
Martin tersenyum sendiri melihat sikap malu malu yang ditunjukkan oleh istrinya. Terlihat wajah Martin yang tadinya terlihat gelap kini seakan kegelapan itu dengan sekejap mulai hilang. Kini yang ada hanya wajah secerah matahari yang bersinar disiang hari, Keyla sungguh sudah menjadi candu baginya. Keyla bahkan mampu meluluhkan sikap arogan CEO yang dikenal kejam itu.
Semua orang menatap kearah Martin, baru kali pertama Martin mendengarkan ucapan orang lain. Biasanya orang lainlah yang selalu mendengarkan setiap ucapannya. Bahkan Martin tak membantah apa yang diinginkan Istrinya itu.
"Keluar!" Teriak Martin dengan suara yang begitu lantang. Semua orang yang ada didalam ruangan tersebut segera pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka pergi terburu-buru dari pada harus berlama-lama didalam ruangan yang terlihat suram itu. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ruangan tersebut. Ruangan tersebut sangatlah mewah dan begitu indah, karna hawa dingin Martin lah yang membuat ruangan itu terlihat gelap dan dingin.
Setelah semua orang pergi meninggalkan ruangan tersebut, Pak Hendro pun segera membungkukkan badannya dan ikut pergi meninggalkan ruangan tersebut. Setelah Pak Hendro menutup pintu ruangan itu, tiba-tiba lampu ruangan tersebut padam, dan hanya lampu kelap kelip saja yang berputar ditengah ruangan tersebut.
Sekertaris Martin sangat mengetahui keinginan majikanya, bahkan tanpa disuruh pak Hendro sudah melakukan tugasnya dengan baik.
Melihat semua orang keluar ruangan,
Keyla hendak pergi meninggalkan Martin sendiri diruang tersebut, namun Martin segera menarik kasar tangannya dan membopong Keyla dengan tiba-tiba, Martin membawa Keyla menuju satu kamar yang ada didalam, ruang tersebut. Martin membuka pintu itu dan segera menutupnya kembali, Martin segera menurunkan kembali tubuh istrinya di atas ranjang dengan perlahan.
Itu adalah ruangan pribadi Martin, ruangan yang terlihat mewah dan glamor sangat mirip dengan pemiliknya, Mata Keyla terbuka lebar dia seakan tak percaya jika ruangan tersebut adalah milik suaminya. Mata Keyla segera menyapu isi ruangan tersebut. Dia berdecak kagum dengan apa yang dilihatnya, ruangan yang penuh dengan dekorasi berwarna pink. warna kesukaannya.
Wajah Martin sangat terlihat puas melihat istrinya bahagia dengan apa yang telah dia siapkan itu. "Sayang, kamu menyukainya," tanya Martin sembari mendudukkan tubuhnya di samping Keyla.
Mengalihkan pandangannya menatap kearah Martin, "Kau menyiapkannya untuk ku?" tanya Keyla dengan mengerutkan dahinya.
Tersenyum tipis sebelum bicara, "Tentu saja, sayang!" ucap Martin dengan jujur.
Tersenyum tipis melihat wajah Keyla, "Sayang, apakah kamu sangat merindukan ku sampai kamu mencium pipiku seperti ini!" goda Martin sembari menatap kearah Keyla. Martin menyelipkan rambut istrinya dibelakang telinga agar tak menghalanginya memandang wajah yang selama ini dia rindukan itu
Martin terlihat sangat bahagia karna Keyla menciumnya, walaupun pria itu tau jika sang istri tak sengaja menciumnya. Sangat telihat jika hasrat Martin mulai bergejolak dia seakan tak bisa membendung lagi rasa rindu yang telah dipendamnya selama dua Minggu. Kini istri yang selalu dia rindukan itu sudah berada didalam dekapannya.
_ _ _. _
2 Minggu yang lalu.
Martin menyuruh Hendro untuk menaruh beberapa pengawal didepan rumahnya, dan bukan hanya itu bahkan Martin juga memantau setiap gerak gerik Istrinya dia sengaja menempatkan kamera tersembunyi didalam setiap sudut rumahnya. Agar dia lebih leluasa melihat istrinya setiap saat, entah apa yang akan dilakukan oleh Keyla jika mengetahui tentang sifat suaminya itu yang diam diam suka menguntit dirinya. Bahkan masalah sekecil apapun tidak bisa lolos dari pandangannya, bahkan Pak Hendro mengetahui jika Resni pura pura pingsan karna disuruh oleh Keyla. Hendro mengetahui apapun yang dilakukan oleh Keyla.
Martin memang dengan sengaja menaruh empat wanita disisinya karna Martin ingin mengetahui ekspresi wajah Keyla jika sedang cemburu. Dan seperti yang Martin duga ternyata sang istri memang cemburu berat setelah melihat Martin dikelilingi oleh wanita lain, Martin kini sudah mengerti jika Keyla mulai jatuh hati padanya. Wajah bahagia masih terpancar dari wajah pria itu. Martin memang sering bergonta-ganti wanita tapi sejak 3 Minggu yang lalu Martin telah memutuskan semua hubungannya dengan wanita lain,
CEO playboy itu sudah benar-benar jatuh hati pada istri Kecilnya. Sikap sombong dan berontak Keyla malah justru menjadi daya tarik tersendiri bagi CEO ganteng itu.
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
KOMENTAR DAN LIKE JUGA TERIMAKASIH