
Seorang pria tampan berjalan sempoyongan memasuki rumahnya. Pria tampan itu tertawa cengengesan seraya meracau tak jelas membuat seorang gadis cantik yang sedang berada di dapur pun segera menghampiri nya.
"Tuan … kenapa jalan nya seperti orang yang habis makan ganja sih?" Meimei berlari menghampiri Max yang hampir terjatuh karena tak dapat menahan berat badan nya.
"Eh … Meimei! He he … wajahmu kok ada lima, Meimei!" Max meracau tak jelas membuat gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya.
"Wajah saya cuma satu, Tuan. Bukan lima!" Meimei dengan susah payah membawa Max masuk ke dalam kamar.
Saat tiba di dalam kamar, Meimei merebahkan tubuh Max dengan hati-hati atas ranjang.
"Huff … ternyata Tuan lebih berat daripada papa!" gumam Meimei pelan.
Gadis cantik itu ingin keluar dari kamar, namun, Max lebih dulu mencekal tangan Meimei menarik gadis cantik itu, hingga terjatuh atas tubuhnya.
"Tuan …"
"Jangan pergi! Temani aku tidur …"
Meimei terdiam saat Max memeluk erat tubuh nya seperti guling. Gadis cantik itu menatap wajah tampan Max yang berjarak sangat dekat dengannya.
"Tuan, benar-benar tampan," gumam Meimei terpana melihat ketampanan Max.
Untuk pertama kalinya Meimei melihat pria setampan Max.
"Sakit … aku sakit, Ma." Max bergumam pelan dengan air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Pria tampan itu menangis dalam keadaan terpejam, membuat Meimei merasa khawatir. Gadis cantik itu langsung menghapus air mata Max.
"Tuan … jangan sedih lagi! Ada saya di sini yang akan menemani Tuan!"
Gadis itu merasa tak suka melihat Max menangis. Dia merasa iba, Max yang saat ini sangatlah berbeda dengan Max tadi pagi.
Meimei menepuk lembut punggung kekar Max. Saat di rasa Max telah terlelap barulah Meimei perlahan melepaskan diri dari pelukan Max.
"Huff … Tuan pasti tidak akan nyaman kalau tidur dengan pakaiannya itu! Pasti rasanya sangat gerah, aku harus menggantikan pakaian Tuan!"
Meimei bangkit berdiri, gadis cantik itu membuka pakaian Max tanpa malu-malu kucing. Dengan telaten Meimei membuka celana Max.
"Kenapa kembung ya?" tanya Meimei pada diri sendiri ketika melihat tonjolan di balik celana Max.
Merasa penasaran, Meimei menarik celana d*lam Max guna mengintip. Gadis cantik itu langsung menutup kembali celana Max.
Wajahnya merona malu, hingga ke tulang.
"Ya ampun … apa itu tadi? Kenapa bentuknya seperti pisang … eh tidak, lebih cocok terong … tapi, mentimun juga mirip!" gumam gadis cantik itu pada dirinya sendiri.
Entah apa yang akan di lakukan oleh Max bila mengetahui Meimei telah berani mengintip keperkasaan nya.
Mungkin bila Max mendengar Meimei menyebut keperkasaan nya itu dengan pisang, terong dan mentimun pasti akan merasa kesal dan malu.
Setelah selesai mengganti pakaian Max dengan susah payah karena tubuh Meimei sangatlah kecil. Gadis cantik itu ikut merebahkan tubuhnya di samping Max.
Lalu dengan santainya Meimei memeluk Max seperti bantal guling.
"Jangan takut, Tuan. Mulai saat ini saya akan menemani Tuan tidur biar Tuan tidak mengigau lagi!" ujar Meimei pelan lalu ikut memejamkan matanya.
Gadis cantik itu tak ingin beranjak dari kamar Max karena mendengar perintah Max yang menyuruhnya untuk tak pergi.
Meimei tak sadar bahwa dirinya memakai pakaian tidur sangat seksi. Dia tak berpikir panjang tentang malapetaka apa yang akan menimpa nya bila Max sadar di hari esok.
Gadis itu tak tahu bahwa pria yang di peluknya itu merupakan predator tanah subur para wanita.
*
*
*
Wkwkwkwk … si Meimei gak sadar dia itu🤣🤣
Maaf kemarin up 1 bab karena author ikut ngabuburit bareng mantan bos❤️🙏
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir Juga ke novel temen author 🥰