Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Acara Pernikahan Part 2


Gadis itu masuk kedalam kamarnya sembari menghentak-hentakan kakinya. Martin tersenyum kecut melihat tingkah Keyla yang lagi-lagi mengabaikan dirinya sembari berdecak kesal. "Awas saja. Tunggu pembalasanku! Ingin rasanya segera mencekik lehernya." Ancam Martin sembari mengepalkan jari-jari tangannya dengan erat


Sinta yang mengetahui sifat Keyla, segera menyusulnya masuk kedalam kamar putrinya dan melihat Gadis itu duduk di sofa yang ada didalam kamarnya dengan wajah yang kelihatan jutek. para pelayan yang sibuk merapikan peralatan makeup dan baju pengantin pun segera mengarahkan pandangannya pada calon Pengantin kecil itu. Tak lama kemudian Bik Ina menyuruh para pelayan itu menunggu diluar kamar!


Kini didalam kamar hanya ada ibu dan anak, suasana terlihat sunyi didalam kamar Gadis itu, Key masih membuang mukanya seperti enggan melihat Sinta "Sayang!" Sapa Sinta sembari melangkah pelan mendekati sang putri yang tengah merajuk.


Namun Gadis itu masih diam tak mau menjawab ataupun melihat Sinta.


"Sayang, segeralah mandi dan bersihkan dirimu. Bukankah ini pernikahan yang paling kamu dambakan? Lalu kenapa kamu masih belum bersiap juga!" Tanya Sinta sembari membelai lembut rambut Gadis itu.


"Aku memang ingin menikah Ma, Tapi bukan dengan Pria itu! Dan tidak secepat ini" Rengak gadis itu dengan wajah memelas


"Aku masih kecil Ma, Bagaimana dengan masa depanku nanti? Aku masih ingat melanjutkan kuliah dan bersenang-senang dengan teman seumuran ku!" Ucap Gadis itu dengan mata berkaca-kaca dan menatap wajah Mama nya dengan tatapan sendu. Ucapan Keyla terdengar sangat polos hingga membuat Sinta berusaha keras menahan air matanya.


Bukan hanya Keyla, bahkan Gadis lainnya juga akan menolak dengan alasan yang sama. Bahkan Gadis itu belum pernah berpacaran bagaimana mungkin dia bisa hidup dengan orang asing atau paling tepatnya dengan orang yang paling ingin dia hindari!


"Tapi sayang! Kamu sendiri yang memberikan Kak Martin Syarat pernikahan dan sekarang sudah dia berikan pernikahan yang persis seperti ada didalam khayalan mu. Bahkan tanpa kekurangan sedikitpun" Tutur Sinta sembari menyeka air mata sang putri perlahan.


"Tapi Mama ikut membantunya! Ini tidak adil untuk Key Ma."


DEK. .


Seakan ada hantaman yang keras yang langsung mengenai jantung Gadis itu. Air matanya berhenti seketika. tubuhnya seketika kaku, Gadis itu mengingat perjanjiannya dengan Martin.


"Ma! Bisa tolong panggilkan Kak Martin sebentar?" Bisik Gadis itu ditelinga Sinta dengan nada lirih


"Key tidak akan membuat keluarga kita hancur hanya karena keegoisanku!" Imbuh Keyla.


Entah mengapa air mata Sinta sudah tak bisa dia bendung lagi. Sinta menangisi nasib putri bungsunya yang harus mengorbankan masa remajanya demi menjaga nama baik keluarga besarnya. Padahal Jordan sudah memperingatkannya untuk tidak mengeluarkan air matanya dihadapan putrinya! Tapi apalah daya hati seorang Ibu sangatlah lembut hingga dia tak sanggup melihatmu Anak-anaknya menderita.


ini semua dilakukan demi masa depan putrinya juga. Begitu kira-kira pikir kedua orang tua Gadis itu.


Sinta melepaskan pelukannya perlahan, sembari mengecup pelan kening anaknya dan berlalu pergi meninggalkannya. tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamar tersebut.


Tok. . tok. . tok. .


Ketuk Pak Hendro dari luar kamar Keyla.


Ya tentu saja bukan Martin sendiri yang mengetuk pintu kamar itu, mana mungkin orang Kaya dan arogan sepertinya mau melakukan hal sempeleh seperti itu. Dia bahkan sering bertindak lebih konyol lagi dari ini. " Masuk!" Jawab Keyla singkat dari dalam kamarnya.


Pak Hendro segera membukakan pintu untuk majikanya. . setelah pintu terbuka lebar. Keyla menyungingkan sebelah senyumnya. .


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA.


SERTA JANGAN LUPA BERI VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️☺️