
"Lihat itu Iblis neraka sudah datang" Gumam Keyla pelan sembari tersenyum sinis.
Martin menatap Keyla yang masih duduk di sofa dengan wajah khasnya, yaitu wajahnya yang selalu terlihat di tekuk bagaikan lipatan baju yang belum disetrika yang ditaruh disudut ruangan.
Pak Hendro terlihat berjalan didepan majikanya, dan membungkukkan badannya dihadapan Keyla, tentu saja dia harus melakukannya sebelum menyapa calon Istri majikanya itu. " Nona Keyla, ada perlu apa? Anda memanggil tuan!" Tanya Hendro, terlihat senyum tipis diwajahnya setelah selesai bicara. Tapi senyum itu terlihat sangat menakutkan hingga membuat Keyla merinding seketika.
"Asistennya sungguh menakutkan, bahkan lebih mengerikan dari majikannya! Dia memang tersenyum padaku, tapi entah mengapa senyumnya terlihat tidak tulus dan lebih pentingnya lagi! Bagaimana mungkin orang bisa hidup tanpa ekspresi wajah sepertinya, bahkan wajannya terlihat datar!" Gumam Keyla dalam hati, yang masih duduk di sofa dengan menatap wajah Hendro sembari menaikkan salah satu alisnya.
"Aku ingin bicara dengan orang yang ada dibelakang mu itu!" Ucap Keyla dengan melirik kearah Martin.
"Jika anda ingin berbicara pada tuan! Anda bisa berdiri lebih dulu Nona Keyla." Perintah Pak Hendro dengan menatap tajam kearah Keyla. Tatapan matanya bukan seperti permohonan namun seperti perintaha yang harus di penuhi.
Sangat terlihat diwajahnya jika Keyla mulai ketakutan dengan sorot mata Hendro, namun entah apa yang ada dipikiran gadis kecil itu dia justru melawan perkataan asisten calon suaminya itu.
"Aku ingin bicara pada pria yang ada dibelakang mu Pak! kenapa kamu yang selalu menjawab ucapan ku." Bantah Gadis kecil itu dengan tak berani menatap Hendro, dia lebih memilih menatap tempat tidurnya yang terlihat awut-awutan, dari pada menatap asisten Martin yang terlihat menakutkan menurutnya!
"Aku curiga! Jangan-jangan Majikan mu itu, akan mewakilkan malam pertamanya pada mu Pak!" Sindir Keyla sembari tersenyum devil mengalihkan pandangannya menatap Martin.
Asisten itu terlihat mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan Keyla, tentu saja wajah asisten itu terlihat geram karna baru kali pertama ada orang yang berani membantah perintahnya!
"Jaga bicaramu itu!" Bentak Martin dengan wajah terlihat berapi-api! Pria itu terlihat emosi hingga rahangnya terlihat mulai mengeras. sembari menyuruh asistennya mundur kebelakang.
Setelah melihat tangan Martin, Pak Hendro segera melangkah mundur dibelakang majikanya.
"Aku kan hanya bercanda! Kenapa wajahnya kelihatan menyeramkan seperti itu. Bahkan dia seperti hendak menerkam ku." Gumam Keyla dalam hati
Pria itu masih menatap Keyla dengan tatapan membunuh dan bisa membuat lemas orang yang menatapnya. termasuk Keyla! Gadis itu bahkan terlihat menjaga jaraknya ketika melihat Martin perlahan berjalan mendekatinya dengan wajahnya yang kelihatan suram.
Dengan perlahan Keyla mengeser duduknya hingga ke pojok sofa yang sedang didudukinya. Martin malah tersenyum puas melihat ekspresi wajah Keyla yang kelihatan pias.
Martin menjatuhkan tubuhnya perlahan di sofa yang sama dengan Keyla, pria itu menyandarkan punggungnya di sofa tersebut sembari melipat kakinya dengan begitu santainya. Namun masih jelas terasa wajahnya terlihat sedang menahan amarah yang begitu besar.
