
Tari membawa Juliet, Adam dan Abraham pergi menuju rumah mereka yang berada di Australia. Tanpa memberitahukan Diego sebelumnya, karena wanita paruh baya itu ingin memberikan pelajaran pada Diego.
Tari adalah wanita cerdas dan licik. Dia tahu pasti anaknya telah berbuat jahat pada Juliet, karena kalau tidak pasti Adam dan Abraham tak akan bersikap kasar padanya.
"Kita akan ke mana, Nyonya?" tanya Juliet gugup.
"Kita akan ke rumah baru kalian, Sayang! Dan jangan panggil, Nyonya. Tapi, panggil mommy karena sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga kami!" jelas Tari lembut seraya menepuk bokong Adam yang tidur di pangkuannya.
Sedangkan, Abraham terlelap di pangkuan Juliet.
"Tapi, saya tidak berniat menikah dengan–,"
"Mommy tahu, Sayang! Luka yang di berikan oleh Diego sangat dalam. Mungkin memaafkan mudah tapi akan sulit melupakan. Akan tetapi, mommy yakin kalau Diego benar-benar menyesal! Dia adalah tipikal pria yang nakal tapi bertanggung jawab. Dia juga setia!"
"Mommy yakin, tak akan lama lagi hati kamu juga akan luluh setelah melihat perjuangan Diego demi mendapatkan kamu!" jelas Tari membuat Juliet terdiam.
Wanita itu membenarkan setiap perkataan Tari. Karena bagaimanapun dia sudah mengenal Diego lama. Pria tampan itu merupakan sosok yang bertanggung jawab.
Hanya saja, dulu Diego gelap mata, sehingga membuat hidupnya hancur. Akan tetapi, jikalau berbicara tentang setia. Juliet belum bisa menyimpulkan begitu saja.
Namun, di lihat dari silsilah keluarga besar James Dicaprio. Adat yang paling kuat bagi mereka adalah kesetiaan. Bila mereka sudah menikah maka tak akan ada lagi yang namanya selingkuhan atau semacamnya.
Jangankan untuk melihat wanita lain, untuk melirik saja mereka tak mau.
"Mommy mohon, maafkan, Diego. Buka hatimu untuknya nanti setelah kamu melihat kesungguhan Diego! Aku ibunya dan aku tahu apa yang terbaik untuk anakku! Termasuk kamu yang terbaik menjadi istrinya!" ujar Tari menatap lembut Juliet.
Hati Juliet menghangat mendengarnya. Namun, tersirat rasa tak percaya diri di dalam hatinya.
"Tapi, saya hanya anak yatim piatu. Tidak pantas menjadi bagian penting keluarga Anda!" balas Juliet pelan membuat Tari tersenyum kecil.
"Aku dulu juga bukan orang kaya. Tapi, neneknya Diego adalah wanita yang sangat baik. Mereka menerima ku apa adanya. Begitu juga dengan Daddy nya Diego! Dia tak merasa malu dan mempermasalahkan status sosial ku! Bagi keluarga Dicaprio. Pangkat itu hanya status, bukan tolak ukur dalam menilai seseorang!"
"Buat apa berasal dari keluarga kaya raya dan terpandang. Kalau etika nya tidak ada! Jadi, kalau alasan kamu takut membuka hati untuk Diego karena kamu miskin. Maka buang jauh-jauh pikiran itu! Yang Diego butuhkan itu istri, bukan harta. Karena harta dia sudah milik dari dulu!" tegas Tari tersenyum hangat.
Juliet menarik sudut bibirnya tanpa sadar. Dirinya merasa terharu dan bahagia mendengar perkataan Tari.
Dia tak menyangka Tari akan setanah dan sebaik ini padanya. Padahal dulu hubungan mereka tak sedekat ini, hanya saja dia tahu dari orang-orang kalau sikap Tari memang selalu ramah pada semua orang.
Termasuk para office boy di perusahaan Diego. Tari selalu ramah.
"Terima kasih," gumam Juliet pelan.
*
*
*
"Ah … " Suara lenguhan panjang di iringi getaran hebat yang di alami tubuh pria tampan itu.
Mayones kental menyembur ke dalam mulut wanita cantik yang berpakaian seperti pramugari tersebut.
"Akhirnya, keluar juga!" gumam Max bernafas lega.
"Pekerjaan mu bagus! Nanti di saat aku kembali ke Amerika tugas mu memanjakan harta Karun mu selama perjalanan!" ujar Max memberikan cek pada pramugari tersebut.
Wanita cantik bertubuh seksi itu tersenyum nakal menerima cek tersebut.
"Terima kasih, Tuan!" Wanita itu mencium telinga Max lalu beranjak pergi.
"Kau benar-benar gila, Max! Di manapun berada benih mu itu selalu keluar!" ketus Alex yang sedari tadi hanya menonton.
"Dasar maniak s**s!" ujar Damian datar membuat Max memutar bola matanya malas.
"Kalian pun sama dan kau, Damian! Jangan berlagak suci, aku tahu kau lebih bahaya dari ku!" sentak Max menatap Damian penuh arti membuat pria tampan dan dingin itu menyeringai kejam.
"Ekhem … menurutmu! Apakah Angel kita masih terlihat cantik. Kata uncle David dia sudah melahirkan dua bocah kembar!" Alex mencoba mengalihkan pembicaraan, karena merasakan suasana tiba-tiba menjadi tegang.
"Tentu saja cantik! Aku bisa membayangkan bagian mana yang semakin besar pada tubuh Beauty ku! Pasti bokong dan dada nya semakin kencang. Apalagi kalau dia pernah menyusui!" balas Max tersenyum mesum.
"Ck … buang pikiran kotor mu! Ingat apa tujuan kita ke sana yaitu mengecoh Diego dan membuat pria itu menyesali perbuatannya!" tegas Alex membuat Max mengendikkan bahunya acuh.
"Aku tidak janji," ujar Max acuh.
*
*
*
Bersambung.
Mau lagi?? Ayo vote 🥳🥳
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