Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Gejolak cinta CEO.


membelai lembut rambut Keyla, "Sayang, bisakah kita melakukannya?" ucap Martin dengan mimik wajah kelihatan memohon. Bahkan nafasnya mulai terdengar berat dia seakan sudah tidak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi. Tapi Martin tidak ingin menyakiti Istrinya dan dia lebih memilih untuk meminta ijin padanya padahal dia tau dengan sangat jelas, jika dia memiliki hak atas tubuh sang istri.


Keyla semakin bertambah dewasa bahkan sekarang dia sudah mengerti dengan kata kata yang diucapkan oleh suaminya, "Tapi aku takut!" jawab Keyla dengan sangat jujur bahkan terlalu jujur mungkin.


Raut wajahnya juga terlihat ketakutan bagaikan mau di eksekusi, Keyla sekarang tidur di dada kekar suaminya itu, Martin sangat menikmati saat-saat bersama Keyla. Tak lama kemudian Keyla mulai menarik tubuhnya dari dekapan suaminya.


"Kak, aku mau menemui Resni dulu," ucap Keyla. meminta ijin pada suaminya. Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Keyla, wajah Martin yang tadinya kelihatan tenang pun seketika tersulut api cemburu.


Alisnya mulai menyatu dia menatap kearah Keyla dengan tatapan membunuh, bahkan sorot matanya yang kasmaran kini tak terlihat lagi! Yang ada hanya hawa dingin yang terpancar dari sorot tajam matanya. Ruangan yang ber-AC itu menambah suasana mencekam didalam sana. Keyla mengigit bibir bawahnya karna melihat perubahan wajah Martin yang tiba-tiba terlihat sangatlah menyeramkan.


Baru saja dia tersenyum hangat padaku, kenapa moodnya cepat sekali berubah bahkan lebih cepat dari pada membalikkan telapak tangan! Keyla menatap kearah suaminya dengan wajah pias, Key memutar otaknya dengan sangat keras akhirnya dia menemukan cara untuk lolos dari pandangan sinis pria dihadapannya itu.


"Aku hanya ingin pamit pada Resni kak," ucap Keyla sembari bergelayutan di pundak Martin, Trik itupun berhasil Amar Martin yang hendak meledak itupun seketika padam dengan sangat cepat. Seperti kobaran api yang terkena siraman air dari pemadam kebakaran. Apinya sudah hilang namun masih meninggalkan asap nya.


Mencium bibir Keyla lembut, "Benarkah yang kau katakan? Jika kau berani berbohong habis kamu, sayang!" Ancam Martin sembari mengigit pelan telinganya sang istri. Sontak Keyla mengeser tubuhnya sedikit menjauh. Tubuhnya seakan merinding seketika.


Sial! dia selalu bertindak sesukanya, emangnya kamu pikir telingaku ini cake apa, bisa gigit seenaknya huh! Gerutu Key dalam hati. Dia lebih memilih memendam apa ya g sedang ia rasakan dari pada dia harus melihat wajah Martin berubah menjadi hewan buas yang siap menerkamnya kapan saja.


perlahan mulai menarik tubuhnya dari ranjang, Keyla berjalan keluar ruangan, Martin masih menatapnya dari belakang, pria itu terus menatap punggung istrinya yang mulai menjauh. Keyla membuka pintu kamar tersebut dan dia segera menutupnya kembali tanpa melihat pada Martin.


Keyla menghentikan langkahnya didepan ruang kosong yang terlihat mewah tersebut. Dia memegangi dadanya yang terasa aneh, jantungnya berdetak dengan sangat kencang seperti habis maraton. Keyla masih menyandarkan punggungnya pada pintu kamar tersebut.


Aku tak menyangka jika aku jatuh cinta padanya bahkan rasa cintaku pada Ferdi pun seakan menghilang bersama hembusan angin! Bagaimana bisa seperti ini, dulu aku sangat membencinya tapi aku tak percaya hanya karna para wanita Club itu mendorongku dia sampai mau memotong tangan mereka. Tapi aku masih belum mengetahui apapun tentang suamiku, identitasnya sangatlah mencurigakan apakah dia CEO mafia. Keyla masih sibuk bertanya tanya tentang perasaannya. Namun yang tak disangka Martin malah membuka pintu kamar itu tiba-tiba,


"Huaaaa!" Teriak Keyla dengan suara lantang ketika dia hendak jatuh kebelakang setelah pintu itu terbuka, dengan sigap Martin segera menahan tubuh istrinya agar tak terjatuh kelantai. Lagi-lagi Keyla jatuh dipeluk kan suaminya untuk yang kesekian kalinya.


Martin tersenyum kecil melihat wajah kaget sang istri, Keyla melotot menatap kearah Martin sembari memegang punggung pria itu erat-erat karna Keyla takut terjatuh. Dengan perlahan Martin mulai membantu istrinya itu berdiri.


Senyum menggoda, "Sayang apakah kamu sangat suka terjatuh dalam pelukanku?" senyum devil mulai terlihat dibibir manisnya.


Menelan paksa Saliva nya yang terasa getir, "Kau sendiri yang tiba-tiba membuka pintu dan membuatku terjatuh, kak!" balas Keyla sembari berdiri dengan tegap, dia membuang pandangannya jantungnya semakin bergetar hebat bahkan wajah malu-malu mulai terlihat. Martin mengigit bibir bawahnya saat melihat sikap imut istri kecilnya itu jika sedang mencoba mengelak.


Martin semakin mendekatkan wajahnya di wajah Keyla, Keyla yang mengetahui jika Martin hendak menciumnya pun segera menutup rapat matanya. Dia tak mengelak lagi seperti yang sebelumnya akhirnya dia menyerah pada cinta dan isi hatinya. Gadis kecil itu sekarang mulai dewasa dia bahkan sudah menyerahkan hatinya pada suaminya.


