Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Mengetahui isi paper bag


Selama di dalam mobil Martin tersenyum senyum sendiri pastilah dia masih mengingat isi dari paper bag itu. Keyla masih menatap dari kaca jendela karena merasa kesal pada Martin, dia tak mau memberitahukan isi dari paper bag yang sudah lebih dulu dia lihat. Sedangkan Pak Hendro masih memfokuskan pandangannya menatap kearah jalanan yang mulai sepi itu. Karna waktu sudah menunjukkan malam hari sebelum pulang Martin sengaja mampir ke restoran untuk makan malam terlebih dahulu karna Martin tidak mau Keyla memasak makan malam untuk ya, Keyla sudah berbelanja dengan Sinta hingga sore hari jadi Martin takut jika Keyla akan kecapekan jika masih harus memasak makan malam untuknya.


Akhirnya mobil sudah masuk kedalam halaman rumah, setelah Pak Hendro membukakan pintu mobil Martin dan Keyla segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Ketik Hendro akan masuk kedalam rumah, Martin segera menghentikan langkahnya. "Pulanglah!" ucap Martin dengan wajah datar.


Membungkukkan badannya, "Baik Tuan, selamat malam." Martin segera masuk kedalam rumah, Hendro masih membungkukkan badannya sampai Martin pergi dan pak Hendro segera menutup pintu rumah itu kembali.


_ _ _ _


Di dalam rumah Keyla ternyata tidak masuk kedalam kamar tapi dia masih duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumahnya. Dia duduk dengan memasang wajah cemberut, Martin hendak menaiki anak tangga namun langkahnya segera terhenti saat menaiki anak tangga pertama, Martin menoleh kearah Keyla dan segera berbalik arah menghampiri istrinya yang sedang menekuk mukanya itu.


Duduk disamping Keyla sembari tangannya masih memegang erat paper bag itu, "Sayang kenapa tidak naik ke atas?" tanya Martin sembari menyilangkan tangannya di lengan Keyla, namun Keyla segera mengeser posisinya duduknya sedikit menjauhi Martin hingga pria itu hanya memeluk angin.


Membuang pandangannya, "Mana berikan padaku paper bag yang Mama kasih!" ucap Keyla dengan nada judes. sangat terlihat jika dirinya begitu kesal dengan sang suami.


Tersenyum tipis, "biar aku yang bawa, ayo kita naik keatas bukankah kamu belum membersihkan diri seharian." ucap Martin sembari berdiri dari posisi duduknya dan menatap kearah Keyla yang masih membuang pandangannya.


Keyla yang merasakan jika tubuhnya lengket karna sehari belum mandi segera ikut berdiri dengan kasar dari posisi duduknya. Dia tak melihat kearah Martin malah langsung nyelonong berjalan menaiki anak tangga sembari masih menekuk mukanya.


Martin hanya diam melihatnya dan ikut berjalan mengekor dibelakang Istri kecilnya yang tengah merajuk itu.


Jika kamu membukanya sekarang maka aku takut kamu akan membuangnya setelah melihat baju ini! Entah mengapa aku sangat menyukai Mama mertuaku itu, dia sangat pengertian sepertinya aku harus sering sering menyuruh Mama mengantarkan Keyla belanja di mall. Senyuman tipis mulai terlihat di bibirnya dan sangat jelas terlihat jika dia sedang tersenyum mesum.


Cklek,


Martin membuka pintu kamarnya dan dia menyapu isi kamar tersebut dilihatnya sang istri sudah tidak ada didalamnya Martin segera masuk kedalam kamar tersebut dan menutup kembali pintu kamarnya. Martin mendengar bunyi air dari shower didalam kamar mandi, ya itu Keyla sedang membersihkan diri di sana. Martin menaruh paper bag yang ada ditangannya di atas meja, dia segera mendudukkan tubuhnya di sofa dan membuka laptop yang ada dihadapannya itu.


