Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Siapa gadis itu, Al?


Gadis lumpur itu segera berlari menceburkan dirinya ke dalam kolam untuk menolong ayah Alex yang tenggelam.


Air kolam yang mulanya sangat jernih kini berubah menjadi keruh karena lumpur yang melekat pada tubuh gadis itu luntur terkena air.


Gadis tersebut membawa tubuh lemah ayah Alex ke tepi kolam. Alex yang tersadar segera berlari menghampiri sang ayah yang sudah tak sadarkan diri.


"Papa, bangun, Pa!" Alex menepuk lembut pipi sang ayah.


Berulang kali Alex melakukan CPR pada sang ayah. Menekan dada dan memberikan nafas buatan tanpa ada rasa jijik.


Namun, sang ayah tak kunjung bangun sehingga membuat Alex bergetar ketakutan.


Pria tampan itu tampak sangat ketakutan bila sesuatu yang buruk terjadi pada sang ayah.


Alex tak akan mengampuni dirinya sendiri bila sang ayah terluka. Karena dirinya sang ayah jatuh ke dalam kolam.


"Tuan, panggilkan dokter!" teriak gadis itu membuat Alex tersadar.


Tanpa menoleh ke arah gadis itu, Alex segera mengangkat tubuh sang ayah ala bridal style.


Pria tampan itu berlari masuk ke dalam rumahnya seraya berteriak meminta bantuan.


"Panggilkan dokter sekarang juga!" titah Alex dengan suara meninggi membuat para pelayan berlari kocar-kacir ingin segera menghubungi dokter.


Bahkan, mereka tak melihat seorang gadis berlari mengikuti Alex dari belakang menuju kamar tamu.


Alex merebahkan tubuh sang ayah di atas ranjang. Dengan segera dia membuka seluruh pakaian sang ayah lalu mengganti nya dengan pakaian baru.


Semua itu tak lepas dari pengawasan gadis tersebut, sesekali dia membuang wajahnya ke samping karena tak ingin melihat tubuh polos ayah Alex.


Dia benar-benar anak yang berbakti pada orang tuanya batin gadis itu kagum.


Alex menggosok punggung tangan sang ayah berusaha menghangatkan tubuh ayahnya yang dingin.


"Pa, bangun, Pa! Aku minta maaf karena telah lalai menjaga, Papa. Aku janji kalau papa bangun aku akan lembur dua Minggu agar bisa bermain dengan papa setiap harinya! Ayolah, Pa. Bangun … buka mata papa!"


"Jangan tinggalkan aku … aku hanya punya papa!" Alex terisak seraya terus mengecup punggung tangan sang ayah.


Tes.


Gadis itu menjatuhkan butiran kristal nya di kala melihat ketulusan Alex. Gadis itu merasa terenyuh mendengar kata-kata Alex.


Di saat anak-anak lain mengharapkan kematian orang tuanya yang sakit-sakitan, dia malah mengharapkan ayahnya panjang umur … dia benar-benar laki-laki hebat, baru kali ini aku bertemu dengan laki-laki seperti dia batin gadis itu terharu.


Dia segera mengusap air matanya yang mengalir deras. Gadis itu tak memperdulikan tubuhnya yang kedinginan karena basah kuyup.


Dia takut kalau dirinya di usir oleh Alex karena telah membebaninya.


Tak berselang lama, seorang dokter pria paruh baya berlari masuk ke dalam kamar dengan nafas tersengal-sengal.


Pria paruh baya itu menenteng tas hitam di tangannya.


"Paman … tolong, Papa!" pinta Alex penuh harap dengan bola mata yang sudah memerah.


"Kenapa bisa seperti ini sih, Al?" Pria paruh baya itu segera memeriksa keadaan kakak nya itu.


Alex bergeming melihat sang ayah di periksa. Hatinya di penuhi kekalutan, dirinya merasa resah karena takut bila sang ayah terluka parah.


Terdengar helaan nafas lega dari dokter paruh baya itu setelah melakukan pengecekan.


"Syukurlah, papa mu baik-baik saja. Tidak ada air yang tertelan dan nadi nya baik-baik saja! Begitu juga dengan jantung nya yang berdetak normal! Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Semuanya baik-baik saja karena papa mu cepat tertolong!"


Dokter tersebut menjelaskan panjang lebar membuat Alex mengusap wajahnya. Pria tampan itu sangat bersyukur mendengar nya.


"Tapi, kenapa ayah belum juga bangun dari pingsannya, Paman?" tanya Alex khawatir.


"Bukan pingsan, tapi, papa mu itu tidur!" jawab dokter tersebut terkekeh kecil membuat Alex berdecak kesal.


"Papa selalu begitu, bikin aku panik saja!" Alex menggerutu membuat dokter tersebut terkekeh geli.


Namun, pandangan dokter tersebut tertuju pada sosok gadis berpakaian seksi dan basah kuyup berdiri di belakang Alex.


"Siapa gadis cantik di belakang mu, Al?" tanya pria paruh baya itu mengernyitkan dahinya.


Mendengar pertanyaan dari sang paman, Alex segera membalikkan tubuhnya guna melihat siapa yang di maksud oleh pamannya.


Degg.


*


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