Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Rintik Hujan


Keyla merasakan hawa dingin yang mulai menusuk sampai ke tulang, hingga menjalar sampai ke sendi-sendinya. Siang hari itu menunjukkan pukul 13.00 namun langit kelihatan begitu gelap dan suara hujan di Sertai petir seakan bersahut sahutan dan di tambah lagi angin yang bertiup semakin kencang dan membuat Keyla semakin menggigil kedinginan dengan gigi mulai menyatu, Keyla mencoba menghangatkan badanya dengan mengosok kasar bahunya dengan satu tangan, dan satu tangan lagi masih memegang tas di atas kepalanya. semakin lama wajah Keyla semakin bertambah pucat dengan bibir yang mulai berubah keunguan, Keyla melihat Martin di dalam mobil mewah tersebut. dengan tatapan engan hingga Keyla segera membuang pandangannya. Namun Martin yang mengetahui nya hanya tersenyum kecut. dan mulai mengeluarkan suara.


"Hei! Gadis kecil, sampai kapan kamu akan berdiri di sana? Taxi akan sulit di cari jika sedang hujan begini!" Ucap Martin dengan gaya khas nya yang terlihat angkuh, arogan, dan penuh wibawah, namun kelihatan mempesona. Keyla masih tetap membuang pandangannya seolah-olah tak mendengar ucapan Martin. Martin yang tak memiliki kesabaran lebih itu segera mengulangi kata kata nya. Dengan suara lantang seperti menahan kegeramannya akan sikap acuh Keyla, "apakah pendengaran mu itu sudah tak berfungsi! Hingga kau tak menjawab pertanyaan ku." imbuh Martin dengan menatap tajam ke arah Keyla yang masih enggan menatapnya.


"Aku akan menelpon Papa ku dan minta dia segera datang menjemput ku," Cetus Keyla dengan percaya diri. namun saat Keyla mengambil handphone yang ada di saku seragam sekolahnya tersebut. alangkah terkejutnya Keyla yang melihat ponsel tersebut sudah tak bisa di hidupkan karna telah terkena air hujan. Keyla menatap ke arah Martin yang mulai kelihatan sinis dengan tatapannya yang menakutkan. Namun Keyla tak menyerah dia masih mencari cara agar Martin pergi meninggalkan nya


"Aku tidak tuli om, kamu tidak perlu teriak teriak di hadapan ku. pergilah dan jangan ganggu aku, karna aku tidak menyukai orang yang sudah tua seperti mu!" Maki Keyla dengan melotot dan beradu pandang dengan Martin.


supir Martin menahan tawanya setelah mendengar ucapan Keyla sembari bergumam, "Baru kali ini aku melihat tuan di tolak oleh wanita! Apalagi ini hanyalah gadis kecil yang masih kelihatan polos dan lugu " Gumam supir Martin dalam hati. Martin yang mengetahui supir nya tersebut menertawakan diri nya diam-diam. Dengan tatapan dingin dan datar. Martin melirik tajam ke arah supir tersebut sembari berkata.


"Jika kamu berani tertawa lagi, akan aku potong gaji dan bonus mu selama satu tahun!" Ancam Martin ke pada supir sekaligus asisten nya tersebut. setelah mendengar ucapan Martin sopir tersebut segera menundukkan pandangannya. Namun seketika ucapan Keyla membuyarkan suasana suram di dalam mobil tersebut.


"Om! Cepatlah pergi dari hadapan ku kamu sungguh menghalangi pandangan ku. dan juga ingat! Jika ingin bertengkar jangan di depan ku, karna itu bisa merusak fungsi otak dan pendengaran ku." Maki Keyla dengan wajah semakin pucat. Namun Martin malah membuka pintu mobil di tengah hujan yang sangat lebat tersebut. supir Martin yang mengetahui majikanya keluar dari mobil segera membawakan nya pelindung hujan ☂️ agar majikanya tersebut tak terkena dinginya air hujan. Keyla yang mengetahui Martin mulai mendekatinya, perlahan tapi pasti. Mulai berjalan mundur ke belakang. dengan raut wajah ketakutan dan suara bergetar karna sudah tak tahan menahan hawa dingin yang semakin membuat tubuh nya seakan mulai kehilangan tenaga.


"Om. aku menyuruhmu pergi, a. . apa kau tak mendengarkan ucapan ku tadi?" Keyla mencoba memberanikan diri melontarkan kata kata tersebut, karna tatapan Martin sungguh menakutkan seakan mau memangsa Keyla. Martin segera menarik kasar tangan Keyla sembari berkata.


"Di mana rumah mu? akan aku antar pulang," kata Martin sembari masih memegang tangan Keyla dengan keras, Keyla yang seakan ke habisan tenaga pun mulai merasakan kepalanya perlahan mulai berat dengan pandangan yang mulai samar , tiba tiba Keyla mulai kehilangan kesadaran nya.


Buk!


Keyla tak sadarkan diri dan hendak terjatuh namun dengan sigap Martin menarik tubuh kurus Keyla dan segera membawa masuk ke dalam mobil, tak di sangka Martin melihat ke arah Keyla dengan wajah khawatir. setelah Martin masuk ke dalam mobil supir tersebut pun segera ikut masuk ke dalam mobil, sembari berkata.


"Bawa gadis ini ke rumah!" Teriak Martin dengan tatapan tajam.


Supir tersebut segera menyalakan mesin mobilnya dan memfokuskan pandanganya ke arah jalanan Irlandia yang kelihatan basah karna terkena siraman air hujan, dan diam diam supir Martin melirik ke arah Martin dari kaca spion dilihatnya Martin sedang melepas jas yang ia kenakan dan segera menutupkan nya ke tubuh Keyla yang kelihatan menggigil kedinginan. Martin menaruh kepala Keyla di pangkuannya sembari menyibakkan rambut Keyla yang menutupi wajahnya. Supir Martin kembali bergumam dalam hatinya.


"Selama bertahun tahun saya kerja ikut tuan, baru kali ini saya melihat tuan begitu perhatian dan kelihatan sangat baik terhadap wanita!" Gumam supir tersebut terheran heran dengan sikap majikanya yang berbeda dari biasanya.


Karna biasanya Martin hanya menganggap wanita ialah seperti baju yang segera di ganti jika dirinya mulai bosan. .


Jangan lupa like ya. maka saya sangat berterimakasih. semakin banyak like maka akan membuat saya lebih semangat lagi untuk up date teratur. .


Serta tingalkan kritik dan saran agar saya bisa membuat novel lebih baik lagi!!


Jika kritik dan saran kalian masih dalam batas wajar saya akan sangat mengapresiasi


ikuti aku Mangatoon saya dan jangan lupa follow Ig khairin-junior.


baca juga karya baru khairin yang berjudul. "Terpaksa Menikahi Tuan Arogan." di tunggu komentar dan juga like nya ya, love you all.