Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
merasa terganggu


Hampir 2 jam berlalu, Jordan menceritakan tingkah lucu dan kepolosan putri bungsunya tersebut, terlihat tak jarang Martin tertawa terbahak-bahak mendengar keusilan, dan kenakalan Keyla waktu kecil. Jordan sengaja menceritakan masa lalu Keyla karna tak ingin Martin menyesal atau mempersulit Keyla setelah menikah nanti.


Pukul 11.00


Jordan pun melihat jam tangannya, ternyata sudah waktunya makan siang. tanpa terasa Jordan menceritakan masa lalu Keyla hampir 2 jam. namun Martin tak sedikit pun merasa bosan dan malah menikmati perbincangan tersebut.


"nak Martin sudah waktunya makan siang, bagaimana jika kita makan siang bersama" tanya Jordan sembari menarik tubuhnya dari kursi


"tentu saja" sahut Martin singkat, tapi entah mengapa Martin seperti enggan beranjak pergi karna Martin masih ingat mendengar cerita tentang calon istri kecilnya itu (Keyla)


"bagaimana jika kita pergi ke sekolah Keyla, dan makan siang bersama. .?" tanya Jordan sembari mengernyitkan dahinya


Setelah mendengar ucapan Jordan tersebut, mata Martin seakan berbinar-binar dan sangatlah bersemangat karena dirinya akan bertemu dengan Keyla. dan entah sejak kapan Martin mulai terbiasa menganggu Keyla dan merasa ada yang kurang jika sehari saja tak menganggu Keyla


"tentu saja aku tidak keberatan. . !" ucap Martin sembari berjalan di samping Jordan


Semua wanita pun kembali menatap ke arah Martin dengan wajah bengong dan kaku, karna memang tak semua orang bisa bertemu dengan Martin.


"pak Jordan. . bagaimana jika kita pergi dengan mobil ku saja" ajak Martin sembari membuka pintu mobilnya


"tidak nak Martin. . setelah makan siang, saya masih ada pertemuan bisnis di luar kota" sahut Jordan menolak ajakan Martin sembari menepuk pelan pundak Martin


Martin hanya diam dan menyungingkan senyumannya, mereka berdua pun masuk ke mobil masing-masing,


Sekolah Keyla


Terlihat Keyla masih memfokuskan pandanganya ke arah papa tulis, dan mengerjakan soal yang di berikan gurunya itu,


pukul 11.30


Kring. . . kring. . .


Bunyi bel suara Keyla, dan Keyla pun segera memasukkan peralatan sekolah ke dalam tas ranselnya, begitu juga dengan Resni.


"hentikan. . apa yang kau lakukan" sahut Keyla menepis pelan tangan Resni yang masih menempel di jidatnya


"aku hanya ingin tau apakah kamu masih demam" sahut Resni sembari berdiri dari bangkunya


"kamu masih perduli pada ku. . ! bahkan selama 2 hari kamu tak menghubungi ku dan menanyakan kabarku" ucap Keyla sembari melangkah di samping Resni dengan wajah di tekuk


"ayolah Key. . . kemarin saudaraku datang, jadi sibuk menemaninya" ucap Resni sembari bergelayutan di tangan Keyla


"Res. . hentikan. aku hanya bercanda" sahut Keyla sembari mencubit pelan pipi Resni


Setelah mendengar ucapan Keyla Resni pun terlihat bernafas lega, karna Keyla tidak marah padanya, terlihat dari kejauhan Ferdi sedang berjalan menuju arah Keyla,


"key. . bisakah kita makan siang bersama sebelum pulang. . ?" tanya Ferdi pada Keyla


"tentu saja bisa. .!" sahut Resni dengan wajah sumringah


"Res. . aku sudah di jemput pak Hari" ucap Keyla sembari menyenggol pelan tumit Resni. karna Jordan sengaja tak memberi tahu Keyla jika dirinya dan Martin akan mengajak Keyla makan siang bersama


"ma. .af. ." ucap Resni singkat sembari mengigit bibir bawahnya


"oh. . tidak masalah, lain kali kita bisa makan siang bersama" ucap Ferdi sembari memaksakan senyumnya


Resni segera berpamitan pergi lebih dulu karna sudah di jemput kekasihnya, Ferdi dan Keyla pun berjalan beriringan menuju ke halaman sekolah. bak sepasang kekasih yang sedang kasmaran, Ferdi dan Keyla terlihat berbicara dengan raut wajah terlihat malu-malu, dan sesekali tertawa kecil, tak jarang terlihat keduanya saling beradu pandang.


Setelah melihat pak Hari di halaman sekolah Keyla, Jordan segera menghampirinya dan menyuruhnya kembali ke rumah, karna Keyla akan makan siang terlebih dahulu dengan Jordan dan Martin.


15 menit kemudian


Keyla terlihat keluar dari sekolahnya di temani oleh Ferdi, Martin pun segera menajamkan pandangan dan menatap sinis ke arah Keyla yang terlihat tertawa renyah di samping Ferdi dengan sesekali menepuk pelan lengan Ferdi.


tak lama kemudian Keyla pun melihat, papanya berdiri tak jauh darinya, Keyla segera melambaikan tangannya dengan senyum sumringah. namun ketika Keyla melihat pria di samping ayahnya yang tak lain ialah musuh bebuyutan nya. wajah Keyla langsung berubah seketika. Keyla terlihat menatap Martin dengan alis hampir menyatuh dan wajah kelihatan di tekuk. . dengan mulut komat kamit. .!