
Tubuh Sissy bergetar hebat di iringi suara lenguhan panjang keluar dari bibirnya. Wanita itu tak dapat menahan dirinya untuk mengeluarkan suara mendayu-dayu karena ulah Damian.
Pria itu sangat pandai menggoda dan merayunya di bawah sana menggunakan lidahnya. Berulang kali Sissy memohon pada Damian agar segera menghentikan permainan gila pria itu.
Namun, jangankan berhenti, bergeming pun tak ia lakukan. Damian masih saja dengan aksi nakalnya membuat Sissy sedari tadi tak berhenti meracau tak jelas.
Dia masih ingin menghukum Sissy agar wanita itu patuh pada perintah nya. Sekaligus dia ingin menunjukkan pada Sissy kehebatannya dalam membuat wanita itu bertekuk lutut di hadapannya.
"Damian, berhenti … aku lelah!" Sissy menekan kepala Damian agar semakin dalam.
Lisan dan tubuhnya berbanding terbalik. Wanita itu menolak Damian, namun, tubuhnya menerima segala perlakuan nakal pria itu.
"Ahhhh …"
Lagi dan lagi Sissy mencapai puncak seorang diri. Karena ulah Damian, pria itu tersenyum dingin.
"Ini baru awalnya, Baby! Nanti setelah menikah kamu yang harus membuat aku menjerit seperti yang kamu lakukan tadi!"
Damian mengecup bibir Sissy pelan. Wanita itu mencengkram erat seprei meluapkan rasa sesak di dadanya. Dia benar-benar menyesal Kate telah mengusik seorang Damian.
Andai saja dia tak melakukan hal bodoh itu, pastilah saat ini Sissy sedang menyantap sarapan pagi bersama orang tuanya.
"Bersihkan tubuh mu! Kita akan ke kantor sipil untuk mencatat pernikahan kita di sana!" titah Damian dingin bangkit duduk mengambil rokok lalu memantik api dan menyesap rokoknya.
"Aku harus meminta izin pada orang tua ku dulu," cicit Sissy pelan.
"Tidak perlu! Kita menikah tanpa adanya tamu dan acara. Hanya ada pekerja di kantor sipil yang menjadi saksi pernikahan kita!" balas Damian seraya menyembur asap ke wajah Sissy.
Sungguh saat ini Sissy ingin menjerit dan menampar Damian. Pria itu benar-benar membuat harga dirinya hancur berkeping-keping.
Dia menatap dalam wajah tampan Damian dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Apa setelah itu mu bangun lagi kamu akan melepaskan ku?" tanya Sissy hati-hati.
"Tentu saja, untuk apa aku menampung wanita seperti mu dalam hidupku!" Damian berkata sarkas membuat perasaan Sissy semakin sakit.
Wanita itu segera bangkit dari ranjang menggunakan selimut menutupi tubuh mungilnya. Sissy masuk ke dalam kamar mandi.
Damian menghela nafas berat, pria itu menatap ke arah harta Karun nya yang masih saja mengkerut, loyo seperti kulit pisang.
*
*
Damian mencium rakus bibir mungil Sissy, pria itu menahan tengkuk wanita itu lalu mendekap erat pinggang Sissy.
Sissy terpaksa mengalungkan kedua tangannya pada leher Damian lalu berjinjit untuk mengimbangi ciuman tersebut.
Damian melepaskan ciuman panas itu lalu segera mengusap pipi Sissy.
"Akhirnya kamu jadi Istriku, mulai saat ini ke manapun aku pergi kamu harus ikut dan kamu harus mengikuti kelas bersama dengan dokter pribadi ku!" ujar Damian pelan seraya membelai bibir basah Sissy.
Sejenak wanita itu terlena akan sentuhan lembut Damian, begitu juga tatapan pria itu tampak teduh.
Damian benar-benar menepati perkataan nya. Dia segera menikahi Sissy hari itu juga tanpa memberitahukan orang tuanya maupun orang tua Sissy.
Wanita itu mengernyitkan dahinya merasa heran dan bingung dengan maksud perkataan Damian.
"Ikut kelas apa?" tanya Sissy pelan nyaris berbisik karena jarak wajahnya dengan wajah Damian begitu dekat.
"Kamu harus belajar melakukan terapi menyembuhkan impoten. Dengarkan dan perhatikan setiap ajaran dokter pribadi ku lalu praktekkan semua itu pada harta Karun ku! Semakin cepat sembuh maka akan semakin cepat aku menendang mu dari hidupku!" bisik Damian tepat di telinga Sissy.
Degg.
Andai saja tidak ada foto dan video ku padanya, sudah aku pastikan harta Karun nya bukan mati suri saja, tapi mati beneran batin Sissy murka.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh