Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Bertemu kedua orangtuanya.


Setelah mendengar suara orang yang tidak asing di pendengarannya itu Keyla segera membuang pandangannya ke asal suara tersebut. Keyla sangat bahagia dan tak mengira jika kedua orangtuanya akan datang ke rumahnya untuk menjenguknya. Keyla sudah lama tak bertemu dengan kedua orangtuanya pantaslah dia begitu bahagia melihat kedatangan mereka! Namun ketika Keyla hendak menarik punggungnya dari ranjang, tubuhnya begitu lemas seakan tak memiliki penopang lagi. Keyla hanya bisa tersenyum lemah sembari menatap kedua orangtuanya yang kini berjalan mendekatinya.


Martin segera beranjak dari posisinya duduknya dan memberikan jalan kepada kedua orangtua Keyla, Sinta memeluk tubuh anaknya itu dengan lembut, sedangkan Jordan kini berdiri disamping Martin, sembari mata menatap kearah putri kecil kesayangannya itu. Bahkan Jordan sangat heran melihat gadis kecilnya yang dulu selalu membuat kegaduhan didalam rumah dan Keyla juga terkenal sangatlah manja! Namun sikap itu kini sudah tak terlihat lagi pada putri kecilnya, yang terlihat hanyalah sikap Keyla yang dewasa dan tumbuh menjadi gadis jelita bahkan melebihi kecantikan Jeni, kakak kandung Keyla yang kini masih dalam pengawasan ketat anak buah Martin yang ada diluar kota. Tapi Martin tak pernah menyiksanya ataupun membatasi kebebasan Jeni! Martin hanya mengawasinya agar tak kembali ke kota A.


Perlahan melepaskan pelukannya, "Sayang Nak Martin tadi menelfon dan mengabarkan jika kamu sedang hamil, apakah kabar baik itu benar?" Tanya Sinta sembari membelai lembut rambut Keyla yang terlihat berantakan karna dia tak sempat memperhatikan penampilannya karna terus menerus merasakan mual yang teramat sangat pada perutnya.


"Benar Ma." Sahut Keyla dengan nada suara sangatlah lemah karna masih tak memiliki tenaga. Namun raut wajah Keyla terlihat bahagia setelah mengungkapkan kenyataan bahagia itu.


Menarik kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan menaruhnya disamping ranjang putrinya, "Anak Papa sudah besar bahkan dia sudah berciuman didepan kedua orangtuanya!" goda Jordan pada putri kecilnya sembari tersenyum bahagia. Begitu pula dengan Sinta dia juga ikut tersenyum jika mengingat cara Keyla yang minum obat! Ya memang cara itu terlalu aneh namun berhasil membuat Keyla tak memuntahkan kembali obat pahit yang terpaksa dia telah tadi


.


Hei my husband! Lihatlah akhibat kecerobohan mu, sampai kedua orang tuaku melihat caramu yang tak lazim itu dalam membantuku minum obat.


Begitu kira-kira arti dari sorot mata Keyla yang tiba-tiba menatap kearah Martin sembari alis hampir menyatuh! Sedangkan Martin yang mengetahuinya segera membuang pandangannya berlaga seolah-olah tak terjadi apa-apa. Keyla yang melihat sikap suaminya segera menarik salah satu senyumnya karna merasa jengkel dengan sikap acuh suaminya.


"Ma, Pa! Berhenti mengoda Key. Perut ku rasanya seakan diaduk-aduk dan aku tak berselera makan. Terlebih lagi jika mencium bau kecut dari parfum Kak Martin! Itu membuatku sangatlah tidak tahan dan perutku seketika terasa mual." Ucap Keyla masih dengan suara lemah namun tetap saja Martin bisa mendengarkannya dengan suara yang sangatlah jelas.


Ma, kau dengarkan, ucapan Key barusan? Bisanya dia bilang parfum CEO Martin bau kecut! Padahal itu parfum termahal dan dikirim langsung dari luar kota. Gumam Jordan dalam hati sembari menatap kearah Sinta.


Hahahaha kedua orangtua Keyla tak berani bicara secara langsung hingga mereka hanya bisa berbicara bahasan ikatan batin saja.


Keyla sangatlah takut pada kedua orangtuanya dan begitu pula sebaliknya! Kedua orangtua Keyla malah takut pada Martin Kwang, suami putrinya.


Sungguh lucu bukan namun Keyla tak mengetahui akan kenyataan pahit itu dan yang lebih gilanya lagi! Martin sangar takut jika istri kecilnya sedang merajuk.


Menatap Jordan dan Sinta bergantian, "Ma, Pa! Apakah kalian sudah sarapan?" Tanya Martin.


"Mama, sudah membungkus kan masakan yang tadi pagi hendak dibuat sarapan. Kamu pergilah makan sama Papa biar Mama yang temani Istrimu." Jawab Sinta pada Martin sembari tersenyum ramah.


Jordan berdiri dari posisi duduknya dan mencium lembut kening Keyla. Jordan dan Martin segera Keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Dilihatnya di meja dapur sudah penuh sarapan pagi.


Sinta tadi sempat membunyikan bel rumah beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam rumah tersebut akhirnya Sinta masuk kedalam rumah dan menuju dapur untuk menaruh makanan yang dia bawah dari kediamannya itu.


Jordan dan Martin segera mendudukkan tubuhnya di kursi dan mereka segera melahap makanan yang Sinta masak tadi. karna Martin belum sempat sarapan pagi, dia lebih fokus pada kesehatan istrinya hingga melupakan dirinya sendiri.