Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S4 : Tangisan Damian


"SISSY!" teriak Damian panik.


Pria tampan itu melihat istrinya sendiri tergeletak di jalanan dengan bersimbah darah.


Damian berlari menghampiri Sissy. Tubuh pria itu bergetar hebat melihat Sissy menatap nanar ke atas langit.


"Baby … hiks … aku mohon bertahanlah!" Damian menangis memangku kepala Sissy, dia memeluk tubuh lemah istrinya itu.


Untuk pertama kalinya seorang Damian menangis. Hatinya resah dan penuh ketakutan menyaksikan Sissy di tabrak lari.


Orang-orang mengerubungi Damian. Pria itu tak dapat berpikir jernih, dia hanya memeluk erat tubuh lemah Sissy, dengan mulut yang terus memanggil Sissy.


"Baby … bangun! Maafkan aku … jangan tinggalkan aku!" Damian menepuk pipi Sissy halus berharap istri mungilnya itu bangun.


Sebenarnya Damian telah lama mencintai Sissy. Hanya saja pria itu terlalu jual mahal dan tak berani menyatakan perasaannya pada Sissy.


Seumur hidup Damian tak pernah menyatakan cinta pada perempuan. Karena setiap Damian menjalin hubungan pasti wanita yang mengajak Damian pacaran.


Itulah mengapa Damian tak pernah menyatakan perasaannya pada Sissy karena merasa malu dan tak tahu cara mengungkapkan nya.


Sekarang Damian menyesal. Dia menyesal karena tak jujur tentang perasaannya.


Seorang pria paruh baya segera mengajak Damian membawa Sissy ke rumah sakit. Selama perjalanan pria tampan itu memeluk erat tubuh Sissy yang semakin dingin.


"Baby, bangun! Jangan tinggalkan aku! I love you … i am really love you. Aku tidak mengkhianati kamu, percayalah! Buka mata kamu, Baby!"


Damian terisak karena Sissy benar-benar tak meresponnya sedikit pun. Bahkan, nafas Sissy nyaris tak terasa.


*


*


"Damian!"


Damian menoleh ke samping ketika namanya di panggil. Pria tampan itu terkejut melihat orang tuanya datang bersama dengan orang tua Sissy.


Bugh.


"Selama ini aku diam saja karena berharap kamu pasti bisa membahagiakan putriku, sialan. Tapi, yang ada anak ku celaka bersama mu!"


Ayah Sissy meninju wajah Damian. Pria paruh baya itu sangat sedih ketika mendengar kabar dari besan nya yang mengatakan Sissy kecelakaan.


Ayah Damian selalu menyuruh anak buahnya untuk memantau pergerakan Damian.


"Maaf."


Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Damian. Dia juga terluka atas musibah yang menimpa istrinya.


"Ceraikan anakku!" tegas ayah Sissy membuat Damian tersentak mendengar nya.


Dia menatap tajam wajah ayah Sissy.


"Sampai matipun aku tidak akan menceraikan, Sissy!" tegas Damian membuat ayah Sissy meradang ingin menghajar Damian.


"Keluarga pasien!"


Damian dan yang lainnya langsung menghadap ke arah dokter yang baru saja selesai mengoperasi Sissy.


"Saya suaminya, Dok. Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Damian khawatir.


"Terjadi kerusakan pada bagian kepala pasien akibat benturan keras pada bagian belakang kepalanya, sehingga menyebabkan pasien kehilangan banyak darah. Untung saja kami memiliki banyak stok darah O+ di bank darah rumah sakit!"


"Kemungkinan besar bila pasien sadar dia akan mengalami kelumpuhan sementara, karena kerusakan jaringan otak nya menyebabkan bagian punggung badan, hingga kaki cedera sehingga menyebabkan pasien lumpuh!"


"Dan untuk janin yang berada dalam kandungan nya baik-baik saja. Menurut pemeriksaan kami, posisi pasien saat kecelakaan kepala duluan yang jatuh mengenai jalanan. Sehingga janinnya baik-baik saja."


"Sepertinya Tuhan sengaja melindungi janinnya sebagai bentuk penyemangat untuk pasien. Karena kebanyakan pasien lumpuh akan merasa terpuruk dan tak jarang ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena merasa tak berguna!"


Dokter menjelaskan panjang lebar membuat semua orang sedih.


Kaki Damian luruh ke lantai. Dada pria itu merasa sangat sesak, seolah di hantam baru besar.


"Ini semua gara-gara kamu! Sebelum menikah denganmu putriku hidup bahagia. Tapi, setelah menikah dengan mu hidup putriku sengsara!" teriak ayah Sissy ingin menghajar Damian.


Namun, para perawat menahan ayah Sissy.


Ibu Damian tak tega melihat putranya yang tampak menyedihkan. Tubuh Damian ternoda oleh darah Sissy. Bahkan, tangan Damian di penuhi oleh darah istrinya itu.


Sebagai seorang ibu dia paham betul apa yang di rasakan oleh Damian.


"Sayang … menangislah!" Ibunya memeluk erat Damian membuat pria itu langsung menangis.


"Mama … aku bersumpah tidak selingkuh! Aku bersumpah mencintai Sissy, Ma. Tapi, kenapa semuanya jadi begini? Sissy, Ma … dia … dia."


Damian menangis tersedu-sedu. Dia terluka mendengar kondisi Sissy. Terlebih lagi Sissy sedang hamil.


*


*


*


He he … cerita ini mau tamat ya kakak 😘😘😁


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Rekomendasi Author 🥰🙏