
Pagi yang cerah, senja yang indah mulai muncul di langit, udara pantai yang masih sangat dingin yang bisa melumpuhkan setiap sendi-sendi tulang orang yang bertelanjang kaki di pantai tanpa mengenakan jaket ataupun switer sebagai penghangat tubuh.
Pantai Sango masih sangat sepi karna banyak orang yang lebih memilih berada di rumah tidur dengan ditemani selimut tebal mereka.
Keyla masih tidur dengan begitu pulasnya padahal jam 06.00 pagi.
Biasanya Keyla sudah bangun dari tidurnya dan sibuk didapur menyiapkan makanan untuk suaminya tercinta. Keyla sudah tidak manja seperti awal kehamilannya dia sudah bisa makan dan minum seperti biasanya walaupun minum obat masih harus dibantu oleh suaminya dengan cara romantis yang bisa membuat iri mata yang menatapnya.
Plap!
Dengan perlahan Martin mulai membuka matanya hal pertama yang selalu ingin dia lihat di pagi hari ialah istrinya tercinta yang sedang berada disampingnya. Martin mengeser sedikit tubuhnya mendekati Keyla dan dia segera melingkarkan tangannya di pinggang istrinya Martin mulai mengusap pelan perut rata istrinya itu yang masih bermain-main didalam mimpi.
Sungguh romantis CEO galak itu upzzz salah paling tepatnya CEO bucin halu yang tak bisa jauh dari istirnya menurutku itu lebih cocok untuk menggambarkan isi hati Martin Kwang saat ini.
"Sayang, kelak sikapmu jangan mirip seperti Mommy mu ya. Karna Papi sudah pusing dengan ulahnya yang aneh-aneh!" Ucap Martin lirih disamping Keyla yang masih memejamkan matanya. Tangan Martin mengusap pelan perut istrinya sembari matanya menatap wajah cantik Keyla yang masih tidur lelap. "waaaaa!" Teriak Martin sembari mengeser posisi tidurnya sedikit menjauhi Keyla.
Martin sangat kaget ketika tiba-tiba Keyla membuka matanya sembari merenggut. Jantung Martin berdegup sangatlah kencang seakan dia habis melihat penampakan makhluk halus didepan matanya. Hahaha sungguh menjengkelkan sekali sikap Martin, melihat istrinya membuka mata dia sampai kaget setengah mati karna dia tau jika Keyla sampai mendengarkan ucapannya Pastilah akan sangat repot urusannya! Keyla akan merajuk lagi dan seperti biasanya Martin akan kebingungan dan berbuat banyak macam cara agar Keyla tidak merajuk lagi, ya seperti itulah cinta Martin pada Keyla dia tak membiarkan Keyla merajuk terlalu lama karna Martin tidak tahan melihat wajah cemberut istri cantiknya.
Sialll! Jika dilihat dari wajahnya yang menyeramkan saat membuka mata tadi sangat jelas terlihat dia akan marah aku mengatakan hal seperti itu. Kemarahannya seakan kutukan bagiku dan bisa membuat hidupku berantakan karna amarahnya.
Sayang kamu sangatlah imut dan cantik tapi jika kamu sedang marah kau seperti dewi pencabut nyawa yang bisa membuatku seakan kehilangan separuh nyawaku saat melihat wajah jutek mu.
Sungguh lucu saat melihat wajah CEO yang paling ditakuti itu ternyata malah takut akan kemarahan istrinya cinta telah membutakan akal sehat Martin dan hanya cinta yang ganti bertahta dihatinya saat ini dan mungkin untuk selamanya hanya Keyla satu-satunya orang yang dia cintai.
"Bicara seperti itu pada calon bayi kita! Kau mencoba menghasutnya selama masih ada didalam kandunganku, Kak?"Keyla mulai mencecarnya dengan kata-kata beruntun yang panjangnya seperti rel kereta api.
"Tentu tidak sayang, aku han," Belum selesai Martin menjelaskan Keyla sudah menyela ucapannya itu.
"Jangan mengelak! Pendengaran ku masih berfungsi dengan baik!" Tandas Keyla sembari terperanjat berdiri.
"Sayang, bukan itu maksudku! Aku tidak ingin jika anak kita menirukan gaya makan mu yang sangat raku," Martin keceplosan bicara dia menutup mulutnya dengan tangan. "maksut ku dia tidak boleh menirukan kebiasaanmu mengigit telinga boneka jika anak kita kelak adalah laki-laki." jelas Martin mulai memutar otaknya agar tidak membuat bumud itu semakin kesal.
"Tentu saja sayangku! Sayang sini." Ajak Martin sembari melambaikan tangannya dan menyuruh Keyla kembali tidur disampingnya. Namun Keyla tidak mau menuruti suaminya karna dia harus kedapur untuk membuatkan Martin sarapan pagi. Keyla masuk kedalam kamar mandi terlebih dulu untuk membersihkan tubuhnya.
_
Keyla dan Martin sedang menikmati sarapan paginya. Pak Hen masih tetap menjadi manekin hidup yang berdiri dibelakang Martin yang sedang menikmati roti bakar buatan istrinya. Keyla makan roti bakar buatannya dengan wajah kelihatan gelisah seperti ada yang sedang menganggu pikirannya Martin yang sedari tadi menatap Keyla pun merasa curiga dengan gelagat aneh istrinya itu.
"Sayang, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Martin sembari memegang satu tangan Keyla dengan lembut.
Menggeser tubuhnya sedikit mendekati Martin agar pak Hen tidak bisa mendengarkan percakapan mereka. "Kak, aku melupakan suatu hal penting pagi ini!" ujar Keyla dengan lirih.
"Apa itu? Kau belum waktunya minum obat!"
Kenapa yang dia bicarakan selalu saja obat dan dokter! Membuatku bosan mendengarnya.
"Aku lupa belum mencium ketiak mu, Kak!" Ujar Keyla dengan meringis.
Sangat terlihat perubahan wajah Martin yang mulai merasa terganggu. Tubuhnya seketika merinding saat mendengarkan Keyla mengucapkan keinginannya karna sudah hampir dua bulan lamanya Keyla selalu melakukan hal konyol seperti itu.
Martin sangat ingin menolak keinginan istrinya itu tapi apalah daya jika bumud telah merajuk sang CEO kejam itu pun akan leleh seperti bongkahan es yang terkenal panasnya matahari.
Apakah menurut kalian Martin akan menuruti keinginan konyol istrinya??????
SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
BERIKAN JUGA KRITIK DAN SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊.
SAYA JUGA SELALU SEMPATKAN MEMBACA SETIAP KOMENTAR PARA READERS SEMUA WALAUPUN SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS SEMUA KOMENTAR KALIAN.
SEMOGA TIDAK PERNAH BOSAN MEMBACA KELANJUTAN SANG CEO TAMPANKU YA.