
Elliza sedari tadi berusaha memejamkan matanya, gadis cantik itu tak bisa tidur dengan tenang. Hatinya berdebar-debar tak karuan.
"Kenapa tuan Alex bilang aku calon istrinya? Apa dia benar-benar menyukai ku? Tapi, apa itu mungkin?"
"Tuan Alex sangat tampan dan penuh wibawa, terlebih lagi dia orang kaya! Sedangkan aku? Aku hanyalah gadis desa yang tak tahu apa-apa! Bahkan, pendidikan ku tidak tinggi!"
"Tidak ada yang istimewa dari ku! Lalu apa yang membuat tuan Alex suka padaku? Ataukah Tuan Alex hanya bercanda saja?"
"Benar, pasti Tuan Alex hanya bercanda. Tidak mungkin langit dan bumi bersatu! Tuan Alex itu langit dan aku itu bumi, terlalu jauh jarak antara kami!"
Elliza memeluk bantal guling nya. Gadis cantik itu sedari tadi memikirkan perkataan Alex yang mengklaim dirinya sebagai calon istri Alex.
Terlebih lagi para teman-teman Alex sudah tahu. Juliet juga mendukung Alex untuk segera menikahi Elliza. Namun, setelah mereka pulang dari acara tersebut Alex tak berbicara sepatah katapun.
Elliza ingin bertanya pada Alex, namun, dirinya tak memiliki keberanian. Sudah dua jam Elliza berusaha memejamkan matanya, namun, tak bisa terlelap.
Itu semua karena bayangan tentang rasa manis bibir Alex saat berciuman dengannya membuat gadis cantik itu tak bisa tenang.
Elliza menghela nafas berat ketika mengingat perbedaan nya dengan Alex. Status mereka saja sudah menunjukkan siapa jati diri mereka.
Alex majikan dan Elliza pelayan.
Terdengar suara pintu kamarnya terbuka membuat Elliza yang sedang berbaring pun menoleh ke arah pintu.
*
*
*
Alex yang melihat arah jarum jam sudah menunjukkan pukul dua malam pun segera bangkit dari tempat tidur nya. Pria tampan itu ingin melancarkan aksinya untuk mencicipi apa yang berada pada tubuh Barbie hidup nya.
Tak lupa Alex mengambil sapu tangan yang sudah di bius nya. Pria tampan itu mengayunkan langkahnya menuju kamar Elliza.
Alex membuka pintu kamar Elliza menggunakan kunci cadangan yang di milikinya.
Cklek.
Mata Alex terbelalak melihat Elliza yang masih terjaga dan parahnya gadis itu malah menoleh ke arahnya.
Secepat mungkin Alex merubah ekspresi nya menjadi datar.Β
"Tuan," cicit Elliza menatap Alex dengan bola mata yang berkedip-kedip.
Elliza bangkit duduk bersandar di tepi ranjang nya. Mata Alex tertuju pada baju piyama yang di kenakan Elliza sangat seksi.
Ekhm.
Alex menormalkan detak jantung nya yang sedari tadi berdegup kencang. Pria tampan itu berusaha bersikap seperti biasa. Dia tak ingin Elliza sampai mencurigai dirinya.
"Kenaoa belum tidur?" tanya Alex datar dengan suara yang lembut.
Pria tampan itu melangkah mendekati Elliza. Alex duduk di dekat gadis cantik itu. Matanya sesekali mencuri pandang ke arah belahan dada Elliza yang terlihat.
Ah β¦ gagal! Alex gagal bersenang-senang malam ini. Padahal Alex sudah menunggu dari jauh hari sampai luka memar akibat tamparan dari paman Elliza sembuh.
"Saya tidak bisa tidur, Tuan!" jawab Elliza jujur menatap lekat wajah tampan Alex.
Pria di hadapan nya itu selalu mampu membuat jantungnya berdegup kencang. Ketampanan Alex dan sikap pria itu yang hangat pada orang tuanya membuat hati Elliza nyaman berdekatan dengan Alex.
"Kenapa? Apa ada yang kau pikirkan?" tanya Alex lembut seraya membelai pipi Elliza membuat gadis cantik itu tanpa sadar menggenggam tangan Alex.
"Saya hany memikirkan tentang perkataan Anda di pesta tadi! Apakah itu serius atau hanya candaan belaka!" jawab Elliza jujur membuat Alex terhenyak.
Alex terdiam beberapa saat. Pria tampan itu teringat akan perkataannya yang mengklaim Elliza sebagai calon istrinya.
Dia tak menyangka rasa tak suka nya melihat Elliza di sentuh dua sahabatnya membuat Alex mengatakan dua kata yang menjadi Boomerang baginya.
Elliza yang melihat Alex diam pun tersenyum kecut. Dia paham sekarang bahwa Alex tadi hanya bergurau saja.
"Tidak usah di jawab, Tuan! Saya paham kalau Anda pasti hanya bercanda tadi. Tidak mungkin Anda mau menikahi saya yang hanya gadis desa!" lanjut Elliza menundukkan wajahnya tak berani menatap Alex.
"Apa kamu mau menikah dengan ku?" Alex bertanya serius setelah diam cukup lama membuat Elliza tersentak.
*
*
*
Ayool β¦ kalau kakak yang jadi Elliza bakal jawab apa?π€π€π€ Kalau author sih langsung yes π€£π€£ππππ
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak π₯°π₯°π₯°
Maaf telat up karena ada kesibukan di real life πππππ
Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈππ₯°