Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Pertanyaan Elliz!


Alex menatap lembut wajah cantik Elliza yang memerah menahan malu. Gadis itu memeluk erat tubuh Alex menyembunyikan wajah merahnya ke dalam dada bidang pria tampan itu.


"Apa kamu masih mau bertahan dengan ku, Elliz? Aku memiliki kelainan, aku bukan pria yang sempurna. Kalau kamu bertahan di sisi ku akan banyak luka yang kamu rasakan karena ku!"


Alex melonggarkan pelukannya, pria tampan itu menangkup pipi Elliza dengan lembut.


Mata pria tampan itu menyiratkan kesedihan yang mendalam membuat Elliza yang menatapnya merasa iba.


Gadis cantik itu mengelus rahang tegas Alex. Dia melempar senyuman lembut lembut pada Alex membuat hati pria tampan itu merasa teduh. 


Melihat senyuman tulus Elliza saja sudah mampu membuat hati Alex menghangat. Sejenak Alex merasa tenang berada di dekat Elliza.


"Setiap manusia memiliki kekurangan, Sayang! Sekarang aku bukan lagi orang asing untukmu. Tapi, aku juga istri mu!"


"Mama ku dulu pernah bilang kalau peran seorang istri seperti pakaian untuk suaminya. Menghangatkan bila hujan melanda dan melindungi kulit dari sengatan matahari!"


"Biarkan aku yang menjadi pelengkap kekurangan mu itu! Aku akan bersabar dan mendampingi mu untuk sembuh! Tidak masalah aku terluka demi memuaskan kamu! Tapi yang menjadi pertanyaan nya sekarang apa kamu mau terus-terusan melukai ku, Sayang?"


"Bagaimana bila suatu hari aku sedang hamil dan kamu menyakiti ku dengan kenikmatan yang kamu berikan itu membuat calon anak kita pergi?"


"Apa kamu sanggup?" 


Elliza berucap lembut. Gadis cantik itu membelai penuh kasih rahang tegas milik Alex. Dia menatap lekat bola mata Alex yang berkaca-kaca.


Pria tampan itu merasa setiap perkataan Elliza tersirat makna yang dalam. Semua yang di katakan oleh istrinya itu ada benarnya.


Bagaimana bila suatu saat nanti Elliza hamil dan Alex menyakiti istrinya itu tanpa sadar? Pria tampan itu segera menepis bayangan tersebut.


Alexa tak sanggup memikirkan hal itu. Membayangkan nya juga tidak, jujur saja Alex pria yang sangat menyukai anak kecil.


Dia sangat menyayangi mereka karena setiap melihat wajah polos anak kecil membuat Alex teringat akan dirinya dulu. 


"Aku tidak sanggup membayangkan nya, Elliz. Lebih baik aku tak menyentuh mu mulai sekarang karena tidak ingin kamu terluka! Aku juga tidak ingin menceraikan mu karena jujur aku selalu nyaman bila berada di dekat mu!"


"Kalau memang kamu ingin kepuasan batin, aku bisa mendatangkan g*golo untuk mu. Tapi, jangan tinggalkan aku, Elliz! Aku sangat nyaman berada di dekat mu!"


Alex mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Elliza. Pria tampan itu sangat takut bila kehilangan Elliza.


Alex adalah pria yang kesepian, semenjak ibunya meninggal, Alex tak pernah merasakan perhatian lagi. Dia tak bisa menuntut itu dari sang ayah lagi.


Alex di paksa oleh keadaan harus tegar dan kuat tanpa adanya' sosok ibu dan peran seorang ayah.


Ayahnya masih hidup, namun, peran nya tak lagi ada karena ayah Alex sedang sakit.


Sedangkan Keenan tak mungkin bisa selalu ada di dekatnya. 


Hanya Elliza yang bisa memberikan perhatian padanya.


"Kenapa kamu tega mengatakan hal jahat seperti itu, Sayang? Kenapa kamu tega tubuh ku di sentuh oleh pria lain? Apa karena kamu tidak mencintai ku, makanya kamu tidak mempermasalahkan bila aku di sentuh pria lain?"


"Apa benar aku tidak ada artinya untuk mu? Apa aku tak lebih dari istri di atas kertas, Sayang?" tanya Elliza dengan mata yang mengembun.


Gadis cantik itu merasa sesak di kala Alex lebih memilih dirinya di sentuh oleh pria lain daripada menyembuhkan dirinya sendiri.


Apakah Elliza tak memiliki arti apa-apa untuk Alex? Ataukah Alex yang sangat takut melakukan terapi karena itu dia tak ingin menyentuh Elliza lagi dan kembali menyakiti Elliza?


"Jawab, Alex!" pinta Elliza dengan bibir bergetar menahan tangisnya.


"Aku … "


*


*


*


Maaf telat up kakak … maklum puasa 🤭🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