"Bicara! sebelum aku berubah pikiran." Ucap Martin singkat sembari memalingkan wajahnya menatap Keyla yang masih menjaga jaraknya.
"Dasar sombong!" Maki Keyla dalam hati sembari menyatuhkan alisnya.
"Aku memilih syarat yang harus kamu perhatikan sebelum menikah!" Ucap Keyla dengan melengos.
"Banyak sekali permintaan Gadis kecil ini, aku hampir gila dibuatnya!" Gumam Martin dalam hati sembari menatap Keyla dengan tatapan datar.
"Dia selalu menjawab dengan singkat, apakah dia akan kehabisan suaranya jika menjawab lebih panjang sedikit! Atau dia terkena gejalah penyakit stroke ringan ya. Hingga membuatnya kesulitan bicara," Gumam Keyla dengan tersenyum tipis.
"Setelah kita menikah! Aku tidak ingin tinggal di neraka milikmu itu! Kamu tidak boleh membatasi dengan siapa saja aku berteman dan aku masih ingin meneruskan pendidikan ku." itu persyaratan yang diberikan Keyla
Martin menajamkan pandangannya menatap Gadis polos itu. dan membuat Keyla memutarkan matanya menghindar dari tatapan sinis Martin! "Baru kali pertama ada yang bilang rumahku seperti neraka! Akan aku tunjukkan setelah Menikah nanti." Gumam Martin dalam hati untuk yang kesekian kalinya. Namun ucapan Martin seperti sebuah ancaman besar bagi Gadis polos itu.
"Tapi ada satu persyaratan yang harus kamu patuhi sebagai Istriku!"
"Baiklah bicaralah!" Jawab Keyla menganggap enteng ucapan Martin.
"Kamu harus patuh kepada ucapan ku" Kata Martin dengan tegas.
"Apa aku harus?" Tanya Keyla dengan mengaruk pelan kepalanya.
"Tentu saja! karna aku suamimu." Ucap Martin. Tanpa menolak Keyla hanya menganggukkan kepalanya, tanda dia tak keberatan dengan permintaan calon suaminya.
Setelah selesai bicara Martin dan Hendro segera keluar meninggalkan Keyla! Sebelum pergi Hendro sempat membungkukkan badannya dan berlalu pergi dengan Martin keluar dari kamar Keyla.
Sedangkan dilantai bawah hanya ada orang-orang penting saja yang diundang ke acara pernikahan orang nomor satu di kota tersebut.
Martin, Jordan dan Sinta terlihat berbincang-bincang membicarakan Keyla!
Kedua orangtua Keyla penasaran kenapa anak gadisnya memanggil Martin sebelum acara pernikahan. bahkan Jordan dan Sinta kini semakin akrab dengan calon menantunya itu. terlihat mereka sudah tak canggung lagi berbicara pada Martin! tak seperti awal kali pertama mereka bertemu dengan Martin.
Sedangkan Keyla masih sibuk dibantu beberapa pelayan yang sibuk merias wajahnya agar terlihat cantik.
Satu jam kemudian.
Keyla sudah mengenakan gaun pengantinnya. dan melangkah menuruni anak tangga di bantu dua pelayannya.
Semua mata menatap kearah pengantin kecil itu dengan tatapan terpesona tak kecuali Martin bahkan pria itu sampai tak berkedip menatap calon istrinya itu.
Dengan dibalut gaun putih Pengantin, dengan wajahnya penuh riasan natural namun sangat cocok dengan gadis seumurannya dan memperlihatkan sifatnya yang anggun dan elegan layaknya kalangan sosialita. Keyla semakin cantik dan memiliki daya tarik tersendiri. Tanpa sadar Martin berjalan mendekat kearah tangga dan tanpa sadar Martin mengulurkan tangannya kehadapan Keyla, yang malah tersenyum kecut melihatnya!
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA ☺️☺️☺️