Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Kalkulator


Desy mengerucutkan bibirnya di kala melihat isi piring nya sangat sedikit. Bocah kecil itu tidak akan kenyang bila makan daging porsi anak.


Desy mencolek lengan Damian yang berada di dekatnya sedang menyantap daging barbeque hasil buatan para istri.


"Daddy," panggil Desy pelan membuat Damian menoleh ke arah putri kecilnya.


"Apa, girl?" tanya Damian pura-pura tak tahu.


"Dagingnya kurang banyak. Kasihan cacing di perut ku, Dad. Masa dagingnya cuma satu potong sedangkan cacingnya banyak!" keluh Desy dengan bibir yang mengerucut membuat semua orang merasa gemas ingin mencubit pipi bakpao milik anak Damian itu.


Terkecuali para anak-anak. Karena mereka malah ngeri melihat porsi makan Desy yang seperti orang tidak makan satu tahun.


"Emang berapa cacing di perut, Desy?" tanya Emma polos seperti ibunya Meimei.


Desy langsung meletakkan jari telunjuknya di keningnya seolah sedang berpikir keras.


"Satu, tiga, dua, dua puluh!" jawab Desy menunjukkan sepuluh jarinya membuat Damian dan Sissy menghela nafas panjang. Anaknya itu sangat malas belajar.


Sedangkan para Bastard lainnya malah tertawa gemas.


"Dasar, Stupid. Habis satu itu dua dan setelah tiga itu empat bukan dua puluh! Udah tahu gak bisa menghitung malah sok-sokan!" ejek Abraham membuat mata Desy berkaca-kaca ingin menangis.


Dia paling benci bila ada orang yang mengejeknya bodoh. 


Damian yang mendengar anaknya di ejek bodoh pun tak terima. Dia segera memangku Dedy dan menatap tajam Abraham.


"Biarin Desy tidak bisa menghitung, karena paman akan belikan Desy kalkulator agar otak kecilnya tidak capek menghitung!" sentak Damian membuat Abraham berdecih.


Pamannya itu sudah tak lagi memanjakan dan membelanya semenjak ada Desy. Selalu saja begitu, Damian akan membela anaknya bila berdebat dengan Abraham.


"Huwaaa, Daddy … belikan aku kalkulator juga seperti Desy. Aku gak mau belajar hitung menghitung, kepala ku sakit. Rasanya pengen meledak seperti balon hijau!" rengek Emma pada Max yang satu frekuensi dengan Desy.


Dia menuruti gen Meimei yang kurang setengah ons membuat Max sangat menyayangi dan memanjakan Emma agar putrinya tak merasakan kepahitan hidup seperti ibunya.


"Iya-iya, Sayang. Nanti Daddy belikan kalkulator yang paling canggih, mahal dan cantik untuk kamu. Sekarang kamu diam ya!" bujuk Max membuat Emma langsung terdiam.


Slurpp.


Emma menghirup kembali ingus nya membuat Adam, Abraham dan Aprilia merasa jijik.


"Ih … warnanya hijau! Emma jorok. Mommy aku gak mau berteman dengan Emma!" Aprilia mengadu pada Juliet membuat wanita itu merasa tak enak hati.


Ketiga anaknya sangatlah savage menuruni sikap Diego yang punya mulut pedas level bon cabe.


"Emang Emma mau berteman denganmu? Dasar anak mami. Dikit-dikit nangis!" sentak Desy membela Emma sahabat dekatnya.


Emma yang tadinya ingin menangis langsung tersenyum cerah karena di bela oleh Desy.


"He'um. Aku juga gak mau temenan sama kamu! Kamu itu robot bukan manusia!" balas Emma seraya menjulurkan lidahnya ke arah Aprillia.


"Hey, Emma. Kenapa kamu mengatakan adik ku robot, huh?" tanya Adam tak terima.


Sedangkan para orang tua hanya saling melempar senyum canggung karena anak-anak mereka tak pernah akur satu sama lain.


Persis seperti para Bastard yang tak pernah akur kecuali salah satu di antara mereka sedang di timpa masalah.


"Aprilia seperti robot di sekolah. Setiap di tanya sama Bu guru ini itu dia bisa menjawabnya. Padahal aku dan Desy udah capek mikir gak bisa jawab kalau di tanya!" jawab Emma polos membuat semua orang menepuk jidatnya.


"Hey, Emma. Bukan adikku yang robot. Tapi, kamu dan Desy aja yang lemot seperti hotspot Daddy!" ujar Adam membuat Diego yang sedang minum tersedak.


Uhuk … uhuk…


Dia menatap jengah putranya itu.


"Nak, terkadang jaringan tidak selalu 4G dan WiFi tidak selalu cepat!" ujar Diego membuat anak-anaknya paham.


*


*


*


Hihihi … tenang aja Arka Cs gak bakal hilang dan cerita anak-anaknya akan author pisah. 😁😁😁❤️❤️❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Mampir Juga ke novel temen author yang gak kalah bagusnya.