
Matahari terbit dari ufuk timur, cahayanya yang terang memasuki celah-celah jendela kamar. Burung-burung berkicau menandakan sudah saatnya anak manusia bangun untuk menjalani aktivitas mereka.
Elliza si gadis cantik itu menggeliat pelan, gadis itu merasa nyaman tidur dalam pelukan Alex. Dia semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Alex.
Elliza belum sadar bahwa yang dipeluknya itu Alex. Gadis itu mengira yang di peluknya itu guling.
Namun, paha nya tak sengaja bersentuhan dengan sesuatu yang panjang membuat Elliza mengernyitkan dahinya.
Mata gadis itu masih terpejam, Elliza menggesekkan paha nya dengan sesuatu yang panjang itu, karena merasa penasaran Elliza menyentuh nya.
"Eugh … apa ini?" gumam Elliza seraya menggenggam benda panjang itu.
Alex yang sedari tadi sudah bangun pun mengumpat kesal dalam hati. Pria tampan itu terpaksa pura-pura tidur, tadinya Alex ingin segera bangun sebelum Elliza terjaga.
Akan tetapi, Elliza semakin mengeratkan pelukannya membuat Alex terpaksa harus kembali tidur.
Sudah cukup! Alex tak tahan lagi, pria tampan itu segera membuka matanya lebar.
Dia menatap lekat Elliza yang masih terpejam. Sekuat mungkin Alex menutup rapat mulutnya agar tak mengeluarkan suara d*Sahan nya.
"Apa kau ingin menggoda ku?" tanya Alex dengan suara yang amat serak karena baru bangun tidur dan menahan hasratnya.
Degg.
Elliza terkejut mendengar suara pria di dekat telinga nya. Bukankah gadis itu sedang tertidur, lalu suara siapa itu?
Elliza membuka matanya perlahan, mata gadis itu membulat sempurna saat melihat wajah tampan Alex yang berjarak sangat dekat dengan dirinya.
"Tu-tuan! Sedang apa Anda di sini?" tanya Elliza terkejut.
"Apa kamu ingin menggoda ku?" Alex mengulangi pertanyaannya, pria tampan itu tak menjawab pertanyaan Elliza.
Elliza mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Alex. Gadis itu tidak mengerti apa maksud perkataan Alex.
"Maksud, Tuan?" tanya Elliza polos.
Alex pun menggenggam tangan Elliza yang berada di benda panjang miliknya membuat Elliza terbelalak.
"Kau membangunkan nya!" bisik Alex di telinga Elliza membuat gadis itu merinding mendengarnya.
Tunggu …
Elliza merasa ada yang janggal, mati gadis itu terbelalak ketika menyadari kulitnya bersentuhan dengan kulit Alex tanpa ada penghalang apa pun.
Elliza segera melihat tubuhnya yang berada di balik selimut.
Degg.
"Kenapa bisa seperti ini? Kenapa kita tidak pakai baju, Tuan? Kenapa kita bisa tidur satu ranjang? Apa yang telah Anda lakukan pada saya?"
Berbagai pertanyaan Elliza lontarkan pada Alex membuat pria tampan itu menatap datar dirinya.
Bola mata Elliza berkaca-kaca seperti lampu taman yang ingin pecah. Gadis itu merasa sangat takut bila apa yang dipikirkan nya benar terjadi.
"Menurut mu apa yang telah kita lakukan?" tanya Alex tersenyum penuh arti membuat Elliza mengepalkan tangannya erat.
Plak.
Tanpa di duga Elliza menampar pipi Alex membuat pria tampan itu terdiam. Nafas Elliza baik turun, gadis itu menatap tajam Alex.
"Anda benar-benar jahat, Tuan! Saya bekerja di rumah Anda agar saya terlindung dari pria hidung belang yang mengejar saya di luar sana. Tapi, ternyata Anda tidak ada bedanya dengan pria hidung belang di luar sana!"
"Anda tega mengambil apa yang seharusnya saya jaga dari dulu! Anda merampas mahkota saya! Anda benar-benar jahat, Tuan! Saya telah salah menilai Anda!"
Elliza menangis memukul dada bidang Alex berkali-kali guna meluapkan kekecewaan nya pada Alex.
Dia sudah berharap lebih pada pria itu, akan tetapi, Alex telah mengecewakan nya. Dia berpikir Alex akan berbeda dengan pria lain.
Namun, sekali pria tetaplah pria.
Alex membiarkan Eliza memukul tubuhnya. Pria tampan itu menatap lekat wajah Elliza yang memerah karena menangis.
Alex mencekal kedua tangan Elliza membuat gadis itu mendongak menatap wajahnya.
"Aku akan buktikan kalau kau masih utuh!" ujar Alex dingin membuat Elliza bingung.
Namun …
"Ah." Elliza membuka mulutnya lebar saat sesuatu di bawah sana menusuk asetnya.
*
*
*
Bersambung.
Author benar-benar sakit gigi 🤧🤧 tapi, udah up 4 bab juga hari ini.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