
Biarkan saja para pekerja itu masuk! Begitu kira kira arti dari anggukan kepala Martin. Martin tidak mau melarang apa yang istrinya lakukan karna menurut Martin kebahagiaan Keyla ialah prioritas utamanya.
Hendro kembali membungkukkan badannya pada Keyla, dan dia segera menarik tubuhnya kembali, "Sesuai perintah anda Nona muda." ucap Hen sembari membukakan jalan untuk para pembawa ketering itu. Dan mereka semua segera membawa paper bag yang dibawahnya di atas meja yang ada diruang itu. Pembawa katering itu berjalan perlahan karna menghindari serpihan kaca yang terburai dilantai. Keyla berjalan mendekati Martin sembari kembali memeluk tubuh kekar suaminya itu.
Tersenyum manja sembari menusuk dada bidang suaminya dengan jari telunjuknya pelan, "Sayang, biarkan mereka makan ya? Aku juga sangat lapar." ucap Keyla dengan suara terdengar mengoda.
"Apa yang dia bilang barusan? Dia pangil aku dengan sebutan sayang." Wajah Martin yang tadinya merona merah akhibat amarahnya kini wajah itu semakin berwarna merah tapi bukan karna rasa marah melainkan, karna Martin merasa bahagia setelah mendengar istri kecilnya memangilnya dengan panggilan sayang.
Martin membuang pandangannya tak berani menatap Keyla karna Martin takut Keyla melihatnya yang sedang bucin. "Terserah apa mau mu, sayank." sahut Martin dengan tak menoleh. Martin sangat bahagia sampai dia ingin lompat kegirangan tapi itu harus dia tahan. Tak mungkin CEO perusahaan sebesar MK GROUP melakukan hal konyol seperti itu.
Semenjak menikah, Keyla tidak pernah memanggil Martin dengan sebutan sayang jadi sangatlah wajar jika amarah Martin seketika leleh seperti bongkahan es yang terkena panasnya sinar matahari. Bahkan wajah malu-malu akhibat panggilan sayang istri kecilnya masih samar-samar terlihat Walaupun Martin sudah bersusah payah menyembunyikan wajah bucin ya dihadapan sang istri.
"Kalian semua boleh makan dan hukuman kalian resmi dibatalkan!"
"Terimakasih Nona muda." Sahut para perkerja itu dengan membungkukkan badannya. Mereka segera berjalan mengambil jatah makanannya yang telah Keyla pesan tadi.
Menatap Merlin, "Kenapa masih di sana! Cepatlah makan siang, aku sudah bebaskan hukuman mu " ucap Keyla dengan menyungingkan senyumanya. Setelah mendengar ucapan Keyla, Merlin segera mengambil nasi yang ada di atas meja dan segera bergabung dengan teman kerjanya lainya.
Beralih menatap Martin, "Sayang, ayo kita makan siang diluar!" Ajak Keyla sembari menarik tangan Martin lembut. Namun ketika Keyla hendak melangkah Martin segera menghentikan langkahnya.
"Tunggu!" Teriak Martin dan sontak Keyla membuang pandangannya menatap kearah suaminya.
"Ya! Ada apa?" Sahut Keyla singkat sembari memutar tubuhnya menghadap Martin. Tanpa bersuara Martin segera mengendong tubuh istrinya, Keyla hanya diam dengan apa yang dilakukan suaminya.
Mata semua pegawai melotot lebar saat melihat adegan romantis yang sedang terjadi dihadapannya, semua orang semakin berdecak kagum akan sikap romantis yang di tunjukkan oleh CEO mereka bahkan Pak Hendro pun ikut berjalan mengekor dibelakang Martin sembari mata masih menatap majikanya dengan terheran-heran.
Baru kali pertama aku melihat CEO sangat menjaga dan menyayangi seorang wanita. Bahkan sikap playboy yang pernah melekat padanya kini perlahan mulai sirna karna kedatangan Nona muda. Walaupun aku sering kali kesal dengan sikap Nona muda yang selalu bertindak seenaknya sendiri dan tak jarang Nona membuatku kerepotan dengan ulahnya. Tapi lepas dari semua itu, aku juga sangatlah bahagia melihat CEO bisa mendapatkan wanita sebaik Nona muda. Tak seperti mantan kekasih CEO sebelumnya. Mereka semua gila harta dan yang mereka inginkan hanyalah uang dan kemewahan saja.
Martin sengaja mengendong istrinya agar kaki putih dan jenjang istrinya tak sampai terluka, karna di lantai banyak sekali serpihan kaca yang bertaburan.