Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S3 : Max Kang Drama


Max menghela nafas berat, inilah hal yang paling ia benci. Yaitu berpura-pura bersikap baik pada wanita yang ia campakkan.


"Emily!" Max menghapus air mata mantan kekasihnya itu lembut.


"Apa karena aku kurang menarik? Apa aku sudah tidak cantik lagi di mata kamu, Max? Hiks … aku bisa kok mempercantik diri lagi! Tapi, aku gak mau putus! Aku cinta sama kamu!"


Wanita cantik itu kembali menangis sesenggukan. Dalam hati dia tak mungkin membiarkan Max lepas dari pelukannya.


Karena Max adalah tambang emas bagi setiap wanita yang ingin hidup mewah seperti dirinya. Selain tampan, Max juga sangat hebat di ranjang membuat wanita manapun mampu berteriak manja.


Pria tampan itu terlalu sempurna untuk di lepaskan begitu saja. Setidaknya sampai Emily bisa mendapatkan pria yang lebih tampan dan mapan dari Max.


"Max … please, jangan tinggalkan aku. Aku bisa gila tanpa kamu! Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Max. You make me so crazy, Max!"


Emily menggoyangkan tubuhnya berusaha membangunkan trisula naga Max yang tertidur di bawah sana.


Emily paham betul bahwa Max adalah pria yang mengutamakan hasrat nya.


Pria tampan itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat agar tak mengeluarkan suara luknut nya. Dia tahu bahwa Emily saat ini sedang berusaha menggoda nya. 


Dalam hati dia mengumpat kesal karena Emily tahu kelemahan nya yaitu tak bisa menahan gairah.


"Max, aku gak mau putus!" Emily mengusap dada bidang Max berusaha menggoda pria tampan itu.


"Emily, aku tidak bisa kembali lagi padamu. Karena aku bukan lagi pria mapan yang bisa membiayai kehidupan mu!" ujar Max dengan suara serak membuat Emily tersentak kaget.


Dia menatap lekat wajah Max yang menatap nya dengan tatapan penuh kesedihan.


"Apa maksud kamu, Max?" tanya Emily cepat dengan nada suara yang meninggi.


Wanita cantik itu bahkan melupakan sorot matanya yang tadi memelas. Dia memelototi Max membuat pria tampan itu menarik sudut bibirnya samar.


Dalam hati Max berdecak kesal, hampir semua wanita yang ia kencani memandang hartanya. 


"Aku hampir bangkrut! Ada pengkhianat di antara bawahan ku yang melakukan penggelapan dana." Max berucap dengan suara serak seperti ingin menangis.


Emily menelan ludahnya kasar mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Max. Dia tak menyangka tambang emas nya saat ini mengalami kemacetan untuk mengelola emas untuk nya.


 "Ba-bangkrut?" 


"Iya, benar. Bangkrut! Aku berniat ingin minta suntikan dana padamu! Apa kamu punya uang?" tanya Max dengan sorot mata penuh harap.


Pria tampan itu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Emily, menatap wanita cantik itu dengan tatapan memelas.


Dalam hati Max tertawa lepas, pria tampan itu sangat suka melihat raut wajah tegang Emily saat ini. Dia mencela Emily habis-habisan.


"A-aku!"


"Apartemen yang aku belikan untuk kamu kemarin kamu jual aja, ya! Itung-itung buat aku bayar gaji karyawan!" ujar Max serius membuat Emily langsung gelagapan.


Emily bangkit dari pangkuan Max. Wanita cantik itu buru-buru merapikan pakaiannya yang kusut.


"Kita putus saja, Max! Kamu benar, aku terlalu cantik dan baik untuk kamu! Mulai saat ini kita tidak ada hubungan lagi!" Emily berkata tegas lalu segera pergi meninggalkan ruangan Max.


Pria tampan itu tertawa lepas setelah kepergian Emily.


"Ha ha … dasar wanita murahan!" 


*


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


JUDUL: Suami Penggantiku Boss Mafia


Author: Ridz


Cupilkan:


"Kau yakin Mou? Apakah Glen tidak akan marah jika tahu kalau bermain bersama pria lain sehari sebelum pernikahan kalian?" tanya Kitkat saat mereka berdua sudah tiba didepan sebuah hotel tempat Mou dan Downy harusnya bertemu.


