Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Tak Berdaya


Tap. tap. tap!


Suara lantang kaki Sinta yang berjalan dengan terburu-buru menuju kamar Keyla. Jordan sedang memperhatikan Martin yang mengendong Keyla dengan tatapan mata kelihatan redup dan sedih, di dalam hati Jordan bergumam,


"Bagaimana mungkin tuan Martin bisa mengenal Key! Sedangkan aku sama sekali tak pernah sedikitpun menyingung masalah Key," gumam Jordan sembari mengernyit heran dan menatap punggung Martin


Di sisi lain, Sinta segera mengarah kan kakinya menuju kamar Keyla dan membuka pintu kamar tersebut dengan kasar. Martin segara masuk ke dalam kamar tersebut dan melangkah cepat menuju ranjang Keyla, setiba nya di ranjang Martin membaringkan Keyla dengan perlahan dan tak lupa menyelimutinya, terlihat Isak tangis Sinta yang khawatir melihat kondisi putri bungsunya tersebut. Sinta tak bisa menahan air matanya hingga perlahan butiran air mata mulai menetes di pipi Sinta bergantian. Sinta melihat wajah Keyla yang kelihatan pucat dan masih tak sadarkan diri. Sinta berjalan mendekati Keyla sembari duduk di samping Keyla dan mengusap lembut kening Keyla dan mencium nya. Terlihat Sinta sangat terpukul melihat keadaan Keyla karna waktu berangkat sekolah Keyla baik baik saja. Dan terlihat sangat bahagia. Martin merasa tersentuh hatinya melihat jiwa ke ibuan yang Sinta miliki, suara Martin perlahan mulai terdengar.


"Sebelum saya bawa kesini Keyla lebih dulu di periksa dokter pribadi keluarga Kwang, dokter bilang Keyla hanya butuh istirahat sebentar dan akan baik baik saja " Jelas Martin mencoba menenangkan Sinta yang masih menangis sesengukan sembari sesekali menyeka air matanya yang berjatuhan di pipi nya.


Di sisi lain Jordan mengajak Martin keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruang tamu. Jordan terlebih dulu duduk di sofa tak lama kemudian Martin ikut menjatuhkan tubuhnya di sofa, terlihat dari kejauhan pelayan rumah sedang berjalan menuju majikanya tersebut sembari berkata,


"Tuan, mau di buat kan minuman apa?" Tanya pelayan tersebut sembari membungkuk kan badanya di hadapan Jordan.


"Bibik buatkan 2 cangkir kopi dengan sedikit gula dan camilan." Sahut Jordan sembari menatap pelayan tersebut. setelah mendengar ucapan Jordan pelayan pun bergegas pergi menuju dapur.


Berbincang.


Jordan yang sedari tadi penasaran, segera bertanya pada Martin tanpa sungkan, "Tuan Martin bagaimana mungkin anda bisa mengenal putri bungsu saya? Sedangkan seingat saya, satu kali pun saya tak pernah menceritakan tentang Keyla," Tanya Jordan sembari mengernyit kan dahinya dan menatap kearah Martin.


"Kita adalah partner kerja, aku terlalu selektif dalam memilih rekan bisnis, sebelum aku mulai berkerja sama dengan mu, aku lebih dulu mencari informasi tentang keluarga mu dengan sangat detail! Jadi bukan hal yang sulit bagiku untuk menyelidiki tentang keluarga mu." Jelas Martin menceritakan apa adanya, namun Martin tak menceritakan tentang kejadian beberapa Minggu yang lalu karna tak ingin Jordan memarahi Keyla. Jordan menyungingkan senyuman nya sembari berkata.


"Aku sangat beruntung bisa berkerja sama dengan orang yang lebih muda dari ku, namun sangat ambisius seperti mu. Tak heran jika tuan Martin bisa seberhasi sekarang, seperti aku harus banyak belajar dari mu." Jordan memuji kemampuan cara berbisnis Martin. Dan melambaikan tangannya memanggil pelayan rumahnya


Beberapa saat kemudian. terlihat pelayan sedang berjalan mendekat sembari membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan beberapa camilan ringan, dengan segera pelayan menyuguhkan apa yang ada di dalam nampan. Satu cangkir kopi di taruh di hadapan Jordan dan satu kopi lagi di taruh di hadapan Martin sedangkan camilannya di taruh di tengah meja. pelayan kembali berjalan menuju dapur.


Martin melihat di sekitar rumah seakan mencari sesuatu. Jordan yang mengetahui nya, segera bertanya pada Martin, "Apa kamu sedang mencari Jeni?" Tanya Jordan dengan menyungingkan senyuman nya


"Jeni sedang ada tugas di luar kota, mungkin beberapa hari lagi dia akan pulang" sahut Jordan sembari menyilang kan kakinya. Martin hanya tersenyum mendengar ucapan Jordan tersebut.


Jordan dan Martin berbincang bincang lama, dan sesekali terdengar suara gelak tawa di sela sela perbincangan mereka. Selang beberapa waktu terlihat Sinta sedang menuruni tangga dengan raut wajah bersedih. dengan langka perlahan Sinta berjalan mendekati Jordan dan segera menjatuhkan tubuhnya di samping Jordan dan berkata,


"Pa, Key masih belum sadar juga, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Sinta dengan suara memelas.


Jordan hanya tersenyum kecil sembari berkata, "Tenanglah sayang, Key sudah di suntik obat tidur, jadi pantas saja dia masih tertidur pulas." jawab Jordan mencoba menenangkan Sinta yang kelihatan khawatir, Jordan pun sebenarnya khawatir dengan kondisi putri sulung nya tersebut, namun dia mencoba tetap tenang agar Sinta tak semakin panik.


Tak lama kemudian Martin meminta ijin pada Jordan untuk menjaga Keyla di kamarnya. Jordan tanpa rasa keberatan sedikit pun, langsung mengiyakan permintaan Martin. Martin beranjak dari sofa dan melangkah menuju kamar Keyla. Di lihatnya Keyla masih tidur, Martin segera menghampiri keyla dan duduk di samping Keyla. dengan rasa khawatir Martin memegang kening Keyla dengan punggung tangannya. sembari bergumam


"Suhu badanya sudah kembali normal, tapi terasa sedikit demam," gumam Martin lirih sembari melihat jam dinding dilihatnya sudah pukul 18.00


Martin terlihat mengantuk,terlihat beberapa kali dia menguap. Martin segera menarik kursi yang ada di depan meja belajar Keyla dan segera mendudukinya. Tak butuh waktu lama Martin sudah tertidur lelap dengan posisi masih duduk di kursi.


pukul 18.00 Keyla perlahan membuka matanya sembari melihat di sekeliling dengan heran karna tadi dia sedang berdiri di pinggir jalan mencoba mencari taxi. Namun ketika Keyla melihat Martin di dalam kamarnya seketika Keyla tersenyum sinis. dan menganggap bahwa bertemu dengan Martin di dalam mimpi nya.


Jangan lupa like dan komen. supaya Khairin lebih semangat lagi untuk up date


Tinggalkan kritik dan saran agar saya bisa membuat novel yang lebih baik lagi. selama kritik dan saran masih dalam batas wajar dan sopan saya sangat mengapresiasi


Klik profil saya dan follow akun mangatoon saya dan ikuti setiap karya saya. .


Jika niat masuk ke grup Khairin. jangan lupa tinggalkan nomor wa. maka akan saya hubungi siapa tau kalian bisa bantu saya cari inspirasi ☺️☺️☺️