Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Martin Sangatlah Terpesona


Keyla masuk ke kamar mandi dengan menyanyikan lagu romantis, Gadis itu terlihat sangat bahagia menerima dress cantik pemberian Mamanya, dress berwarna Pink tersebut di buat oleh desainer ternama di kota B. dress tersebut sengaja di pesan oleh Martin khusus untuk Keyla. Bahkan dress tersebut The only one in the world ( satu-satunya di dunia) disain dress yang anggun itu memang cocok untuk Gadis polos dan lugu seperti Keyla.


Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan tubuh di balut handuk, Keyla segera berjalan menuju mejanya untuk menganti pakai, dengan sangat hati-hati Keyla mengenakan dress mewah tersebut karna Keyla tau dress tersebut harganya pasti sangatlah mahal. Untuk kali pertama kedua orang tuanya memberikannya dress dengan harga 10 milyar! Ya itu harga yang sangatlah mahal untuk keluarga Keyla mereka memang orang kaya di kota B, tapi tidak bisa di bandingkan dengan kekayaan Martin Kwang.


Di meja makan.


Setelah Keyla pergi kedua orang tua Keyla tak hentinya meminta maaf kepada Martin atas perlakuan kasar Putri bungsunya tersebut, Kedua orang itu terlihat sangatlah hormat pada calon menantunya, kedua orangtua itu takut jika Martin mengunakan kekuasaan untuk menghancurkan kehidupan mereka.


Tak disangka Martin malah balik meminta maaf kepada kedua orang tua Keyla.


"Aku yang seharusnya meminta maaf kepada kalian! Karena keegoisan ku untuk memilih putri Kalian membuat kalian berada di posisi ini." Ucap Martin dengan nada suara lembut dan terlihat hormat.


"Jangan pernah beritahu Keyla mengenai siap aku sebenarnya! Biarkan Keyla mengetahuinya sendiri." Ucap Martin dengan tatapan memohon. Ini untuk kali pertama Martin memohon kepada seseorang, Pria yang terlihat sombong, angkuh arogan sepertinya pun bisa tunduk oleh Gadis Kecil dan polos seperti Keyla.


"Dan ingat dengan jelas ini terakhir kali kalian bersikap hormat padaku. Anggaplah aku seperti anak Kalian sendiri karna sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga!" Kali ini ucapan Martin bukan terdengar seperti permohonan seperti sebelumnya, melainkan seperti sebuah perintah yang harus di patuhi. tanpa menjawab kedua orang itu hanya menyungingkan senyumnya.


Kedua orang tua Keyla saling beradu pandang sejenak, mereka menatap dengan mengerutkan dahinya heran. Entah sihir apa yang diberikan oleh Putri bungsunya hingga membuat pria paling berpengaruh di kota tersebut bisa menjadi calon menantunya. Bahkan dalam mimpi pun kedua orangtua itu tak bisa dan tak berani membayangkannya!


Kamar Keyla


Gadis itu terlihat memoles wajahnya hingga penuh makeup, seperti biasa setiap hari Minggu Keyla selalu pergi jalan-jalan dengan sahabatnya Resni. Tapi hari ini Keyla terlihat lebih cantik dari biasanya dengan tubuh di balut dress mahal. selesai memoles wajahnya dengan make-up Keyla terlihat berdiri dari posisi duduknya, Gadis remaja itu terlihat memutar-mutar kan badanya di depan cermin di lihatnya pantulan wajahnya di cermin.


"Aku Sangatlah menyukai Dress pemberian Mama!" Cetus Keyla dengan memandang pantulan tubuhnya di cermin. Namun suara dering telepon seketika membuyarkan fokusnya terhadap bayangan dirinya di cermin, Keyla segera berjalan menuju ranjangnya untuk mengambil ponsel.


"Key. . kamu akan menjemput ku jam berapa?" Tanya Resni dengan mengerutkan keningnya.


"Dalam satu jam lagi aku akan tiba! Lagi pula ini masih jam 9 kenapa kau buru-buru!" Balas Keyla dengan bibir manyun dan suara terlihat jutek


"Hei. . heii. . bukankah biasanya kau selalu tiba lebih awal! Sudahlah aku tidak mau berdebat cepatlah datang aku sudah siap sedari tadi." Ucap Resni sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Selesai menutup telfonnya Keyla segera meraih tas jinjing yang tak jauh dari posisi duduknya, tak lupa Keyla segera memasukkan ponselnya kedalam tas tersebut. Dengan wajah sumringah Keyla perlahan melangkah menuruni anak tangga dan berjalan menuju meja makan. Mata Keyla segera tertuju kepada Martin yang tengah berbincang-bincang dengan kedua orangtuanya, dengan mengerutkan keningnya Keyla menatap Martin dengan tatapan dingin seperti hendak mencabik-cabik tubuh Musuhnya itu. Dengan segera Keyla mengalihkan pandangannya dan berjalan pelan menghampiri Papanya kemudian memeluknya dari belakang.


"Papa. . " Sapa Keyla dengan manja dan mengecup lembut pipi Papanya dari belakang.


"Pa. . lihatlah Dress pilihan Mama sangat cocok untuk Key!" Imbuh Keyla dengan berputar-putar, senyum terlihat mengembang di bibirnya,


Jordan dan Sinta seketika menatap kearah Martin setelah mendengar ucapan Keyla. Namun Martin memberikan mereka isyarat agar tutup mulut dan tak memberitahu Keyla yang sebenarnya. Martin tersenyum kecil melihat tingkah lugu Keyla.


Pria itu terlihat terpesona dengan Calon Istri kecilnya itu, bahkan Martin tak bergeming menatap Keyla yang masih menunjukkan senyumannya, Gadis kecil itu bagaikan bunga yang baru mereka yang mengeluarkan aroma yang sangat harum hingga membuat orang yang mencium aromanya begitu muda tergoda!


Autor mau promosi sebentar ya!


Jangan lupa baca kelanjutannya cerita dari Sang Penakluk 2 ( Heir To The Throne)