
Martin masuk kedalam kamar dan dilihatnya Keyla berbaring di ranjang sembari menangis tersedu-sedu, Martin berjalan mendekati ranjang, setelah tiba di ranjang Martin segera berbaring di samping istrinya yang sedang menangis tersedu-sedu itu. Martin memeluk lembut tubuh Keyla dari belakang sembari berbisik, "Sayang kenapa kamu menangis? Apakah dia melukaimu!" tanya Martin dengan lembut padahal Martin sedang emosi namun malah sebaliknya, Martin tak menunjukkan sedikitpun kemarahan pada istrinya malah sikap lembut dan penyayang yang dia tunjukkan dihadapan istirnya.
Keyla berbalik arah dan memeluk tubuh kekar suaminya itu terlihat air matanya masih mengalir di pipinya dan dia menatap kearah Martin dengan ekspresi wajah terlihat bersalah, "Kak, maafkan aku karna aku masih memiliki perasaan pada Ferdi! Sangat sulit bagiku untuk melupakannya begitu saja. Aku sudah berusaha namun aku masih kesulitan menghilangkannya dari hatiku. Apakah kau membenciku Kak setelah mendengar ucapan ku barusan?" tanya Keyla dengan jujur dan air matanya mengalir semakin deras rasa bersalah kini telah menjalar ke seluruh tubuhnya. Keyla sangat tersakiti karna mencintai dua orang pria didalam hatinya namun Keyla lebih mencintai Martin suaminya perasaannya pada Ferdi mulai menghilang perlahan walaupun kini masih menyisakan sedikit rasa cinta yang masih tertinggal dihatinya.
Martin mengeratkan pelukannya pada istrinya, karna Martin tak ingin jika Keyla melihat wajahnya yang semakin merah padam setelah mendengarkan apa yang Keyla ucapkan barusan. Namun Martin masih bisa memaklumi kejujuran istrinya itu mereka masih berpelukan hingga beberapa saat. Martin menyeka pelan air mata yang jatuh ke pipi istrinya, "Sayang, berhenti menangis aku tak marah ataupun kecewa padamu." ucap Martin yang tak ingin membuat Keyla semakin merasa bersalah Martin mengecup lembut kening Keyla, "sayang ayo kita sarapan, aku sudah lapar!" ajak Martin sembari beranjak duduk dan segera diikuti oleh Keyla.
Mereka berdua berjalan bergandengan menuju meja makan. Martin duduk lebih dulu dikursi meja makan dan Keyla segera mengambil mangkuk yang berisikan sup ikan yang tadi dia buat. Keyla menaruhnya dihadapan Martin, Keyla segera berganti menuangkan air putih di gelas kosong yang ada dihadapan Martin. Setelah tugasnya selesai Keyla segera mendudukkan tubuhnya dikursi kosong yang ada di samping suaminya itu. Keyla memang masih merasa sedih namun selera makannya masih seperti biasanya dia bahkan rakus dan kini sudah menghabiskan satu mangkuk sup ikan. Padahal Martin masih belum memakan satu sendok pun, Martin sangat kagum dengan selera makan istrinya itu.
Bahkan amarah Martin seketika meredah saat melihat sikap rakus istrinya jika sedang makan. Tersenyum kecil sembari menatap kearah Keyla yang masih fokus menghabiskan sup nya. "Sayang, bukankah kamu sedang sedih! Tapi kenapa selera makan mu masih tak berubah?" ledek Martin sembari memasukkan satu sendok pertamanya. Martin kaget saat mencicipi sup ikan buatan Keyla, Martin tak menyangka jika sup itu sangatlah lezat dan nikmat, menatap kearah Keyla, "sayang, sup buatan mu sangatlah lezat, bolehkah aku minta satu mangkuk lagi jika sudah habis?" tanya Martin yang merasa bahagia karna kini istrinya bisa membuat makanan yang begitu lezat. Padahal awal mencoba sup itu Martin sangatlah takut jika rasanya seperti air laut. Tapi ini berbeda dari sebelumnya Keyla berusaha begitu keras dia belajar memasak dan akhirnya apa yang dia pelajari tidaklah sia sia kini dia bisa membuat masakan yang lezat untuk suaminya.