Keyla keluar dari dalam kamar mandi dan dia mengenakan bath Robes sembari tangannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ada di tangannya, menatap kearah sofa dilihatnya Martin masih belum berganti pakaian dan masih sibuk memfokuskan pandangannya menatap kearah layar. Sembari masih mengeringkan rambutnya yang basah Keyla berjalan menghampiri Martin, Keyla segera mendudukkan tubuhnya di sofa kosong yang ada di samping suaminya Keyla menaruh handuk kecil yang ada di tangannya ke atas meja, dia sekarang telah meraih paper bag yang ada dihadapannya kemudian menaruhnya dipangkuan ya.


Martin segera menutup laptopnya dan beranjak berdiri, "Sayang aku mau mandi dulu! Kamu harus pakai baju pemberian Mama!" ucapannya bukan seperti permohonan namun lebih mirip seperti sebuah perintah dan kudu wajib dipatuhi, kira kira itu arti dari tatapan Martin pada Keyla.


Beralih menatap kearah Martin, "Apa aku harus pakai?" tanya Keyla sembari mengerutkan dahinya, Keyla masih belum tau jika ada kejutan besar yang sedang menunggunya didalam paper bag tersebut.


Tersenyum devil, "Tentu saja! Tapi jika tidak memakai pemberian Mama, berarti kamu sudah tidak menghargai keputusan Mama Sinta kan!" tegas Martin karna dia sangat tau jika Keyla tak akan suka jika membuat Mamanya kecewa. Tanpa tau isi dari paper bag yang sedang dipegangnya Keyla menganggukkan kepalanya dan mengiyakan apa yang suaminya katakan tanpa rasa ragu sedikitpun.


Setelah Martin masuk kedalam kamar mandi, Keyla segera membuka paper bag itu, Key memasukkan tangannya kedalam tas itu dan segera mengeluarkan isinya. Wajah Keyla seketika bingung akan bentuk lingerie yang berwarna merah itu dan dia segera berganti ke lingerie satunya dengan wajah kelihatan jutek dan kesal.


"Ini baju apa kenapa bentuknya sangat aneh dan baju kurang bahan seperti ini kenapa harus di jual sih! Apa ini, harganya mahal sekali" Mulut Keyla tak hentinya mengoceh apa lagi saat dia melihat harga dari baju yang sedang dia pegang itu dia semakin kesal karna menurutnya baju itu tidak pantas untuk dikenakan manusia. Wajah Keyla terlihat sangat masam, dan tubuhnya merinding seketika saat melihat lebih jelas bentuk lingerie itu.


Tanpa Keyla ketahui Martin membuka sedikit pintu kamar mandinya dan dia menahan paksa tawanya dari dalam kamar mandi. pria itu sampai memegangi perutnya saat melihat ekspresi wajah istrinya kecilnya yang terlihat begitu lucu dan begitu mengemaskan saat melihat baju yang sekarang ada ditangannya itu. Keyla membolak-balik baju itu namun bentuknya masih sama tembus pandang bahkan Keyla mendekatkan wajahnya pada lingerie warna hitam itu dilihatnya dengan sangat jelas jika dia bisa menyapu isi kamar itu dengan sangat jelas. Martin masih mengintip dari balik pintu kamar mandi, dia sampai mengigit bibir bawahnya karna tak tahan lagi menahan rasa tawanya saat melihat tingkah lucu dan polos istrinya itu.


"Persetan dengan baju ini! Suruh pakai, ya pakai saja. Toh aku gak akan mati hanya dengan memakainya, Paling paling urat malu ku saja yang akan putus setelah aku mengenakannya."


SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️


TINGALKAN JUGA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️ SETIAP KOMENTAR KALIAN SELALU SAYA SEMPATKAN UNTUK BACA YA, WALAUPUN SAYA TIDAK BISA MEMBALAS SEMUA KOMENTAR PARA READERS.


SERTA BERIKAN JUGA KRITIK DAN SARAN KALIAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊


SALAM HANGAT (KHAIRIN NISA)