
Pagi itu menunjukkan pukul 05.00 Keyla perlahan lahan mengerjap ngerjapkan matanya, dan mulai membuka matanya. di lihatnya jam weker yang ada di laci kecil samping tempat tidurnya. Waktu menunjukkan masih pagi namun Keyla segera beranjak dari tidurnya dan perlahan menuju ke arah jendela yang ada di dalam kamarnya dan membukanya.Keyla mengambil nafas panjang selama beberapa kali karna udara di pagi hari memang terlihat sangat sejuk.
Entah mengapa aku selalu memikirkan mu, setiap aku memejamkan mata. .
kamu selalu terlintas di benak dan tertanam di memori pikiranku.
kau bagaikan bermain main di dunia khayalan ku sehingga aku tak bisa menyingkirkan mu dari angan ku
kamu bagaikan udara yang sejuk yang ku hirup di pagi hari. .
bagaikan embun pagi yang menyejukkan relung hati,
menyinari hati ku dengan sorot mata mu
yang kelihatan hangat bak mentari di pagi hari yang kelihatan indah nan memancarkan cahaya redup namun sangat memanjakan mata. .
( Khairin nisa )
Keyla segera masuk menuju kamar mandi dan menyalakan shower hingga air keluar dan perlahan tapi pasti mulai membasahi Tubuh nya. Keyla menyanyikan lagu romantis sembari menggosok ngosok tubuhnya dengan spon mandi, dan pagi itu Keyla terlihat berseri seri dan bangun lebih pagi dari biasanya. bagaimana mungkin hati yang sedang kasmaran tersebut tak bahagia jika sang pujaan hati akan datang menjemput nya.
Setelah mandi Keyla segera berdandan dengan sedikit memoles tipis wajahnya mengunakan bedak dan pewarna bibir, Keyla terlihat lebih cantik dari biasanya dan jarang sekali,bahkan hampir tak pernah Keyla mengunakan makeup ke sekolah, namun pagi itu hari yang sangat spesial menurutnya, setelah selesai merapikan diri Keyla segera turun ke dapur menemui Sinta.
tap. . tap. . tap. .
langkah kecil Keyla turun dari tangga dan berjalan menuju dapur, di lihatnya Sinta sedang memetik sayuran dan pelayan sedang beres beres rumah, Sinta kaget dan seaakan tak percaya melihat Keyla sudah berpakaian rapi karna tak biasanya putri bungsu nya tersebut sudah terlihat rapi di pagi hari, Keyla segera menghampiri Sinta sembari berkata.
"sayang. . tak biasanya kamu sepagi ini sudah bangun, dan kamu juga terlihat cantik mengenakan make up." Ucap Sinta sembari membelai halus rambut Keyla.
"Mama, jangan terlalu berlebihan, Keyla hanya ingin berdandan layaknya gadis remaja lainnya."
Di kamar Jeni. .
Malah sebaliknya dengan Jeni hari ini dia bangun agak siang karna semalam Jeni habis bergadang menyelesaikan tugas kantornya. Jeni segera bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, setelah selesai membersihkan diri. Jeni turun menuju dapur dan Jeni seakan tak percaya melihat adik bungsu nya tersebut sudah lebih dulu berada di dapur sedang membawa wadah membersihkan sayuran. namun Keyla yang takut salah lihat tersebut segera mengucek matanya dengan kedua tangan dan dengan mata terbuka lebar, sambil mengerutkan dahinya Keyla bergumam.
"Ternyata memang Keyla yang sedang membantu Mama, ternyata Adik kecil ku ini benar benar sedang jatuh cinta," gumam Jeni dalam hati sembari menatap ke arah Keyla yang terlihat berbincang bincang dengan Sinta, seketika kembali terlintas sikap jahil seorang kakak.
"Ma. . apa hari ini Jeni salah lihat, tidak biasanya Keyla turun ke dapur pagi pagi?" Goda Jeni sembari melirik ke arah Keyla.
"Sayang berhentilah mengoda adik mu," ucap Sinta dengan lembut dan membelai rambut Keyla mencoba menenagkan Keyla
"Mama, Kak Jeni mulai mengoda ku lagi," ucap Keyla sembari menganyun pelan tangan Sinta, dengan ciri khas manja nya. tiba tiba terdengar lagi suara Jeni yang masih belum puas mengoda Keyla.
"Lihatlah Ma, Keyla bahkan tak biasanya mengunakan makeup, pasti semalaman dia tak bisa tidur karena memikirkan kekasih Nya tersebut!" Ledek Jeni sembari menarik satu kursi dan menjatuhkan tubuhnya di samping Keyla, namun Keyla kembali menepis anggapan Jeni.
"Kak Jeni dia bukan kekasih ku, dia hanya teman sekolah ku." Jelas Keyla sembari menatap balik Jeni sembari mengerutkan keningnya. Jeni tertawa puas karna berhasil membuat Keyla tersipu malu.
Keyla segera berpamitan pergi pada Sinta dan kembali menuju kamarnya dengan menggerutu kesal karna ulah Jeni.
Makan pagi!
Keyla segera turun menuju meja makan, dan duduk dengan wajah yang masih terlihat kesal, karna ulah Jeni di dapur tadi. namun Jeni hanya melirik Keyla dengan menyungingkan senyumanya, Sinta dan Jordan hanya dia melihat ke dua anaknya, namun tak lama kemudia salah satu pelayan datang menuju meja makan, seperti hendak menyampaikan sesuatu.
"Tuan, nyonya, di luar ada seorang laki laki ganteng, dia bilang datang untuk menjemput nona Keyla berangkat sekolah. saya menyuruhnya menunggu di ruang tamu," ucap pelayan tersebut, setelah mendengar ucapan pelayan tersebut mata Keyla terbelalak, karna Ferdi tiba lebih awal dari janji nya namun ketika Keyla hendak berdiri berangkat sekolah. langkahnya segera di hentikan oleh Jordan.