Tersenyum sumringah sembari menatap kearah Martin, "Benarkah Kak, Aku sudah bisa membuat sup yang begitu lezat untukmu!" ucap Keyla sembari mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya itu. "Kakak, boleh mkan banyak, aku juga butuh makan banyak Kak, karna merasa sedih itu juga butuh tenaga ekstra!" sahut Keyla dengan ceplas ceplos. Martin malah tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar ucapan Keyla barusan. Baru pertama Martin mendengarkan orang bicara seperti itu padanya! Bicara tanpa berpikir panjang namun Martin malah semakin nyaman dan merasakan bahagia bersama Keyla. Tak seperti orang lain yang selalu menjaga ucapannya dan selalu menuruti setiap perintahnya seperti sebuah robot yang di kontrol dengan remote.
Untuk pertama kalinya Martin makan sup sampai habis 2 porsi, Mereka makan sembari berbincang-bincang hangat bahkan Keyla mulai melupakan kesedihannya karena Martin terus merayunya sampai pipi gadis itu merona merah karna rasa malu. Setelah selesai makan Martin segera keluar dari dapur sedangkan Keyla masih sibuk didapur untuk membereskan meja makan.
_ _ _ _
Martin duduk diruang tamu sembari memainkan laptopnya, dia terlihat begitu serius jika sedang berkerja wajahnya tetap terlihat mempesona walaupun dia sedang memasang wajah datar. Keyla datang sembari membawa nampan berisikan satu cangkir teh hijau kesukaan suaminya dan satu cangkir coklat panas kesukaannya sendiri. Keyla duduk disamping suaminya dan dia segera menaruh teh hijau itu disamping suaminya dan coklat panas dia taruh dihadapannya. Martin masih sibuk memainkan laptopnya dan dia tak menoleh sedikitpun pada Keyla. Keyla memainkan permainan Super Girl yang ada di ponselnya, itu permainan kesukaan Keyla jika sedang merasa bosan.
Keyla bermain sudah hampir satu jam lamanya dan Keyla mulai bosan dia menaruh ponselnya kemudian menyeruput coklat panas yang tadi dibuatnya, coklat panas itu sudah berubah menjadi dingin, namun Keyla tetap meminumnya dan masih menyisakan separuh coklat dalam gelasnya. Keyla menaruh kembali cangkir itu keatas meja sembari melirik kearah suaminya yang masih sibuk memainkan laptopnya. "Huh! Sibuk bekerja sampai tak menghiraukan ku," cetus Keyla sembari menyandarkan punggungnya di sofa.
Membuang pandangannya, "Aku tidak marah! Aku hanya merajuk." ucap Keyla dengan nada suara terdengar ketus dengan masih tak mau menatap suaminya itu.
Martin mencium pipi Keyla dan menaruh kepalanya dipangkuan istrinya itu, "Sayang, aku lelah, tolong pijit kepalaku!" pinta Martin sembari menatap wajah imut istri Kecilnya itu.
Keyla Tersenyum kecil setelah melihat sikap suaminya yang sangat ingin dia manja, tanpa membantah Keyla segera mengiyakan keinginan suaminya itu. "Kak, aku akan kuliah di mana nanti?" tanya Keyla sembari masih memijat pelan kepala suaminya itu.
Bicara sembari memejamkan matanya karna merasa pijatan lembut di kepalanya. "Tidak perlu kuliah! Aku bisa Belikan apapun yang kamu inginkan!" ucap Martin dengan nada suara terdengar tegas dan tak bisa di bantah.
Sikap sombongnya mulai kumat lagi!
Mencoba merayu karna Keyla masih ingin melanjutkan sekolahnya, "Aku bosan di rumah dan lagi Papa pernah bilang jika aku bisa kuliah dan boleh mengambil pekerjaan sambilan asalkan tidak menggangu kuliahku." Ucap Keyla sembari masih memijit pelan kepala suaminya.
Membuka matanya dan menatap tajam kearah Keyla, "Jika bosan datang ke kantorku! Temani aku kerja, tidak perlu kuliah!" tegas Martin.
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️