
Setelah menikah Damian mengajak Sissy belanja ke Mall. Pria tampan itu menyuruh Sissy membeli lingerie seksi untuk di pakai setiap saat Damian ingin melakukan terapi.
Pria itu telah membayangkan bagaimana indahnya tubuh mungil Sissy memakai pakaian kurang bahan itu. Pastinya bahkan terlihat sangat menggemaskan membuat Damian tak sabar ingin melakukan terapi.
"Pilih semua yang seksi dan bagus kamu kenakan. Aku suka warna janda jadi pilih warna ungu!" bisik Damian seraya mengecup daun telinga Sissy membuat wanita cantik itu melenguh.
Damian benar-benar tak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Pria tampan itu membuat Sissy merasa malu.
"Ini benar-benar memalukan, Damian. Seumur hidup aku baru pertama kali membeli lingerie! Kenapa kamu tidak membeli secara online saja? Kenapa harus repot-repot ke Mall?"
Sissy berbisik pelan seraya menyembunyikan wajahnya di belakang lengan Damian. Wanita itu merasa sangat sangat mu karena seumur hidupnya baru pertama kali menginjakkan kakinya pada toko lingerie.
Sissy memanglah wanita pemberani jika berkelahi. Namun, dia sangatlah pemalu. Bahkan, untuk membeli pakaian dalam saja dia masih meminta bantuan ibunya.
"Kamu malu untuk memilihnya?" tanya Damian seraya melukiskan lukisan abstrak pada bokong sintal Sissy.
"Iya … aku tidak pernah membeli pakaian dalam seumur hidupku!" ujar Sissy jujur membuat Damian menarik sudut bibirnya.
"Kalau begitu biarkan aku yang memilihnya!" balas Damian santai membuat Sissy memelototkan matanya.
Wanita itu tak menyangka bahwa Damian akan menawarkan dirinya sendiri. Apa pria itu tak malu pikirnya.
Pria itu berjalan seraya merangkul pinggang Sissy posesif. Dengan santainya dia memilih lingerie yang terpasang pada manekin.
"Lihatlah, Sissy. Bahkan dada patung lebih besar daripada dada mu!" bisik Damian seraya membelai dada keras manekin itu.
Sissy mengepalkan tangannya erat, dia tak suka mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Damian. Pria itu telah mengejek dirinya.
Kemarin dengan jeruk nipis sekarang dengan manekin … besok dengan apa lagi dia menyamakan dada ku! Ah … aku kesel ih kesel … lagian mama dan papa kenapa sampai sekarang tidak menelpon ku. Biasanya telat pulang saja aku sudah di omeli batin Sissy tak berhenti merutuki nasibnya yang sangat malang.
"Lebih baik dada saya kecil tapi original daripada besar barang KW sudah di sentuh banyak pria makanya besar. Sedangkan aku tidak! Punya ku baru kamu yang menyentuhnya!" sanggah Sissy membuat Damian tersenyum samar.
Pria itu segera menyuruh pelayan toko untuk melepaskan lingerie yang terpasang pada manekin itu. Setelahnya dia menarik tangan Sissy mengajak wanita itu masuk ke dalam ruang ganti.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Sissy was-was.
Hati wanita itu tiba-tiba gelisah ketika melihat seringai penuh arti terpasang di wajah tampan Diego.
"Aku ingin melihat boneka kecil ku memakai lingerie seksi ini! Pasti akan sangat menggemaskan, ayo pakai!" Damian memberikan lingerie pada Sissy.
"Aku pakai di rumah saja, ya! Jangan di sini!" pinta Sissy memelas berusaha menggoyahkan hati Damian dengan mata puppy eyes nya.
"Cium aku!" Damian menunjuk bibirnya membuat Sissy langsung mengecup nya.
Wanita itu mengira Damian akan menuruti permintaan nya bila dia mencium suaminya itu.
Namun, Damian segera menahan tengkuk wanita itu lalu membalas ciuman tersebut dengan rakus.
Hah …
Nafas keduanya terengah-engah karena ciuman panas yang baru saja mereka lakukan.
"Kita pulang 'kan?" tanya Sissy pelan.
"Iya … tapi, setelah kamu mencoba lingeri ini!" ujar Damian menyeringai penuh arti membuat Sissy mengerucutkan bibirnya.
Mau tak mau wanita itu segera mengganti pakaian nya dengan lingerie di hadapan Damian. Pria itu menggigit bibirnya sensual melihat tubuh molek istri kecilnya itu.
"Sudah!" Sissy menutupi dadanya yang menyembul keluar.
"Sepertinya terapi pertama kita lakukan di sini!" ucap Damian lalu menghimpit tubuh Sissy ke dinding.
*
*
*
Maaf up malam karena bab nya cocok malam 🤭🙏
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