
Para penjaga itu segera berlari menolak Resni, Keyla keluar dari persembunyiannya. Dia membuka gagang pintu itu dengan perlahan, dia masuk kedalam ruangan yang terlihat ramai itu, ruangan VIP yang sangat besar dan megah bahkan banyak wanita cantik dan seksi yang berkeliaran hanya mengunakan bikini saja. Keyla menutup kepalanya dengan tas dia bersembunyi dibalik sofa, tubuh Keyla bergetar karna baru kali pertama dia melihat adegan yang sangatlah menyiksa kepolosan matanya itu.
Sial! Ruangan apa ini, kenapa para wanita itu tak memakai baju mereka seperti sedang berjemur di pantai saja. Apakah mereka tidak merasa kedinginan sedikitpun, apakah mereka tak sanggup membeli baju! Atau mungkin urat malu mereka sudah putus. Mereka bahkan berlenggak lenggok seperti orang gila. Huh! Para wanita itu bahkan tidak merasa malu sedikitpun padahal para lelaki hidup belang itu sedang menatapnya. Gerutu Keyla dalam hati. Dia terus saja merapalkan mantra hujatan dari bibir imutnya.
Kasian sekali gadis kecil itu dia harus melihat pemandangan yang sangat menyiksa, dia bahkan melihat para tamu itu sedang bermesraan didepan matanya. Tapi dia tetap bertahan didalam ruangan tersebut karna dia masih belum menemukan tujuannya masuk kedalam ruangan itu.
Keyla masih bersembunyi dibelakang sofa, tidak ada yang melihatnya karna ruangan tersebut minim cahaya, bahkan sofa tempat Keyla bersembunyi pun ada disudut ruangan tersebut. Mata Keyla menyapu seisi ruang tersebut dari balik sofa dia masih tak menemukan keberadaan suaminya. Keyla masih tak menyerah bahkan dia mengigit bibirnya kuat-kuat agar tak sampai muntah didalam ruangan tersebut.
Tubuh Keyla merinding seketika saat melihat para wanita itu melakukan adegan tidak senonoh didepan mata polosnya. Keyla membuka resleting tas jinjing ya, dia mengeluarkan masker dari dalam tas tersebut dan segera memakainya. Keyla tak bisa melihat dengan jelas dari jarak jauh karna ruangan tersebut sangatlah remang-remang. Ketika Keyla hendak berdiri dari posisi duduknya dia malah melihat sekertaris suaminya membuka pintu ruangan tersebut.
Keyla mendudukkan kembali tubuhnya dan bersembunyi dibalik sofa untuk yang kedua kalinya. Pak Hendro menghentikan langkahnya tepat didepan sofa Keyla bersembunyi.
membungkuk badan sebelum bicara, "Tuan Muda tadi ada nona Resni pingsan didepan." ucap Hendro sembari duduk tak jauh dari Martin.
"Lalu!" Jawab Martin singkat dengan nada suara terdengar dingin.
"Nona muda juga sedang ada di sini! Karna sekolah nona muda mengadakan party kelulusan di ruangan sebelah," ucap Hendro. Tanpa menjawab Martin hanya diam entah apa yang sedang pria itu lakukan di sofa tersebut.
Dasar bajing** selama hampir 2 Minggu aku menunggumu seperti orang gila, sampai aku tak berselera makan setiap harinya karna menunggu akan kedatanganmu, ternyata ini yang kamu lakukan di belakangku! Kamu main main sama wanita lain. Dan aku begitu bodohnya malah menunggumu di rumah tanpa merasa lelah, lihat apa yang aku lakukan setelah ini. Gumam Keyla sembari mengepalkan jari-jari tangannya dengan sangat erat.
Keyla mengintip dari balik sofa dilihatnya Martin sedang duduk dengan empat wanita cantik, seksi dan lebih parahnya lagi wanita itu hanya mengunakan bikini saja, bahkan dada mereka kelihatan begitu montok dan pasti para pria akan tergoda oleh bentuk badan mereka yang aduhai.
