
Martin hendak membantu Keyla berdiri, namun segera ditepis kasar oleh Keyla. Keyla menangis tersedu-sedu, dia masih duduk dilantai Club tersebut dengan menundukkan pandangannya air mata terlihat mengalir deras di pipi putihnya. Martin semakin geram kepada keempat wanita yang dengan sengaja mendorong istri kesayangannya hingga tersungkur kelantai.
"Hen! Potong tangan mereka!" Perintah Martin dengan tak menatap kearah asistennya itu. Martin masih berjongkok dihadapan Keyla. Tapi mata Martin melirik tajam kearah keempat wanita seksi itu.
Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Martin, Pak Hendro segera menyuruh para bodyguard yang sedari tadi berdiri dibelakangnya itu untuk menghampiri keempat wanita yang tadi mendorong nona mudanya itu. Tanpa merasa ragu para bodyguard itu perlahan mulai beranjak dari posisi berdiri, mereka menghampiri keempat wanita seksi itu.
Tubuh para wanita itu bergetar seketika saat para pengawal itu berjalan menghampiri mereka. Bahkan mereka saling berpegangan tangan dengan sangat erat, tubuhnya gemetaran tak ada satupun dari mereka yang berani menegakkan kepalanya, mereka tertunda dengan menangis tersedu-sedu.
Ketika para pengawal itu hampir tiba dihadapan para wanita. Kaki mereka seakan kehilangan penopang nya, lurut mereka terasa lemas seketika hingga mereka jatuh dan terkulai lemas dilantai.
Tuan muda, tolong jangan potong tangan kami, saya sangat menyesal telah melakukan hal bodah seperti itu! Kami tidak akan mengulanginya lagi untuk yang kedua kalinya. Nona kumohon maafkan kecerobohan kami berempat, saya tida mengetahui jika nona mengenal CEO. Setelah mendengar kata-kata CEO mata Martin seketika melotot tajam, sorot mata membunuh mulai terlihat lagi. Para wanita itu segera menutup mulutnya rapat-rapat setelah melihat sorot mata Martin.
Mengangkat kepalanya, "Apa mereka bilang, Martin adalah CEO! Apakah telingaku tidak salah dengar. Bagiamana mungkin pria pengangguran ini adalah CEO, aku juga sangat mencurigai statusnya Kenapa semua orang di kota ini sangat menghormatinya." Gerutu Keyla dalam hati. Namun seketika lamunanya pecah saat mendengar rengekan para wanita yang tadi sempat mendorongnya.
Nona, tolonglah kami, Jagan biarkan kami kehilangan tangan kami. Kumohon berbelas kasihlah pada kami, nona. Rengek para wanita itu bersahut-sahutan.
Mereka meminta pertolongan pada Keyla, karna para wanita itu tau jika kata kata Martin tidak akan pernah dibantah oleh siapapun didalam kota tersebut. Sekarang harapan mereka satu satunya ialah, wanita yang mereka dorong tadi.
Suasana di ruangan tersebut terlihat mencekam. Bahkan semua orang yang ada didalam ruangan tersebut hanya diam dan melihat apa yang akan menimpa wanita malam itu. Tak ada satupun dari mereka yang berani bicara tak terkecuali para pengusaha besar lainnya yang ikut dalam acara pesta itu hanya diam melihatnya. Bukan karna mereka tak mau menolong para wanita itu, tapi karna mereka lebih memilih menyelamatkan hidup mereka sendiri.
Martin menatap Pak Hen dengan alis menyatuh. Saat Pak Hen melihat sorot mata majikanya itu dia langsung membungkukkan badannya. Pria itu seperti mengerti apa yang diinginkan oleh majikannya.
Seperti ada ikatan batin diantara keduanya, bahkan tanpa Martin bicara, Hendro sudah mengerti apa yang harus dilakukannya selanjutnya hanya dengan melihat sorot mata CEO garang itu.
Hen melangkah kakinya mendekati para wanita yang sekarang sudah dipegangi oleh para pengawal itu. Hen menghentikan langkahnya tepat didepan salah satu wanita Club itu, dan keempat wanita itu segera berdiri dari posisi duduknya mereka sekarang telah berhadapan dengan sekertaris yang terkena kejam dan tak tau ampun itu.
keempat wanita itu hanya bisa menutup rapat-rapat matanya dengan bibir bergetar, mereka seakan pasrah dengan apa yang hendak dilakukan oleh pak Hendro padanya.
Keyla mengangkat sedikit kepalanya dan dia kini melihat Pak Hen yang sudah mengangkat tangannya di udara, Keyla segera berdiri dengan kasar dari posisi duduknya. Dia melangkah panjang menghampiri Pak Hendro, wajahnya sangat terlihat jika dia sedang tersulut amarah, Keyla tidak pernah suka melihat kekerasan dihadapannya apa lagi ini adalah wanita.
