubuhnya.


"Bagaimana bisa aku tidur di sini?" gumam Elliza bertanya-tanya dalam hati.


Gadis cantik itu menelisik ke seluruh ruangan dan ternyata ini bukanlah kamar Alex maupun kamarnya.


Elliza ingin bangkit, namun, Alex lebih dulu mengeratkan pelukannya sehingga wajah Elliza berdekatan dengan wajah Alex.


Bahkan, hidung mereka bersentuhan. Jantung Elliza kembali di buat gugup melihat wajah tampan Alex.


Bayangan dirinya berciuman dengan Alex tadi malam melintas begitu saja. Berputar layaknya film romantis di kepala Elliza.


"Tuan Alex sangat tampan bila tidur dan diam seperti ini," puji Elliza pelan seraya memberanikan dirinya menyentuh kening, hidung dan bibir Alex.


Hap.


"Aw." Elliza terkejut saat jarinya di gigit oleh Alex.


Tiba-tiba Alex membuka matanya perlahan, pria tampan itu tersenyum hangat melihat Elliza yang juga menatap ke arahnya.


"Terus kalau aku bangun aku tidak tampan begitu?" tanya Alex dengan suara yang serak khas bangun tidur.


Pria tampan itu mengecup jadi telunjuk yang terdapat bekas gigitannya di situ. 


Degg.


Ah … rasanya dunia Elliza berhenti. Suara pria tampan itu terdengar sangat seksi. Terlebih lagi wajah bantal Alex yang sangat tampan.


Rambut acak-acakan, wajah bantal dan suara yang serak. Sontak saja Elliza teringat akan sosok tokoh utama pria dalam sebuah film romantis yang di tonton nya.


Yaitu film vampir yang di mana sosok pria yang sangatlah tampan. Persis seperti Alex saat ini dan yang paling parah adalah Elliza membayangkan dirinya menjadi tokoh wanita nya.


"Kenapa malah bengong? Aku tidak tampan kalau aku bangun! Kalau begitu aku tidur lagi saja." Alex kembali memejamkan matanya seraya mengeratkan pelukannya membuat Elliza terbelalak.


"Eh … tidak!"


"Tidak … Tuan tampan! Sangat tampan … benar-benar tampan dan selalu tampan! Juga paling tampan dari semua pria tampan yang pernah aku temui!" jawab Elliza cepat membuat Alex tertawa lepas.


Pria tampan itu merasa geli mendengar Elliza memuji dirinya. Terlebih lagi saat melihat ekspresi panik Elliza dan mendengar Elliza memujinya dalam satu tarikan nafas.


"Ha ha ha … aduh perut ku sakit! Ha ha … Elliz kau sangat lucu!" Alex tertawa lepas memegang perutnya.


Untuk pertama kalinya Elliza melihat Alex tertawa lepas. Tidak dapat di pungkiri bahwa aura dingin Alex kini telah berubah menghangat.


Pria tampan itu semakin tampan, seolah dalam video slow motion. Elliza melihat Alex yang terus tertawa seraya menatap dirinya.


Mata Alex menyipit, bibirnya melengkung berbentuk senyuman manis menunjukkan deretan giginya yang putih berjejer rapi.


Di tambah selimut yang menutupi tubuh mereka berdua melorot ke bawah menampilkan tubuh atletis Alex.


Ah … Elliza merasa mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bercanda ria di pagi hari setelah melewati malam yang panas seperti di film romantis yang pernah Elliza tonton.


"Saya berbicara jujur, Tuan! Anda benar-benar tampan apalagi kalau tertawa lepas seperti sekarang," puji Elliza tanpa sadar menatap lekat wajah tampan Alex.


Alex yang mendengarnya pun menghentikan tawanya. Pria tampan itu menatap ke arah Elliza yang juga menatap ke arahnya.


Kali ini tatapan Elliza berbeda. Sorot matanya menatap dalam wajah tampan Alex.


Kali ini bukan Elliza yang merona malu. Tetapi, Alex. Pria tampan itu merasa malu dan berdebar-debar di tatap Elliza.


Pria tampan itu berubah menjadi salah tingkah. Matanya berkedip-kedip lucu, dia merasa gugup.


Siall … perasaan apa ini? Kenapa rasanya sangat aneh tapi menyenangkan? Apa aku terkena virus gila? Aku gila? Tidak mungkin! Mana mungkin ada orang gila yang tampan dan kaya seperti ku! Ini mustahil! batin Alex mengumpat dirinya sendiri.


*


*


*


Wkwkwkwk … babang Alex udah timbul benih-benih cinta nih ye 😂🥰🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