Salah satu wanita sedang menyodorkan segelas minuman Vodka kepada Martin, Tanpa merasa keberatan Martin langsung menerima gelas tersebut dan meminumnya hanya dengan sekali teguk saja gelas tersebut sudah kosong. Dan ketiga wanita lainnya sibuk Merayu CEO ganteng dan kaya itu.
Hati Keyla seketika terbakar api cemburu saat melihat adegan didepan matanya itu, dia sama sekali tak menduga jika Martin akan mengkhianatinya. Salah satu wanita yang ada disamping Martin berbisik dengan nada yang begitu mesra.
Jantung Keyla bergemuruh seketika seperti suara petir yang menyamba-nyambar, air matanya jatuh begitu deras membasahi kedua pipinya, seperti air hujan yang jatuh begitu derasnya dan membasahi seluruh bumi. Hati Keyla yang tadinya terang, kini menjadi gelap gulita bagaikan bumi yang tanpa ada sedikitpun penerangan cahaya. Jantungnya bergetar begitu hebatnya bukan karna dia sedang jatuh cinta! Tapi karna dia mencoba menahan emosinya yang sedang tidak stabil, kini rasa kalut, resah, tersakiti dan merasa di khianati menjalar keseluruhan tubuhnya rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya rasa cemburu begitu menyiksanya hingga dia mulai kesulitan bernafas, terlihat beberapa kali dia menghirup nafas panjang dan kemudian menghembuskan ya kembali.
Tanpa sengaja Keyla menangis sesenggukan dibelakang sofa yang diduduki oleh suaminya itu. Keyla segera berdiri dari posisi duduknya dengan kasar, ketika dia hendak berlari keluar dari ruangan tersebut tangan seseorang tiba-tiba menarik kasar pergelangan tangannya.
Bukk!
Keyla jatuh dengan kasar di pangkuan seseorang. Keyla yang masih menutup mata, pelan-pelan mulai membuka matanya dilihatnya ternyata sang suami yang telah menarik kasar tangannya. Ketika Keyla hendak bicara, para wanita yang tadinya berada disamping suaminya itu segera berdiri dengan kasar.
Para wanita itu menatap Keyla dengan sorot mata tajam, merek berempat segera menarik tubuh Keyla dengan kasar dari pangkuan Martin. Pasti kalian bertanya-tanya kenapa para wanita itu berani sekali melakukan hal bodoh seperti itu. Pak Hendro sejak awal mengetahui jika Keyla bersembunyi dibalik sofa, dia segera memberi pesan singkat pada Martin dan memberitahukan hal tersebut. Ketika Keyla hendak berdiri dari posisi duduknya, Pak Hen yang sedari tadi melirik kearah Keyla pun sontak menarik tubuhnya dari sofa. Saat Martin menarik tangan Keyla, semua wanita seksi yang ada disamping kirinya tak melihat adegan tersebut. Dan para wanita itu mengira Keyla sendiri yang dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya dipangkuan Martin, karna sebab itu para wanita itu berani bersikap kasar pada Keyla.
Keyla terlempar kelantai dengan sangat keras, Martin dan Hendro yang mengetahui hal tersebut pun segera menolong Keyla. Semua orang yang sedang berpesta pora didalam ruang tersebut pun seketika membisu karna melihat Martin yang seperti sedang emosi.
Bahkan musik yang tadinya bergema di ruangan tersebutpun seketika mati setelah Pak Hen memberikan isyarat tangannya Martin melirik tajam kearah keempat wanita yang tadi mendorong istirnya itu kelantai dengan tatapan membunuh.
JANGAN LUPA BERI VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
SELESAI BACA JANGAN LUPA TINGGAL LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS SOPAN DAN WAJAR MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊 JANGAN