
Martin berdiri dihadapan Kiren dengan rahang semakin mengeras sorot tajam matanya seperti hewan buas yang siap mencabik-cabik mangsanya. Kiren semakin memundurkan tubuhnya bahkan gadis itu masih duduk dilantai. Tenaganya seakan habis dan tubuhnya seketika terkulai lemas karna melihat tatapan Martin yang seakan mampu menghancurkan seisi mall terbesar yang ada di kota B.
Memasang wajah memelas, "Maafkan aku, aku tidak mengetahui jika gadis kecil ini adalah Istrimu," ucap Kiren dengan suara terlihat bergetar. Sikapnya tadi sebenarnya masih bisa dimaklumi karna pernikahan Martin yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi jadi tak banyak orang yang mengetahui tentang pernikahan ya Tersebut.
"Ha ha ha! Kamu bilang tidak tau. Tapi kau buat istri kesayanganku tak sadarkan diri!" Pria itu tertawa dengan nada yang sangatlah menakutkan, dia menatap kiren sembari menajamkan alisnya. Pria itu berdiri dengan amarah semakin menjadi jadi. Hen berjalan menghampirinya, karna sejak tadi Martin mengendong Keyla tanpa kenal rasa lelah.
"Tuan muda, biar nona muda dirawat lebih dulu." Ucap Hen sembari menundukkan badannya dihadapan majikanya itu. Martin segera mendudukkan Keyla di kursi roda yang tadi dibawah oleh Pak Hen. Martin menaruh perlahan istrinya itu di kursi rodanya Tersebut dengan sangat hati-hati.
"Jaga dia! Jika sampai luka ditubuhnya bertambah maka aku akan menghabisi mu!" Ancam Martin sembari menyatuhkan alisnya dia menatap tajam kearah asistennya itu.
Martin menatap kearah Resni, "Ikutlah dan jangan sampai Keyla tau kejadian ini! Jangan sampai memberitahunya tentang identitas ku!" imbuh Martin sembari menatap Keyla yang masih tak sadarkan diri. Resni mendorong kursi roda Tersebut, baru beberapa langkah dia berjalan hendak meninggalkan toko perhiasan itu namun langkahnya langsung dihentikan oleh Martin.
"Tunggu!" Martin melangkah mendekati istrinya, pria itu membungkuk badannya dia mencium kening istrinya dengan sangat lembut, " Jangan khawatir sayang, aku akan membalaskan rasa sakit yang kau rasakan! Mereka harus membayarnya dengan sangat mahal." ucap Martin lirih sembari mengecup kembali kening istrinya itu.
Pria arogan dan dingin itu benar-benar jatuh cinta pada istri kecilnya itu. Bahkan dia tak tahan dan sangat murka melihat Keyla disakiti oleh orang lain. Padahal sebelum bertemu dengan Keyla, Martin hanya menganggap wanita ialah baju yang harus diganti setiap harinya! Awal menikah dengan Keyla, Martin hanya berniat balas dendam karna perlakuan kasar Keyla tempo hari. Tapi yang tak disangka malah sebaliknya, kini pria itu tunduk dihadapan cinta, melihat orang yang dicintainya tergeletak dilantai yang dingin itu membuat darahnya seakan mendidih seketika. Yang paling membuatnya murka ialah tak ada satu orangpun yang menolongnya.
Pria itu berjalan mendekati vas bunga dengan pandangan sedingin es. Dia mengambil vas bunga dan melemparnya Kedinding toko tersebut dengan sangat keras! dinding toko yang sepenuhnya terbuat dari kaca itu seketika pecah dan terburai kelantai.
Pyaar!
Kaca toko itu hancur dan orang yang tadi memandang istrinya seperti sampah itupun terkenal serpihan kaca toko tersebut yang sekarang hancur terburai dan kondisi toko itupun sangatlah berantakan seperti habis terkena rampok masal. Semua orang yang ada di dekat kaca toko itu tak berani menjauh mereka hanya menutup wajahnya dengan tangan. Jangankan untuk menghindar bahkan untuk bernafas saja mereka kesulitan karena melihat penguasa yang terkenal kejam di kota B, tersebut sedang murka.
Melirik tajam kearah Pak Hendro, "Pastikan kita mencabut semua saham yang kita tanam di perusahaan mereka semua!" ucap Martin sembari mengepalkan jari-jari tangannya.
Hendro hanya bisa mengiyakan ucapan majikanya itu. "Sudah bertahun-tahun aku iku kerja bersama tuan muda, namun baru kali ini aku melihat amarahnya yang begitu menakutkan! Dia tak pernah sekalipun memperdulikan perasaan seorang wanita. Namun yang ku lihat kali ini sangatlah berbeda dari biasanya, dia bahkan turun tangan sendiri untuk membalas rasa sakit yang nona muda alami!" Gumam Pak Hendro dalam hati.
Pak Hendro menundukkan kepalanya sebelum melangkah pergi. Pria itu berjalan mendekati kerumunan besar yang ada diluar toko tersebut, "Dengarkan apa yang saya ucapkan! Saya tidak akan mengulanginya untuk yang kedua kalinya. Kejadian hari ini tidak pernah terjadi, ingat itu baik-baik!" setelah melihat isyarat tangan Pak Hendro, para bodyguard itupun membuka jalan, dan dengan tergopoh-gopoh semua orang itu segera berlari dan menjauhi neraka dunia itu.
- - - -
Martin beralih mendekati Kiren yang masih terkulai lemas dilantai, "Dengarkan aku!" Ucapnya Martin dengan suara terdengar sangatlah lantang. "Besok pagi aku tidak ingin melihatmu ada di kota ini lagi! Sebelum enyah dari kota ini kau harus umumkan kebangkrutan usahamu! Jika besok pagi aku tidak melihat nama toko mu tertera dihalaman depan koran, maka habislah kamu!" Ancam Martin dengan raut wajah sedingin es.
YANG MAU GABUNG DI GRUP WHATSAPP SILAHKAN TINGALKAN NOMOR NYA. NANTI SAYA PC. SUDAH ADA BEBERAPA READERS YANG BERGABUNG YA.
HABIS BACA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN KRITIK DAN SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. JIKA KOMENTAR DAN SARAN MASIH DALAM BATAS SOPAN DAN WAJAR MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI.
KLIK FOTO PROFIL SAYA DAN IKUTI SETIAP KARYA SAYA. FOLLOW AKUN MANGATOON SAYA TERIMAKASIH.