Sial, apakah dia mau menampar wanita! Aku harus menghentikannya, ruangan ini sangatlah ramai tapi kenapa mereka semua hanya jadi manekin yang tak memiliki nyawa. Bahkan tak ada satupun dari mereka yang ingin menghentikan adegan gila ini. Apakah jika si mesum itu bilang satu kata yang tidak masuk akal, lalu tanpa berfikir mereka akan menurutinya. Apakah tangan kami para manusia itu seperti, cakar akan yang bisa di Potong lalu dimakan. gerutu dalam hati sembari melangkah panjang mendekati Pak Hen. Sedangkan Martin yang mengetahui Keyla sudah berdiri, dia segera ikut berdiri namun dia tak menghentikan apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
Sekarang Keyla sudah ada di hadapan Hendro, Menepis kasar tangan Hendro di udara, "Apa yang mau kamu lakukan, Pak?" tanya Keyla dengan alis menyatuh.
Membungkuk badan sebelum bicara, "Saya hanya ingin memberikan mereka hukum ringan, sebelum mereka menjalani hukuman beratnya." Ucap Hendro dengan wajah datar.
Apa dia akan memotong tangan para wanita ini, hanya karna mendorongku kelantai, "Apakah harus dia di beri hukum seberapa itu hanya karna masalah sempeleh," gerutu Keyla dengan wajah berapi-api.
Hen hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Keyla, sedangkan semua orang yang ada didalam ruangan tersebut seakan tak percaya, jika seorang gadis kecil berani membantah Ucapan dari Pak Hendro. Baru kali pertama ada orang yang berani berbicara tanpa sopan seperti itu pada Pak Hendro, sedangkan para pengusaha besar yang ada di ruangan tersebut saja tidak pernah berani membantah Ucapanya.
Martin mulai melangkahkan kakinya menghampiri Keyla. Setelah tiba dihadapan Keyla, Martin segera melingkarkan tangannya di pundak sang istri, "Potong kedua tangan mereka sekarang," ucap Martin dengan lantang. suaranya seakan menggema di seluruh ruangan.
para pengawal itu segera menyeret paksa keempat wanita tragis itu. Keyla segera menepis kasar tangan suaminya. "Apa yang kamu lakukan, cepat batalkan perintah konyol mu itu!" bentak Keyla sembari melirik tajam kearah Martin.
"Cium aku!" Ucap Martin dengan nada suara terdengar sangatlah lembut. Pria itu bahkan tak perduli dengan sorot mata di kerumunan besar itu.
Apakah dia gila! Aku disuruh menciumnya dihadapan banyak orang. Mata Keyla menyapu seisi ruangan itu. dilihatnya semua orang sedang menatapnya dengan wajah datar. Para wanita malang itu terus merengek minta tolong pada Keyla.
Persetan dengan dirimu bheb bek mesum!
Untuk pertama kalinya Keyla mencium bibir suaminya, niat Keyla dia hanya sebatas mengecupnya saja. Tapi yang tak disangka malah sebaliknya Martin mengulum bibir mungil sang istri dihadapan banyak orang. Keyla berontak hendak melepaskan diri namun sia sia. Martin mendekap tubuhnya dengan sangat erat. Ya pria itu sangat merindukan istrinya terlihat dari Glora cinta yang menggebu-gebu.
Setelah usahanya melepaskan diri sia-sia akhirnya Keyla melakukan trik jitu andalannya, yaitu mengigit bibir Martin keras-keras. "Argh!" Teriak Martin sembari mengusap pelan bibirnya dengan meringis kesakitan. Dan benar sekali trik andalannya itu memang berhasil membuat Martin melepaskan ciuman mautnya.
"Lihatlah banyak orang diruang ini!" Ucap Keyla dengan suara penuh penekanan. Keyla mengalihkan pandangannya menatap kearah para wanita yang mulai menjauh itu. "Mana janjimu!" tanya Keyla dengan tak menoleh.
"Bebaskan hukumannya!" Ucap Martin dengan nada suara sangatlah keras.
Sontak para pengawal yang tadinya membawa wanita itu. Melepaskan tangannya dari tubuh wanita Club itu. Setelah mereka berempat terbebas dari para pengawal. Keempat wanita itu segera berlari kearah Keyla, mereka duduk dihadapan Keyla dan berterimakasih atas pertolongan gadis kecil itu. tangis wanita itu semakin pecah karna mereka tak menyangka jika bisa lolos dari hukuman CEO yang terkenal kejam itu. Bahkan yang lebih tak percaya lagi mereka ditolong oleh gadis kecil yang sangatlah lugu.
"Aku memaafkan kalian!" ucap Keyla dengan mengangkat salah satu wanita itu hingga kini berdiri dihadapannya. dan ketiga wanita lainnya pun ikut berdiri. "Tapi cepat pakai bajumu itu, Mataku sakit melihat kalian hanya mengenakan bikini saja!" Perintah Keyla. setelah mendengar apa yang Keyla ucapkan, para wanita itu berlari pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Martin mengeser tubuhnya sedikit mendekati Keyla, "Sayang kamu cemburu." godanya dengan wajah terlihat puas.
"Tidak!" Sahut Keyla sembari membuang mukanya.
"Sebenarnya yang sakit bukan mata kamu kan, tapi hati kamu." Ucap Martin dengan tersenyum kecil. Pipi Keyla terlihat merah, tapi itu bukan rona merah karna marah. Tapi rona merah Karena rasa malu yang telah menjalar keseluruhan tubuh gadis kecil itu.
SETELAH BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️
TINGGALKAN LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️
BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
KLIK FOTO PROFIL SAYA DAN FOLLOW AKUN MANGATOON SAYA SERTA IKUTI SETIAP KARYA SAYA TERIMAKASIH.