Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Kekhawatiran Juliet


“Stopp … berhenti menggoda nya, Bandot. Namanya itu Elliza bukan Mentari atau Bulan. Enak aja kalian main ubah nama orang begitu saja. Orang tuanya memberikan Namanya sesuai dengan harapan mereka.”


“Lagian Bulan dan Mentari itu bukan nama manusia.” Alex menambahkan dengan suara beratnya, pria tampan itu berusaha menahan amarahnya agar tak meluap saat itu juga. Adam dan Abraham Ia turunkan terlebih dahulu.


Setelahnya Alex segera mendekati Elliza, pria tampan itu ingin merangkul pinggang Elliza. Namun, terhalang oleh Damian dan Alex yang sekarang berdiri di depan Alex.


“Minggir kalian, Pak Tua!” ujar Alex dengan nada yang amat dingin membuat Damian dan Max menautkan alisnya sebelah. Mereka menatap Alex dari atas sampai bawah. Seolah ingin menelisik penampilan Alex yang pada malam ini berbeda.


Ya, mau tak mau mereka jujur dalam hati bahwa Alex terlihat sangat muda dengan rambutnya. Akan tetapi, pujian itu hanya sampai di hati mereka.


“Siapa yang kau panggil tua? Hey, Dam. Apa kau merasa tua?” tanya Max pada Damian membuat si bungsu Damian berdecih.


“Apa kau tidak slah bertanya padauk, Max. akulah yang paling tampan dan muda di angtara kalian. Aku tidak merasa tua karena umur ku baru 29 tahun!” jawab Damian penuh percaya diri sengaja menekan angka 29.


“Lalu siapa yang Alex maksud? Aku tidak merasa tua karena meski umurku 32 tahun, aku merasa masih 23 tahun! Bahkan, otot-otot ku lebih kekar dari pada anak muda jaman sekarang!” celetuk Max seraya melonggarkan dasinya.


Pria tampan itu membuka beberapa kancing kemeja nya, sehingga tampak dada bidang Max yang terlihat sangat kencang. Max sengaja melakukan hal tersebut agar membuat Elliza terpana dan tentu saja Maax berhasil.


Elliza yang polos malah terus menatap dada bidang Max membuat Alex yang melihatnya tak dapat menahan api cemburu dalam hatinya lagi. Pria tampan itu mendorong Max dan Damian ke belakang.


Namun, kedua pria tampan itu bersikukuh ingin menghalangi Alex membuat Alex merasa kesal. Dia tak menyangka rencananya akan gagal. Niat hati ingin membuat Max dan Damian kepanasan malah menjadi dirinya yang panas.


Ahh … kalau tahu begini Alex akan menyuruh Elliza duduk manis di dalam mobil saja!


“Kalian ini kenapa menghalangi ku ingin mendekati Elliza, huh? Aku yang membawanya ke sini dan aku juga yang lebih berhak atas nya!” sentak Alex seraya berdecak pinggang. Dia memelototi kedua sahabatnya itu.


Alex terkejut saat Max dan Damian malah memelototi balik dirinya. What the hell? Apa yang terjadi? Kenapa kedua bandot tua itu lebih galak dari pada Alex? Benar-benar aneh!


“Emang kamu siapanya Elliza? Pacarnya? Suaminya?” tanya Max menantang Alex membuat pria tampan itu ingin menjawab pacar. Namun, terpaksa ia urungkan di kala mendengar suara merdu Elliza.


“Bukan, Tuan. Saya hanya pelayan di rumah Tuan Alex. Mana mungkin gadis desa seperti saya menjadi pacarnya Tuan Alex!” jawab elliza polos membuat Alex mengumpat kesal dalam hati. Pria tampan itu mengutuki kepolosan Elliza.


Damian dan Max yang mendengarnya pun tersenyum lebar. Mereka berdua saling pandang seolah berbicara dengan bahsa isyarat membuat Alex merasa was-was.


Mangsa baru ini … masih segar dan aku yakin masih sempit


juga!


nafas Alex naik turun. Dia adalah bastard jadi dia sangat tahu apa isi pikiran


dua sahabatnya itu yang pastinya tertuju pada s*langk*ngan Elliza.


Dia sangat takut bila Elliza jatuh ke dalam pesona dua shabatnya itu karena Damian yang paling muda dan Max si pria romantis dengan segala kata-kata manisnya. Max paling bahaya karena pria itu mampu membuat para wanita bertekuk lutut di depannya hanya dengan kata-kata nya.


Setelah mendapatkan apa yang Max mau maka dia akan mencampakkan wanita itu dengan santai. Tak peduli wanita itu gila atau mati bunuh diri akibat depresi karena di campakkan nya.


Siall … hati Alex panas membayangkannya. Dia ingin menarik tangan Elliza, namun, suara merdu Juliet membuat dia terpaksa mengurungkannya.


“Sudah-sudah … jangan berdebat lagi. Ini sudah waktunya makan malam! Ayo kita makan malam Bersama. Aku sudah menyiapkan banyak makanan enak untuk kalian!” ujar Juliet yang sedari tadi hanya diam saja.


Wanita itu terkekeh geli dalam hati ketika mengingat beberapa tahun yang lalu di mana dirinya berada pada posisi Elliza. Juliet sengaja mengajak mereka makan malam karena dia juga ingin mengobrol dengan Elliza.


Juliet hanya ingin mengingatkan Elliza untuk berhati-hati dengan Alex karena takut Ellizaakan bernasib sama dengannya yaitu berakhir menjadi pemuas hasrat Diego yang kala itu hanya memanfaatkan dirinya.


Aku harus mengingatkan gadis itu agar dia tak meraskan apa yang telah aku raskan. Kasihan dia terlihat lebih polos dari ku di masa lalu batin Juliet khawatir.


*


*


*


Wkwkwk ... babang Alex kebakaran jenggot ya, Bun ...


Jangan lupa like, komentar, Vote dan beri rating 5 ya, Kak.


perbanyak komentar agar author semakin semangat up nya.


bersambung.


Salem Aneuk Nanggro Aceh