
"Aku harus bagaimana ini, Jika sampai si Bajin*an ini benar-benar menghentikan bantuannya pada perusahaan Papa, maka kami sekeluarga akan jadi gelandangan, Memikirkannya saja sudah membuat otak ku buntu!
Gadis itu masih terlihat berfikir sembari tangannya mengepal dengan keras, sedangkan Laki-laki dihadapan hanya diam mematung sembari mata tak bergeming menatap Gadis Malang itu.
"Bagaimana ini, aku sungguh tak rela melihat keluargaku hancur karna keegoisanku, tapi aku sungguh kebingungan, tapi apalah daya aku harus memutuskannya saat ini juga!" Gumam Key dalam hati, Gadis malang itu mencoba bernegosiasi dengan hati dan pikirannya, belum selesai dirinya mengambil keputusan, suara Martin mulai terdengar di tengah kesunyian ruangan itu!
"Baiklah jika kamu menolak menerima pernikahan ini! Aku akan mem. . " belum selesai Martin berkata, Key sudah memotong ucapan Pria itu.
"Aku, setuju! Bisakah kita lakukan pernikahan itu besok?" Gadis kecil itu mencoba menantang sang Pria.
"Haha. . kita lihat apakah kamu bisa membuatkan ku, pesta yang begitu megah dalam satu hari. Jika kamu bisa melakukannya aku dengan sukarela akan menyetujui pernikahan ini, walaupun aku terpaksa tapi tak masalah buatku jika aku memilih Suami yang bisa menuruti setiap ucapan ku dan keinginanku!" Ucapan Gadis itu seperti memiliki maksud lain jika dilihat dari syarat yang dia berikan.
"Tapi ingat! Jika kau sampai tidak bisa memenuhi keinginan ku, maka kau harus tetap membantu perusahaan milik keluargaku dengan sukarela." Ucap Key sembari berdiri dari posisi duduknya. Gadis itu bicara sembari menunjuk satu jarinya.
Setelah mendengar syarat yang diajukan oleh Keyla, Martin melirik kearah Asistennya yang berdiri tak jauh darinya. Asisten itu terlihat menganggukkan kepalanya sembari tangannya terlihat mengambil ponsel dan terlihat sibuk menghubungi seseorang, entah siapa yang sedang Pria itu hubungi! Pria yang memiliki wajah tanpa ekspresi dan kelihatan lebih menakutkan dari pada Martin.
Asisten itu seperti mengerti apa yang diinginkan oleh majikannya! bahkan tanpa Martin berkata Pak Hendro sudah mengetahui apa yang diinginkan majikanya hanya dengan melihat sorot matanya!
"Kalian bisa berusaha sekuat tenaga, Kita akan lihat kemampuan dan kehebatan Calon Suamiku ini! Haha Mana mungkin dia biasa memenuhi syarat ku yang terbilang sangat mustahil itu. Mana ada orang yang bisa mendesain acara pernikahan yang megah dalam waktu kurang satu hari saja!" Begitu kira-kira yang ada didalam pikiran Gadis kecil itu.
Martin terlihat meraih tangan Keyla dan menciumnya dengan lembut sebelum bicara!
"Sayang kembalilah ke kamar mu! dan kamu harus terlihat cantik di acara pernikahan besok." Senyuman devil kembali menyeringai bibir pria tampan tersebut. Bagaikan serigala yang sudah menemukan mangsanya, dia mengunci mangsanya didalam sarang, hingga mangsanya tak akan bisa melarikan diri dari cengkeramannya! Begitu kira-kira ungkapan senyuman Pria Tampan itu.
Sembari tersenyum kecut Keyla menarik balik tangannya dan berlari menaiki anak tangga, bahkan Keyla melewati kedua orangtuanya begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.
Gadis itu menginjakkan kakinya kasar menaiki tangga, hingga terdengar suara kaki yang begitu keras. Setelah melihat Putrinya memasuki kamarnya Jordan dan Sinta segera kembali keruang tamu dan menemui Martin.
Ruang tamu
Setelah melihat calon Nona mudanya beranjak pergi, Pak Hendro segera menghampiri majikanya yang masih berdiri di depan sofa! Asisten itu lebih dulu membungkukkan badannya sebelum berbicara.
"Tuan, Saya sudah memenuhi perintah tuan muda!"
Tutur asisten itu dengan suara tegas dan sopan. Martin hanya diam tanpa menjawab sembari mengibaskan tangannya pelan menampar angin karna melihat calon Mertuanya melangkah mendekatinya. Hendro yang mengetahui isyarat majikanya pun segera membungkukkan tubuhnya dan berlalu pergi ke posisi awalnya berdiri tadi.
Dengan wajah kelihatan khawatir, Kedua orang tua itu melangkah cepat menghampiri Martin, dan terlihat mereka masih sempat memaksakan senyumnya dihadapan Martin.
"Nak apakah Key menolak pernikahan ini?" Tanya Jordan dengan raut wajah kelihatan gelisah, Sinta yang berada di sampingnya hanya bisa mengengam kedua tangannya sendiri dan berharap sang Putri tidak menolong pernikahan ini.
Kedua orang itu paham betul, jika sampai pernikahan ini batal maka mereka dengan sangat terpaksa akan mengumumkan kebangkrutannya! Dan lebih menyedihkan lagi mereka akan menjadi bahan omongan masyarakat kalangan atas.
Tentu saja mereka merasa kebingungan karna mereka akan kehilangan harga dirinya dihadapan banyak orang.
Senyum terlihat mengembang di bibir Martin sebelum dia berbicara,
Martin menceritakan persyaratan yang diberikan Keyla tadi! Tapi entah mengapa mereka bertiga tersenyum bersama!
JANGAN LUPA BERI VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️