
Bagaikan terkena Sambaran petir di siang bolong! Keyla yang tadinya sibuk memainkan ponselnya kini segera membuang pandangannya menatap kearah Martin yang sedang sibuk memainkan laptopnya. wajahnya terlihat pucat pias sampai ponselnya jatuh kelantai karna kaget mendengar ucapan yang dilontarkan suaminya barusan, " Kamu bilang apa barusan!" Tanya Keyla dengan nada putus-putus
Martin menutup laptopnya dan ganti menatap Keyla "Kamu tidak salah dengar! Nanti akan ada pelayan rumahku yang mengemasi barang-barangmu!" Ucap Martin menegaskan dengan mimik wajahnya terlihat serius.
Setelah mendengar ucapan Martin, Keyla segera berdiri dari posisi duduknya dengan kasar " Aku tidak mau Pindah ke rumahmu! yang menyeramkan itu. Bahkan didalam rumahmu itu seperti tidak pernah ada kehidupan, rumah yang begitu mewah tapi mengapa terlihat begitu menyeramkan bagaikan rumah hantu!" Ucapan Keyla seperti telak yang dihujamkan langsung mengenai otak orang yang mendengarnya.
Sorot mata Martin berubah dingin dan segera menarik keyla kedalam pangkuannya, gadis itu refleks terduduk dengan kasar dipangku Suaminya! "Jika kamu tidak mau pergi dari rumah ini! Aku akan mengusir keluargamu keluar dari rumah ini!" Ancam Martin dengan mencubit dagunya.
Memangnya sekaya apa pria ini sampai dia memiliki kekuasaan sebesar itu? bukankah dia hanya berkerja sebagai penghibur saja! Atau mungkin aku sudah salah mengartikannya! " Sebenarnya apa pekerjaan mu! Sampai kamu memiliki banyak uang dan kekuasaan!" Ucap Keyla dengan perlahan mulai berdiri namun segera dihentikan oleh Martin dan membuatnya terduduk kembali.
"Lain kali kamu akan tau sendiri!" Ucap Martin berbisik lirih di telinganya. membuat gadis itu merinding seketika.
Kasian sekali gadis malang itu! Dia tidak tau sedang berhadapan dengan orang seperti apa. Bahkan di kota itu tidak ada siapapun yang berani membantah perintahnya ataupun mencoba mencari gara-gara dengannya. Keyla adalah orang pertama yang berani menentang perintahnya dan berbicara tidak sopan dengannya. Entah apa yang sedang direncanakan Martin hingga dia sampai sesabar itu menghadapi tingkah istrinya.
Tok. . Tok. . Tok. .
Bunyi ketukan pintu diluar ruangan seketika membuyarkan suasana mencekam yang ada didalam kamar itu! Keyla refleks menarik tubuhnya berdiri dari pangkuan suaminya setelah mendengar seseorang mengetuk pintunya dari luar. Namun lagi-lagi dihentikan oleh Martin dan mengambil kesempatan itu untuk mengerjainya! "Jika kmu mau membuka pintu, Cium aku lebih dulu!"
Keyla segera bergidik geli mendengar ucapan Martin, memangnya kalau kamu suruh aku cium aku harus menuruti mu apa! Dasar pria bermuka tembok bisa-bisanya meminta sesuatu yang aneh seperti itu dengan wajah biasa saja! Aku sangat ragu apakah kamu masih memiliki rasa malu.
Tok. . tok. . tok. .
Pelayan yang menunggu didepan pintu kembali mengetuk pintu itu untuk yang kedua kalinya, Karna belum ada jawaban dari dalam kamar tersebut. "Biarkan aku duduk sendiri, jika aku tidak boleh membuka pintu!" Ucap Keyla dengan mengepalkan tangannya.
"Aku tidak memaksamu mencium ku! Aku hanya iseng mengatakannya saja."
Haha. . sungguh konyol kata-katanya barusan! Dia bilang hanya iseng tapi kenapa kamu menahan ku untuk berdiri bukankah ini seperti pemaksaan namanya! Bisa-bisanya dia mengatakan kata-kata konyol seperti itu.
Dengan terpaksa gadis itu menuruti permintaan suaminya karna dia pasti sangatlah malu jika sampai pelayan melihatnya berada dipangkuan suaminya! entah apa yang akan mereka pikirkan tentangnya. Begitu kira-kira arti dari sorot matanya.
Persetan denganmu!
Cup.
"Kamu berani! mengambil kesempatan untuk menciumiku!" Ucapannya terlihat dingin tapi entah mengapa wajahnya malah terlihat bersinar bahagia seperti terkenal sinar matahari pagi.
Dasar orang tak tau malu! Bukankah dia sendiri yang menyuruhku menciumnya, bisa bisanya dia bertindak seolah-olah aku yang memaksakan diri untuk menciumnya! Ya ya wajahmu memang sangatlah menawan, tapi aku sungguh berdoa agar sekali saja dalam hidupku ini bertemu orang tak tau malu sepertimu.
"Sampai kapan kamu akan terus duduk dipangkuan ku? Apakah kamu begitu suka padaku sampai kamu tidak mau duduk sendiri! Pergilah jangan ganggu aku." Ucap Martin dengan wajah merenggut tapi terlihat senyum tipis diwajahnya. Jika dilihat dari caranya tersenyum dia sangatlah puas melihat wajah merenggut Keyla yang terlihat imut itu menurutnya.
Dasar kampret! Kamu sendiri kan yang tadi menahan ku berdiri! Kenapa sekarang jadi menyalahkan aku begini sih. Seolah-olah aku yang mempunyai inisiatif sendiri untuk duduk di pangkuannya! Berdecak kesal, dia segera berdiri dengan mata melotot dan berjalan kearah pintu. Martin tersenyum semakin lebar dia begitu puas melihat wajah istrinya yang sedang merajuk.
Keyla membuka pintu kamarnya perlahan dan dilihatnya Bik Ina sedang berdiri sembari membungkukkan badannya dan menyuruhnya segera turun kebawah untuk makan pagi. tanpa menjawab Keyla tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Pelayan itu segera membungkukkan badannya kembali dan segera berlalu pergi dari hadapannya. Keyla menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Martin yang masih tak bergeming menatapnya.
"Mama, Papa! Menyuruh kita untuk sarapan di bawah," Ucap Keyla ketus dengan wajahnya terlihat tidak bersahabat.
Martin segera berdiri pelan dari posisi duduknya dan berjalan dibelakang Keyla menatap punggung gadis yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Setelah sampai di meja makan Keyla mengarahkan pandangannya kearah sekertaris Martin yang sudah lebih dulu dimeja makan.
Pak Hendro menarik kursi di samping Sinta untuk Keyla duduki. Setelah Keyla berjalan mendekati Pak Hendro segera membungkuk tubuhnya dihadapan Keyla. "Pak, saya masih punya tangan! Jadi tidak perlu anda membantu saya untuk duduk." Tegas Keyla dengan nada suara terdengar sopan karna kedua orangtuanya sedang mengawasinya seperti memberikan peringatan agar dia tidak macam-macam.
Membungkuk badan sebelum bicara! "Ini sudah menjadi tugas saya Nona!" Ucap Hendro dengan beralih melangkah mendekati kursi kosong di samping Jordan dan menariknya untuk Martin duduki. Segera membungkuk badan setelah Martin berada dihadapan, setelah melihat majikanya duduk Pak Hendro membungkukkan badannya lagi dan berdiri disampingnya dengan pandangan lurus kedepan.
Keyla melihat hidangan yang begitu banyak dimeja makan " Ma! Kenapa begitu banyak makanan memangnya siapa yang akan datang berkunjung ke rumah kita? Ma,"
"Tentu saja hidangan ini untuk suamimu sayang!" Ucap Sinta dengan melihat Martin dan tersenyum renyah. Membuat Keyla berdecak kesal.
Keyla hanya diam mendengarkan ucapan Sinta, karna dirinya sudah sangatlah lapar seperti biasa Keyla mengambil porsi banyak didalam piringnya! Sudah seperti kuli bangunan saja gadis itu jika sedang makan. bahkan dia sampai makan 2 piring penuh nasi karna tak ingin menyia-nyiakan hidangan lezat yang ada dihadapannya itu.
Martin tak heran melihat porsi makannya karna dia sudah diberi tahu Jordan lebih dulu, agar tidak kaget setelah hidup dengan Keyla nanti. Semua orang selesai makan begitu juga dengan Keyla.
"Pa, kemarin aku sudah memberitahu jika setelah menikah aku dan istriku akan pindah dari rumah ini!" Ucap Martin dengan melirik Keyla.
"Tentu saja Nak! Papa dan Mama sudah mengizinkannya." Ucapan Jordan seperti ditunjukkan pada putrinya karna sorot tajam matanya yang mengarah ke Keyla seperti sebuah peringatan agar dirinya tak membantah keputusannya barusan.
Mati anak ayam! Kenapa Papa menatapku seperti itu sungguh sangat menakutkan! Kumohon Pa, Jangan biarkan aku diculik olehnya!