
Sinta dan Jordan terpanah melihat putrinya sangatlah cantik di balut Dress berwarna pink pemberian Martin, dress tersebut semakin serasih di padukan dengan sepatu berwarna pink. Bahkan Keyla tak kalah cantik dari Jeni!
"Pa. . aku mau keluar sebentar boleh ya?"Ucap Keyla dengan manja sembari bergelayutan di pundak Jordan.
"Kamu masih di hukum Key! Atas ketidak sopan nan mu terhadap tamu Papa." Jawab Jordan dengan suara lirih namun penuh penekanan. Bagaimana mungkin pria itu mengijinkan Anak Gadisnya jalan2 sedangkan hari ini Keyla harus memilih gaun pengantinnya.
"Tapi Pa! Key sudah berdandan cantik masak Key harus diam di kamar seharian, ini kan hari Minggu Pa." Rengek Keyla dengan menekuk wajahnya. Keyla sangatlah kecewa karna dirinya sengaja berdandan habis-habisan. Tapi malah di larang pergi dengan sahabatnya.
Sebenarnya Jordan sangat tak tega melihat putrinya cemberut seperti itu, tapi apalah daya Jordan tak bisa memenuhi keinginan sang putri Karna ada jadwal pemilihan gaun pengantin yang sudah direncanakan hari ini. Sinta pun tak bisa membantu putri kesayangannya itu karna kedua orangtua Keyla sudah merestui pernikahan Keyla dan Martin.
Terlihat butiran bening di pelupuk mata Gadis kecil itu dia terlihat kecewa pada Sinta, karna biasanya Sinta lah yang merayu Jordan untuk menuruti keinginan Keyla tapi sekarang Sinta hanya diam tak membantu Keyla merayu Jordan sedikitpun.
"Pergilah bersama Kak Martin!" Perintah Jordan dengan menajamkan pandangan kearah Keyla
Keyla tersentak kaget mendengar ucapan Papanya, dengan mengerutkan keningnya Keyla balas menatap Jordan dengan tatapan berapi-api, Gadis itu terlihat kesal dan marah dengan perlahan Keyla mengepalkan kedua tangannya, bahkan Keyla mulai menajamkan alisnya. Sinta yang mengetahui putrinya itu hendak memberontak segera memundurkan kursi yang sempat ia duduki dan perlahan mulai menarik tubuhnya dari kursi tersebut, kemudian berjalan menghampiri Keyla yang masih berdiri mematung menatap kearah Jordan.
Mata Keyla seketika membulat setelah mendengar ucapan Mamanya,
"Pa. . Ma. . bukankah kalian sudah tau aku sangat membenci Pria ini. Bagaimana mungkin kalian menyuruhku untuk pergi berdua bersamanya!" Cetus Keyla dengan suara lantang sembari menarik kasar tubuhnya dari pelukan Sinta
Gadis itu melirik tajam kearah Martin yang hanya diam menjadi penonton, sorot mata Gadis itu terlihat menunjukkan betapa bencinya gadis itu terhadap orang yang sedang duduk mematung di kursi kiri samping Jordan duduk, pria tersebut bagaikan sedang menonton drama di dalam televisi yang tak berkomentar dan hanya menatap tajam kearah 3 pemain yang sedang bersikukuh.
Selang beberapa menit kemudian Jordan berhasil membujuk putri kesayangannya itu yang tengah merajuk dengan bibir mengerucut dan wajah di tekuk akhirnya Keyla setuju dengan permintaan Papanya, Gadis itu tak tega melihat Sinta terus-menerus memohon agar Keyla mau pergi dengan Martin.
"Menghela nafas panjang, Ayo kita pergi! Apa belum puas kamu menonton drama keluarga ku." Cetus Keyla Dengan nada suara terdengar sangatlah ketus sembari menghentak-hentakan kakinya dengan kasar dilantai. Gadis itu terlihat berjalan keluar mendahului Martin. Martin tersenyum kecil melihat tingkah lucu Keyla jika sedang marah.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Keyla Martin segera berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mengikuti Keyla keluar rumah. Jordan dan Sinta terlihat mengekor di belakang calon menantunya itu