Nafas mereka saling beradu satu sama lain, Martin melingkarkan tangannya di pinggang keyla, namun ketika Martin hendak menciumnya tiba-tiba suara seseorang mulai terdengar dan mengagetkan mereka berdua.


"Hei! Apa yang kalian lakukan, apakah aku menganggu?" Suara yang tak asing ditelinga mereka berdua, Keyla dan Martin segera mengalihkan pandangannya menatap keasal suara tersebut, dilihatnya Sendy sedang berjalan mendekati mereka dengan wajah kelihatan curiga. Keyla menggeser tubuhnya sedikit menjauhi Martin, Martin hanya meliriknya saja tanpa komentar.


Sangat wajar jika Sendi merasa curiga karena Sendi jelas melihat adegan yang sudah gagal total bahkan sebelum dimulai. Sendi berdiri cukup lama melihat keduanya dari depan pintu! kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu tak menyadarinya sedari tadi.


Menatap kearah Keyla, "Pergilah!" perintah Martin singkat dengan nada suara yang terdengar sangatlah lembut.


Sendi menatap kearah Martin sorot matanya seakan menginginkan penjelasan atas apa yang Martin hendak perbuat tadi, Martin berjalan menuju sofa yang ada didalam sudut ruangan tersebut, lampu yang tadinya mati kini sudah terang kembali. Sendi ikut mengekor dibelakang Martin, dia juga ikut mendudukkan tubuhnya dengan pelan di sofa tersebut.


Untuk sesaat Martin terdiam, "Kenapa kau datang tanpa memberitahuku lebih dulu!" tanya Martin sembari menyilangkan kakinya.


Menatap kearah Martin, "Asistenku bilang sore tadi kau sudah sampai di bandara kota B. Dan kau membuat acara tanpa mengundangku!" sahut Sendi jika didengar dari nada bicara sangat jelas terlihat jika Sendi terdengar sangatlah kesal.


Karna untuk pertama kalinya Martin mengadakan acara di Club tanpa mengabarinya. Tentu saja Martin memang sengaja tidak mengajaknya karna Martin mengadakan pesta tersebut karna dia ingin mengetahui isi hati istrinya. Awal perjanjian Keyla tak ingin Martin mengumumkan tentang pernikahan mereka, Martin pun menjaga sebisa mungkin agar pernikahan itu tak sampai Didengar publik.


Tok tok tok!


Bunyi ketukan pintu dari luar ruangan tersebut.


Terlihat waiters datang membawah nampan berisikan satu botol Vodka, pelayan tersebut segera menaruh minuman itu di hadapan Sendi, terlihat beberapa wanita cantik ikut masuk kedalam ruangan tersebut. Seperti biasa tugas mereka menghibur para tamu yang datang ke Club tersebut. Para wanita itu tanpa disuruh dia langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Martin dan para wanita lainnya segera duduk disamping Sendi.


Menatap tajam kearah para wanita cantik itu, "Siapa yang menyuruhmu duduk!" bentak Martin dengan tatapan dingin. sontak para wanita itu segera menarik tubuhnya dari sofa tersebut. Bahkan wanita yang duduk disamping Sendi pun ikut menarik tubuhnya dari sofa. Para wanita itu baru saja bertukar jam kerja jadi mereka tidak mengetahui apa yang terjadi didalam ruangan tersebut sebelum mereka datang.


Apa ada yang salah dengan Martin, tidak biasanya dia menolak ditemani oleh wanita cantik ini. Apakah dia sedang terkena demam! Gumam Sendi dalam hati sembari menyeka jidat Martin dengan punggung tangannya.


Di tepis kasar oleh Martin dengan alis menyatuh, "Kau kira aku sakit!" bicara sembari menyandarkan punggungnya di sofa. Sangat jelas terlihat dari raut wajahnya jika Martin sedang merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Sendi barusan.


"Apakah istrimu yang melarang mu dekat dengan wanita lain? Kamu bahkan merahasiakan identitasnya dariku!" Gerutu Sendi. Hanya Sendi saja yang berani bicara seperti itu pada Martin, Sendi sudah berteman lama dengan Martin, hingga tak ada jarak diantara mereka berdua.


Menatap tajam kearah para wanita malam itu. "Kalian ingin mati! Cepat keluar!" Tanpa ba-bi-bu mereka semua segera berlari keluar dari ruangan tersebut, Walaupun dibalut makeup yang sangat tebal, wajah pucat pasih para wanita itu sangat jelas terlihat.


Ruangan itu terlihat kosong kembali, hanya menyisakan Martin dan Sendi. Untuk pertama kalinya Sendi menuangkan sendiri minumannya. Sendi mengambil botol alkohol tersebut dan menuangkan isi minuman itu kedalam cawan ya. Ketika Sendi hendak menuangkan minuman itu kedalam cawan yang ada dihadapan Martin seget ditolak oleh Martin.


"Aku sedang tidak ingin minum!" Ucapnya. Tentu saja Martin harus melakukan hal itu karna Keyla Memang tidak suka dengan bau alkohol yang menyengat.


"Apa aku tidak salah dengar?" Ucapnya dengan tersenyum tipis, "Kenapa Keyla tadi disini! Bukankah dia seharusnya ada diruang sebelah!" tanya Sendi yang masih kephoo dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu.


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️


SEHABIS BACA JANGAN LUPA TINGALKAN LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️


BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊


KLIK FOTO PROFIL SAYA DAN IKUTI AKUN MANGATOON SAYA SERTA IKUTI SETIAP KARYA SAYA TERIMAKASIH.