
"Damian!"
Pria tampan itu memutar bola matanya kesal. Dia baru saja pulang menghadiri pesta pernikahan Max dan saat tiba di rumah hal pertama yang ia lihat adalah orang tuanya sedang berbicara dengan sebuah keluarga di lengkapi seorang wanita cantik.
Pria itu bisa menebak bawa keluarga itu merupakan keluarga dari wanita yang akan di jodohkan dengan Damian.
Sudah berapa banyak wanita yang Damian tolak karena tidak sesuai dengan seleranya.
Kriteria Damian adalah wanita tersebut memiliki dada besar padat dan lembut, pinggang kecil, muka baby face, tinggi harus sama dengan yaitu 183 cm.
Yang membuat orang tua Damian tak habis pikir adalah anak mereka yang Bastard nya level akut itu meminta anak perawan.
Apa dia tidak sadar diri pikir mereka.
Sudah untung ada wanita yang mau menjadi pendamping pria predator sepertinya.
"Apalagi sih, Ma? Kalau Mama mau menjodohkan ku lagi, cari saja yang sesuai kriteria ku!" tegas Damian menatap datar orang tuanya.
"Eh, bocah tengil! Sini kau … makin hari makin kurang ajar kau. Gak ada sopan santun bicara dengan mamak mu. Lama-lama ku tempeleng kepala mu pakai toa masjid!" bentak ayah Damian menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Batak.
Wajah Damian merah menahan malu ketika sang ayah mengeluarkan bahasa aslinya.
Ayah Damian merupakan orang Indonesia-Medan dan ibunya orang Amerika-Inggris.
Nama lengkap Damian adalah Damian Simanjuntak memakai marga sang ayah.
"Maaf, Pa. Aku tidak mengerti apa yang papa ucapkan! Aku mau ke kamar dulu" elak Damian datar membuat ayahnya itu langsung berdiri seraya berdecak pinggang.
"Duduk di sini. Atau jadi Malin Kundang kau!" tegas sang ayah tak ingin di bantah membuat Damian mau tak mau segera melangkah mendekati orang tuanya.
"Duduk di tengah, Sayang! Uluh uluh … anak mama kelihatannya capek banget!" Ibu Damian segera menarik putranya itu duduk di tengah-tengah. Dia membawa kepala Damian untuk bersandar di bahunya.
Tak lupa ia menepuk punggung Damian seolah-olah pria itu masih berumur 7 tahun.
Inilah yang membuat Damian malu sekaligus senang. Malu karena ibunya itu memperlakukan nya seperti anak kecil di depan umum.
Bahkan, para personil Bastard menyebutnya anak mama yang suka nya bersembunyi di ketiak orang tua.
Seperti saat ini, wanita dan orang tua wanita itu terlihat sedang menahan tawa melihat Damian.
"Ini anak saya yang ingin saya jodohkan dengan putri Anda!" ujar ibu Damian seraya mencium kening Damian lembut.
"Dia bukan kriteriaku, Ma. Lihatlah wajahnya memang lumayan cantik tapi dia pendek, dada nya juga kecil dan tubuhnya tipis. Saking tipisnya dia seperti kerupuk udang yang biasa kita makan!" celetuk Damian blak-blakan membuat kedua orang tuanya langsung mengelus dada.
Mereka tak menyangka anaknya itu memiliki mulut yang pedas bila berkata.
Lihatlah sekarang, wajah wanita cantik itu merah padam menahan amarah. Begitu juga dengan kedua orang tuanya yang tak terima di samakan dengan kerupuk udang.
Meski, keduanya tak tahu apa itu kerupuk udang.
"Dasar anak durhakim, andai ini masih zaman dulu sudah pasti kamu ku kutuk jadi batu!" gumam ayah Damian pelan penuh kekesalan.
"Tapi, dia masih perawan!" balas ibu Damian membuat pria itu langsung menatap intens wanita yang duduk manis di hadapannya itu.
"Baiklah, ayo ke kamar ku!" ajak Damian bangkit langsung menarik tangan wanita cantik itu membuat semua orang merasa bingung.
"Untuk apa kau mengajaknya pergi ke kamar ku?" tanya ayah Damian heran.
"Aku ingin mencicipinya, apa benar masih perawan atau tidak!" balas Damian polos membuat semua orang melongo mendengarnya.
*
*
*
Wkwkwkwk … Damian cari istri macam cari buah salak ya, Bun🤣🤣 main cicip aja🙈🙈
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir Juga ke novel temen author 🥰