
Alex membantu Elliza berdiri, wajah gadis cantik itu memerah padam menahan malunya di depan Alex. Pria tampan itu menangkup pipi Elliza lalu menyentuh kening Elliza yang sedikit lebam.
“Apa sakit?” tanya Alex khawatir membuat Elliza menggelengkan kepalanya.
Bagi gadis cantik itu luka yang seperti ini sudah biasa karena dia pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini. Eliza dapat melihat sorot mata Alex yang terlihat sangat khawatir pada dirinya.
“Tidak sakit, Tuan. Ini cuma memar biasa, palingan di kompres dengan air dingin bakal sembuh juga!” jawa Elliza santai seraya terus menatap wajah tampan Alex yang berjarak sangat dekat dengan dirinya.
“Makanya hati-hati, ini karena kamu buru-buru, sih! Lain kali tidak usah lari seperti tadi lagi. Untung cuma pintu yangh kamu tabrak, coba kalau truk fuso, bisa mati konyol kamu!” celetuk Alex membuat Elliza mengerucutkan bibirnya.
Oh Alex apa kau tidak peka kalau Elliza tadi itu salah tingkah. Dan kabar buruknya Elliza salah tingkah karena membalas rayuan maut mu. Dasar pria tak peka.
“Iya, Tuan. Lain kali saya tidak akan lari-lari lagi!” balas Elliza pelan membuat Alex menganggukkan kepalanya. Pria tampan itu membuka pintu kamar pribadinya lalu mengajak Elliza keluar dari ruang kerjanya.
Para pelayan yang sedang bekerja pun terkejut sekaligus merasa heran melihat Alex yang sudah dua pagi berturut-turut keluar dari tempat yang sama. Kemarin Alex keluar dari kamar Elliza dan sekarang Alex keluar dari ruang kerjanya bersama dengan Elliza.
Ada apa hubungan tuan nya itu dengan Elliza si pelayan baru. Namun, tak ada yang berani bertanya dan bergosip, karena Alex paling benci mendengar para pelayan nya bergosip. Alex tak akan segan memecat siapa pun yang berani bergosip.
Itulah yang membuat Elliza merasa nyaman bekerja di rumah Alex. Entah mengapa Alex mengayunkan langkahnya mengantar E.lliza ke depan pintu kamarnya. Saat Elliza ingin masuk, Alex lebih dulu mencekal tangannya.
“Elliz,” panggil Alex membuat Elliza berbalik ke arahnya.
“Iya, Tuan.”
“Nanti malam kamu mau temani aku ke pesta ulang tahun anak teman ku?” tanya Alex serius.
Alex hanya ingin memamerkan pada ketiga sahabat Bastard nya itu yang tak lain adalah, Max, Damian dan Diego. Dia ingin para sahabatnya panas karena melihat dirinya menggandeng gadis cantik yang masih muda dan cantik seperti Elliza.
Ah … membayangkan bagaimana respon ketiga sahabatnya itu membuat Alex merasa terbang di atas awan. Namun, satu hal yang telah Alex lupakan yaitu fakta tentang sikap para sahabatnya yang sangat pandai menggoda.
Alex lupa kalau para sahabatnya itu tidak bisa melihat wanita yang bening seperti Juliet dan Elliza. Mereka sangat suka menggoda para wanita yang terlihat mahal dan susah di dekati. Entah apa yang Alex lakukan apabila Elliza di goda oleh para sahabatnya itu.
Terlebih lagi Max dan Damian masih lajang. Sepertinya pria itu benar-benar ingin mencari masalah dengan cara membawa Elliza ke pesta.
Gadis cantik itu paham betul bagaimana pergaulan para orang kaya. Mereka akan mencibir satu sama lain apabila salah satu di antara mereka memiliki aib atau kekurangan. Dia hanya tak ingin pria sebaik Alex di hina karena membawa gadis kampung sepertinya ke acara elite para orang kaya.
“Untuk apa harus malu, emang di kening kamu tertulis ‘aku gadis kampung’? Tidak, ‘kan? Jadi buat apa harus malu? Lagian kau dan aku makan pakai uang sendiri. Bukan pakai uang mereka, jadi, untuk apa peduli dengan tanggapan mereka tentang kamu berasal dari mana!”
Alex berkata santai, pria tampan itu tak pernah mempermasalahkan status sosial orang lain. Baginya semua orang sama rata. Hanya status nya yang berbeda.
“Tapi … “
“Tidak ada tapi-tapi, aku hanya bertanya kamu mau apa tidak. Tinggal jawab mau atau tidak! Apa susahnya, sih?” Pria tampan itu berkata tegas seraya menekankan perkataanya membuat Elliza menelan ludahnya kasar.
Kalau Alex sudah tegas, maka nyali Elliza akan menciut. Gadis cantik itu tak berani menolak perintah Alex karena raut wajah Alex yang berubah dingin.
“Baik, Tuan. Saya mau!” Elliza mengangguk kepalanya pasrah membuat Alex tersenyum lebar.
Salon … mana salon? Aku harus ke salon untuk mengubah penampilan ku menjadi lebih muda. Agar aku cocok bersanding dengan daun muda seperti Elliza batin Alex semangat.
Babang Alex narsis banget ya bun... wkwkwk, gak sadar umur udah 32.
bersambung.
Jangan lupa, like, komentar, vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh.