Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Pertengkaran Pagi Hari Part 1


Dengan perlahan dan hati-hati, Martin menaruh bantal dibawah kepala Keyla! Jika dilihat dari sorot matanya Martin seperti menyayangi Keyla dan ingin menjaganya. Begitu kira-kira arti dari sorot mata pria tampan itu. Tapi siapa yang tau isi hati orang sepertinya! Bisa saja berubah sewaktu-waktu, bukankah ada yang aneh dari awal dia mengajak Keyla menikah, sedangkan Martin dan Jeni sudah kenal begitu lama! Semoga saja nasib baik selalu berpihak pada Gadis polos yang sedang tertidur lelap itu.


Mata Martin seketika terbelalak melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu, dan tubuhnya seketika bergidik geli, melihat kebiasaan tidur Keyla yang sangat tak lazim itu. Dia sama sekali tak menduga, jika wanita yang tadi dia nikahi! Bukan hanya menyayangi boneka kecilnya saja tapi bahkan ini lebih gila lagi, hal yang dilakukan oleh gadis kecil itu bahkan tak pernah dibayangkan sedikitpun oleh Martin. Mungkin saja hanya dia yang bisa bersikap konyol dengan boneka kesayangannya itu.


Dengan Mata masih terpejam! Keyla yang tadinya hanya mendekap bonekanya itu, kini mulai memainkan tangannya dan menggerayangi Bonek kelincinya, terlihat beberapa kali dia mengendus-endus bonekanya seperti mencari sesuatu dari Bonek itu, ternyata benar, Keyla sedang mencari telinga panjang kelinci kesayangannya itu. Setelan dia menemukan telinga kelinci itu, dengan mata masih terpejam dia memasukkan telinga bonekanya kedalam mulutnya, dan menghi**pnya. Jika dilihat dari ekspresi wajahnya, Keyla sangatlah telihat menikmati apa yang sedang dia lakukan. bahkan Keyla mendekap boneka itu semakin erat seperti tak mau dipisahkan oleh boneka kesayangannya itu. Sangking asyiknya dia dengan Cici, dia bahkan lupa jika kini ada penghuni baru di dalam kamarnya itu.


Yang tak lain ialah Martin, orang yang main Raja dan Ratu dengannya seharian.


Martin masih menatap Keyla dengan wajah tak percaya, bagaimana mungkin anak orang terpandang sepertinya bisa melakukan hal segila itu! bahkan Martin mulai menggeser posisi tidurnya menjauhi Keyla, wajahnya terlihat sedang tidak baik-baik saja bahkan dia seperti menahan sesuatu, terlihat keringat mulai mengucur dari dahi dan mulai membasahi pipi putihnya itu, Martin memegangi perutnya karna mulai merasakan ada yang sedang mengaduk-aduk perutnya! wajahnya malai terlihat pucat pias, dia mulai terganggu dengan aroma khas boneka Keyla, walaupun boneka itu sudah di cuci pelayan rumah Martin sekitar 4 bulan yang lalu.


Pria itu terlihat mengembung kan mulutnya, dia segera berdiri kasar dari posisi tidurnya dan berlari memasuki kamar mandi dengan satu tangannya memegangi perutnya yang terasa mual itu, satu tangannya lagi memegangi mulutnya dengan wajah pucat pias dan berkeringat dingin. Setelah ada didalam kamar mandi Martin segera berlari menuju wastafel dan mengeluarkan semua makanan yang tadi sempat dia makan.


Setelah dirasa semua makanan yang ada didalam perutnya sudah keluar semua, Martin berjalan pelan keluar dari kamar mandi dan berdiri didepan pintu kamar mandi dengan sorot matanya terlihat kesal menatap arah istrinya yang sedang tertidur pulas itu.


"Huh! Ingin sekali aku bakar boneka kesayangannya itu, sebenarnya dia berasal dari planet mana sih? Kenapa tingkahnya sangatlah aneh jika sudah menyangkut boneka Babinya itu!" Gerutu Martin kesal dengan berjalan pelan menuju sofa yang ada di bawah ranjang Keyla. Setelah tiba di sofa Martin mendudukkan tubuhnya kasar dan tangannya masih memegangi perutnya yang yang masih terasa mual itu. "Bahkan aku mulai meragukan, apakah dia benar adik kandung Jeni? Kenapa tingkahnya sangatlah berbeda dengan kakaknya yang terlihat anggun dan elegan!"


_ _ _


Pagi hari.


Martin sedang duduk di sofa, dia sedang berkerja dengan laptopnya! Dia segera mengalihkan pandangannya menatap sinis kearah Keyla.


Plap. . Keyla membuka matanya perlahan dan mengucek kedua matanya, dia melihat Martin yang sedang duduk di sofa dengan memakai pakaian santai, tanpa merasa berdosa Keyla duduk dari posisi tidurnya perlahan dan menyapa Martin dengan wajah polosnya.


" Pagi. . Kak! Masih jam 06.00 kamu sudah kerja dan berpakaian rapi?" Keyla melihat dengan menoleh kearah jam weker yang ada diatas lacinya.


"Cepat bangun! Dan buatkan aku kopi."


"Aku baru bangun Kenapa kamu sudah seperti kebakaran jenggot! Apakah semalam tidurmu kurang nyenyak?"


"Bagaimana mungkin aku bisa tidur! Jika aku melihatmu bermain dengan boneka **** mu itu? Sungguh membuat mata ku sakit!"


"Cici itu kelinci cantik kau dengar! Dia bukan ****!" Cetus Keyla dengan wajah berapi-api, dia mulai berdiri kasar dari posisi tidurnya dan berjalan mendekati Martin.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️