Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Lagi-lagi mengalah.


"Sayang, aku ada meeting penting hari ini! Apakah tidak bisa nanti saja?" Ujar Martin dengan mengigit bibir bawahnya. Keyla belum menjawab ucapanya, Martin sudah membayangkan wajah istrinya yang tengah merajuk membuatnya sudah kebingungan bukan main.


"Kau menolaknya?" Bicara dengan meloto. "nantik anak kita ngeces jika tidak dituruti." Rengek Keyla dengan wajah terlihat memelas.


Sungguh lucu perubahan wajah Bumud itu. Awalnya dia seolah-olah mau menerkam singa buas itu namun satu detik kemudian Keyla seakan tunduk dan merengek dibawah kakinya begitulah kira-kira perubahan wajah Keyla jika digambarkan. Keyla bicara dengan mata berkaca-kaca menatap Martin dengan wajah melasnya.


Menghela nafas panjang, "Hen! Pergilah kekantor lebih dulu dan tunda meeting nya selama dua jam!" Perintah Martin dengan melirik kearah Hen yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.


Membungkukkan badannya dibelakang Martin, "Baik tuan muda."


Selesai berpamitan pada Martin dan Keyla. Pak Hen melangkah keluar dari rumah itu dengan raut wajah kelihatan kesal. Karna jika sudah menyangkut tentang keinginan istrinya, Martin akan meninggalkan pekerjaan sepenting apapun demi membahagiakan istrinya.


Sejak bersama Nona muda, Tuan muda seringkali mengabaikan urusan kantornya demi menemaninya. Aku sangat bahagia karna Tuan muda bisa hidup bahagia tapi entah mengapa aku juga seringkali kerepottan jika sudah menerima perintah konyol dari Nona kecil. Dia selalu minta sesuatu yang membuatku tidak nyaman contoh kecilnya dia pernah memintaku mengambilkan boneka kelincinya yang tak sengaja ketinggalan dirumah. Gerutu Pak Hen sembari melangkah masuk kedalam mobil.


_ _ _ _


1 Jam kemudian.


"Sayang, sudah selesai belum? Aku sudah tidak tahan menahan rasa geli terlalu lama!" Gerutu Martin sembari mengigit bibir bawahnya mencoba menahan rasa geli pada ketiaknya. Keyla masih sibuk mengendus-endus bau ketiak suaminya yang tidak mengenakkan wewangian itu. Walaupun Martin tidak mengunakan deodorant namun baunya tetaplah harum karna gak mungkin ya CEO baunya asem kwkwk.


"Sudah cukup! Ayo berangkat kekantor." Ujar Keyla sembari meringis disamping suaminya. Tanpa Keyla mengucapkan untuk yang kedua kalinya Martin segera bangkit dari ranjang dan merapikan pakaiannya.


Mereka berdua berangkat kekantor bersama seperti biasanya.


Sesampainya di kantor Martin segera masuk kedalam ruangan meeting dan Keyla masuk kedalam kamarnya yang ada didalam ruangan Presdir.


Keyla menaruh tasnya di atas meja dan dia segera mengambil beberapa macam camilan kemudian dia menyalakan televisi dan menonton vilem kesukaannya itu namun beberapa saat kemudian dia mulai merasa bosan karna sudah hampir satu bulan lamanya hanya itu saja yang dia kerjakan setelah Martin sibuk dengan kerjaannya.


Keyla mulai mematikan televisinya dan dia segera menaruh camilan ke asalnya. Keyla keluar dari kamarnya dia melihat Martin sedang sibuk dengan berkas yang sedang dibacanya. Keyla menekuk wajahnya dan duduk di sofa yang ada didekat meja kerja Martin, Martin yang mengetahui istrinya sedang manyun sembari menatapnya itupun segera menutup berkas yang dibacanya dan berjalan menghampiri Keyla dengan tersenyum kecil.


"Sayang, Kenapa dengan wajah cantikmu itu?" Tanya Martin sembari berjongkok dihadapan Keyla.


"Bosan!" Ujar Keyla singkat sembari memanyunkan bibirnya dan membuang pandangannya. "Kakak, selalu sibuk berkerja dan tidak memperhatikan aku lagi! Jangan-jangan sudah bosan terus melihatku setiap hari." imbuh Keyla dengan beralih menatap Martin dengan mata berkaca-kaca.


Keyla tak bisa membayangkan jika hal buruk itu sampai terjadi karna dia sudah terlanjur mencintai suaminya itu hingga dia tak akan bisa jauh dari Martin walaupun hanya sebentar saja. Akhir-akhir ini Martin terlalu sibuk dengan urusan kantornya hingga lebih sering mengabaikan istrinya yang sekarang tengah hamil tiga bulan itu.


Semenjak menikah dengan Martin Keyla tidak pernah meminta apapun pada suaminya karna Martin sudah memenuhi semua kebutuhannya dari hal yang kecil dan sempeleh sekalipun tidak luput dari perhatian Martin. Bahkan bisnis Jordan pun sekarang berkembang semakin pesan dan hingga Jordan bisa kembali ke posisi awalnya. Perusahaannya sudah stabil hanya dalam hitungan bulan saja. Tentunya itu tak luput dari investasi yang Martin keluarkan dengan jumlah yang tidaklah sedikit.


Mendengar ucapan Keyla tadi, Martin duduk disamping Keyla dan memeluknya dengan lembut Karna dia merasa bersalah sudah mengabaikan istrinya yang sedang berbadan dua itu. Karna masalah korupsi yang menelan dana yang terbilang sangatlah besar itu sampai membuat Martin lupa dengan kewajibannya untuk selalu membahagiakan istrinya itu.


"Jagan bicara seperti itu sayang, kau adalah prioritas utama bagiku!" Bisik Martin dengan lembut ditelinga Keyla.


"Kak bolehkah aku berjalan-jalan keluar dari ruangan ini?"


"Tentu saja asalkan kau tidak sampai keluar dari kantor ini!"


"Baiklah, aku akan keluar sekarang." Ujar Keyla dengan senyum mengembang di bibirnya. Namun ketika Keyla hendak melangkahkan kakinya Martin segera menghentikan niatnya itu.


"Hen! Kemarilah!" Teriak Martin.


Pak Hen segera keluar dari ruangannya, ya ruangan Pak Hen yang berada persis disamping kamar Keyla hingga membuatnya tak perlu waktu lama untuk menghampiri Martin.


Pak Hen membungkukkan badannya dihadapan Martin, "Ya Tuan muda apa yang perlu saya lakukan?"


"Jaga istriku!" Ujar Martin sembari menatap kearah Keyla.


"Pak Hen akan ikut bersamamu!" Ujar Martin dengan menatap Keyla. Wajah bahagia yang tadi terpancar dari wajahnya itu perlahan-lahan mulai pudar karna dia tau jika Pak Hen ikut bersamanya maka dia tidak akan bisa bebas kesana kemari.


"Dia akan menguntit ku?"


"Dia hanya menjagamu tetap aman!" Jelas Martin.


"Aku tidak mau orang yang berwajah dingin itu mengikutiku seperti hantu." Gerutu Keyla dan lagi-lagi Martin kalah telak dengan permintaan istrinya itu.


"Hen, kembalilah berkerja!" Perintah Martin. Pak Hen pun segera kembali masuk kedalam ruangannya.


Jika bumud telah merajuk maka CEO keram itupun akan segera tunduk dengan bucin halu nya.