"Dia tidak akan tahu, kalau kau tidak buka mulut, sayang, sekarang kau bisa pulang, biarkan aku yang menyelesaikan malam ini," ujar Mou turun dari mobil.


Kitkat tidak tahu apa yang ada dipikiran sang CEO MUDA itu, dia mencoba bermain api sedangkan besok adalah hari pernikahannya, namun Kitkat bisa apa, dia hanya bisa memandang malas kemudian mengendarai aston martin yang sebenarnya milik Mou pergi dari sana.


Mou berjalan masuk ke dalam hotel tersebut, sebuah hotel dengan nama GordenBlue, hotel dengan nuansa putih dan matcha itu terlihat nyaman apalagi kalau malam hari seperti ini.


Mou kini tengah mengenakan dress ketat berwarna hitam dengan rambut yang diikat lurus kebelakang membuat penampilannya begitu menantang, tidak heran, dia merupakan seorang CEO Agency Model Kecantikan, jadi memiliki badan yang bagus serta wajah yang cantik adalah sebuah keharusan baginya, sebagai seorang CEO.


"Hmph? Permisi, kamar 401 dimana yah?" tanya Mou saat dia berdiri dihadapan resepsionis yang ada di hotel tersebut.


"401 ada di lantai dua, koridor 4 bu," jawab resepsionis tersebut yang membuat Mou mengangguk.


Mou berterima kasih kemudian berjalan menuju sebuah lift yang terletak disamping tangga darurat, Mou masuk kedalam lift tersebut dengan langkah tegas, lift itu kosong dan tidak ada siapapun yang ingin ikut naik ke atas sehingga Mou segera memencet tombol lift tersebut untuk segera menutupnya.


Ting!


Sebuah suara dentuman kecil bernada gema membunyi yang menjadi penanda bahwa lift tersebut akan segera berangkat ke atas, Mou hanya berdiri menunggu lift tersebut naik dengan keadaan tangan dilipat.


Sampai tak lama kemudian pintu lift tersebut terbuka yang membuat Mou segera keluar dari sana, suara langkah kaki sepatu heels miliknya bergema di koridor itu, mata Mou menerawang luas membiarkan netranya membaca keadaan sekitar.


Mou akhirnya sampai pada koridor 4, dia melangkahkan kakinya mencari kamar 401 yang dimulai dari 390 sampai akhirnya Mou menemukan kamar 401.


"Oh ini dia," batin Mou.


Mou mengetuk pintu kamar tersebut pelan namun cepat seolah tidak sabar, sampai akhirnya pintu kamar tersebut terbuka dan memperlihatkan sosok pria disana.


Vincent Khiel.


"Kau Downy?" tanya Mou yang membuat Vin tampak gelabakan.


"Ehm, I-iya," jawab Vin berbohong karena dia menggantikan posisi Downy. "A-ayo masuk."


Vin berjalan masuk duluan disusul Mou yang menutup pintu kamar tersebut, Vin memilih duduk di ranjang karena ini pengalaman pertamanya sebagai seorang Gig0lo.


Mou berjalan mendekati Vin, ia meraba area dada bidang Vin kemudian menarik kemeja Vin sehingga membuat Vin harus terpaksa berdiri dari posisi duduknya.


"Aku akan menikah besok pagi, apa yang bisa kau lakukan untuk membantuku?" tanya Mou mengigit bibir bawahnya.


"Sialan, bertukar posisi dalam sehari membuat gelar Boss Mafia ku lebur dalam semalam, dan wanita ini nampaknya sudah tidak waras," batin Vin.


"Kenapa tidak menjawab?" tanya Mou kembali yang membuat Vin segera menarik pinggang Mou sehingga kini pinggang mereka berdua saling bersentuhan.


Mou tersenyum. "Kau tampaknya ingin bermain halus denganku? Kerahkan semua kemampuanmu, Tuan."


"I would do anything for you, babe," jawab Vin pelan kemudian mengusap bibir Mou sehingga kini Mou bisa merasakan jempol Vin bermain di mulutnya.