Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Kebingungan


Tap. . tap. . tap. . suara lantang kaki keyla melangkah kasar turun dari anak tangga. Keyla pun segera berjalan menuju meja makan, menghampiri Sinta dan Jordan yang terlihat masih menghabiskan nasi di piring masing masing. Keyla pun semakin mempercepat langkahnya dan segera memeluk Sinta sembari berkata


"Ma. . di mana Cici" ucap Keyla dengan mata berkaca-kaca(Cici adalah sebutan boneka kesayangan keyla)


"Sayang, bukankah kamu selalu bersama cici" sahut Sinta sembari membelai lembut rambut keyla.


"Aku sudah mencarinya di setiap sudut ruangan ma, tapi aku belum menemukan Cici di mana mana " ucap Keyla dengan wajah memelas dan menarik pelukanya dari Sinta.


Jordan pun segera memangil pelayan yang berada di rumahnya untuk mencari keberadaan boneka kesayangan Keyla


"Ma. . tenangkan Keyla dan suruh dia habiskan sub nya" ucap Jordan, yang tak tega melihat putri kesayangan nya menagis sesengukan


"Sayang. . makanlah sub nya dulu, biar pelayan yang mencarinya " ucap sinta sembari mengambil satu sendok sub. Namun Keyla masih tak mau membuka mulutnya karna bingung memikirkan keberadaan Cici (boneka kelinci)


"Sayang. . buka mulutnya " ucap Sinta sembari menyungingkan senyum nya pada Keyla.


Dengan terpaksa Keyla pun membuka mulutnya. Dan dengan keras menelan sub yang menurutnya terasa getir, karna mengingat keberadaan cici.


Tak lama kemudia Jordan berangkat kerja, Dan sebelum berangkat Jordan menghampiri keyla yang masih di suapi oleh sinta, dan bergantian mengecup kening sinta Dan keyla. Kemudian berlalu pergi


Kediaman Martin kawan


Terlihat Martin sedang menghabiskan makanan yang berada di piring nya, setelah selesai makan, Martin melangkahkan kakinya berjalan menuju ruang tamu, setelah sampai di ruang tamu Martin segera duduk di sofa sembari melipat kakinya dan di ambilnya koran yang terlihat sudah berada di atas meja.


Tap. . . tap. . . tap. . . terdengar suara langkah kecil pelayan yang berjalan menghampiri Martin sembari berkata


"Tuan muda. . boneka kelinci ini sudah bersih dan bentuknya pun sudah saya perbaiki" ucap salah satu pelayan sembari membawa boneka kelinci tersebut yang ke lihatan putih seperti baru lagi.


Martin pun segera menaruh koran yang sedang di bacanya di atas meja, sebelum menaruh koran itu Martin terlebih dulu melipatnya seperti semula. kemudian berkata pada pelayan tersebut


Jika terlihat dari raut wajahnya Martin kelihatan sekali sangat trauma dengan bau khas boneka kesayangan Keyla tersebut.


"Tentu saja baunya, sekarang sudah hilang karna kami mencuci nya hingga 20 kali, Dan dengan memberinya wewangian yang di sukai tuan. . ! " sahut pelayan tersebut mencoba meyakinkan majikan nya.


Akhirnya Martin pun berlahan mengulurkan tanganya untuk meraih boneka Keyla. Setelah boneka Kelinci tersebut berada di tangan Martin. Dengan sangat pelan Martin pun mendekatkan hidungnya ke boneka Keyla, dan mulai mengendus nya beberapa kali. Dan di ciumnya boneka tersebut namun tak di temukan bau khas seperti awal Martin mencium boneka kelinci tersebut.


Kini yang ada hanyalah bau yang sangat harum. Dan dengan bentuk yang baru.


"Pergilah.. " ucap martin pada pelayan tersebut.


 


Dan pelayan tersebut pun segera melangkah menuju dapur untuk melanjutkan perkerjaan rumahnya. Martin pun terlihat menyungingkan salah satu senyumnya.


Namum entah apa yang sedang berada di pikiran nya. .!


 


Di sisi lain. .


 


Terlihat beberapa pembantu pun segera melangkah mendekati sinta yang terlihat masih menenangkan Keyla. Sembari berkata


"Nyonya boneka nona Keyla, masih belum kami temukan" ucap salah satu pelayan yang terlihat berada di depan barisan dengan menundukkan kepalanya