
Sekarang Keyla sudah mengenakan lingerie berwarna kesukaannya yaitu warna merah menyala, warna merah menandakan jika berani terhadap apapun. Tapi tidak halnya dengan Istri kecil itu, nyalinya seakan menciut saat dia sudah mengenakan lingerie yang menurutnya kurang bahan itu setelah memakai lingerie Keyla berlari dan melompat keranjang dan segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut berwarna pink kesukaannya, Keyla meringkuk didalam selimut sembari mengomel alai didalam selimut itu, dia mendekap boneka kelincinya supaya bisa merasakan sedikit tenang.
Tentu saja Keyla merasa sangatlah aneh, karna ini kali pertama dia mengenakan lingerie pastilah dia merasa sangatlah tidak nyaman dan merasa sesak nafas saat menggunakannya. Padahal kain lingerie itu terlihat longgar dan kain ya pun sangatlah halus. Tapi karna melihat bentuknya yang aneh itu membuat Keyla kesulitan bernafas seakan ada sesuatu yang mengganjal di Paru-parunya, badannya merinding seketika saat melihat kearah lingerie itu yang langsung tembus ke kulit ya.
"Sial! Siapa sih yang punya ide konyol membuat baju seperti ini, lihatlah bentuknya yang sangat menjijikkan!" Ucap Keyla didalam selimut sembari menusuk-nusuk lingerie itu karna merasa kesal dan raut wajahnya pun menunjukkan kekesalan tingkat dewa. "harganya sangat mahal, tapi kenapa kainya tidak rata dan malah tipis sekali seperti tidak memakai baju. Aku akui aku bukan kali pertama melihat bentuknya yang aneh tapi tiap aku melihat bentuk lingerie di manekin aku selalu bergidik geli tapi sekarang aku bahkan mengenakannya ditubuh ku!" imbuh istri kecil itu dari dalam selimut dia tak hentinya merapalkan mantra ocehan andalan, supaya dia merasa sedikit tenang. Tapi dia masih saja sangat gelisah jika melihat tubuhnya yang di balut baju transparan itu
Cklekk!
Martin membuka pintu kamar mandi, Martin segera memfokuskan pandangannya menatap kearah istri kecilnya itu, Dia melihat Keyla tak bisa diam dia didalam selimut, gadis itu terdengar sedang bicara namun Martin tak bisa dengan jelas mendengarnya karna suaranya terlalu lirih, Martin sekarang mengenakan handuk putih yang dililitkan di pinggangnya dan satu handuk putih kecil dipakainya untuk mengeringkan rambutnya.
Martin tersenyum devil melihat kearah Keyla, dia segera membuang handuk kecil yang ada ditangannya dengan kasar hingga handuk itu teronggok begitu saja dilantai. Martin menarik kasar selimut berwarna pink yang menutupi tubuh istrinya. Keyla refleks melotot dan langsung menutup dadanya dengan kedua tangan karna merasa malu. Martin menatap dengan pandangan takjub melihat tubuh istrinya itu, tubuh yang terlihat putih seperti susu dan sangatlah cocok dengan warna merah lingerie itu, tubuh Keyla kelihatan seakan bersinar dan sangat memanjakan mata suaminya itu.
Tentulah Martin sangat terpesona dengan tubuh istri kecilnya itu karna baru kali pertama semenjak menikah, Martin bisa melihat tubuh istrinya itu. Keyla memejamkan matanya karna tak berani memandang suaminya padahal Martin terlihat sangat keren, dia bertelanjang dada dan dengan rambut basahnya, Martin masih mengenakan handuknya yang dia lilitkan di pinggangnya.
Jantung Keyla berdegup semakin kencang seakan habis lari maraton seharian, dia masih memejamkan matanya, Martin segera melangkah mendekati arah sakral lampu.
Martin kemudian menekan tombol itu. Dengan sekejap lampu kamar itu sudah padam dan Martin segera membuang kasar handuk yang menempel di pinggangnya itu kelantai. Kini Martin polos tak mengenakan satu helai benang pun.
Dia naik keatas ranjang dan mengecup kening sang istri, kemudian dia mencium pipi istrinya dengan sangat lembut dan sekarang dia berganti ke bibir sang istri dsn mengecupnya dengan sangat lembut, Martin melingkarkan tangan Keyla di punggungnya dsn malam yang panjang itupun akan segera dimulai.
Puas dengan bibir sang istri kini Martin turun ke leher jenjang istrinya, dan tangannya dengan perlahan mulai membuka lingerie istrinya itu, kini mereka berdua polos tanpa mengenakan satu helai benang pun.
Martin menind** tubuh istrinya karena sudah tidak tahan lagi mengendalikan hasratnya yang semakin membara. Tubuh Keyla seakan terkena sengatan listrik yang menjalar dari bawah kakinya dan perlahan mulai naik sampai keatas kepalanya.
_ _ _ _
Martin bangun lebih dulu dan dia sekarang sedang menatap istrinya yang masih tertidur dengan senyum manis diwajahnya, "Dasar istri Kecilku dia bahkan senyum senyum sendiri didalam mimpinya! Awas saja jika dia berani memimpikan pria lain didalam mimpinya!" gerutu Martin. Pria yang sangat aneh bukan bagaimana mungkin dia bisa melarang istrinya untuk memimpin pria lain sungguh kecemburuan yang aneh.
Martin melingkarkan tangannya diperut istrinya dan dia semakin mendekat, menjilati telinga istrinya dengan lembut. Tak lama kemudian Keyla bergeliat pelan karna merasa
merinding seketika saat suaminya melakukan hal itu.
Plap!
Perlahan Keyla mulai membuka matanya dia menatap suaminya dengan memberengut kesal, "Apa lagi! Apa masih kurang? kau bahkan tak membiarkanku tidur nyenyak semalam!" gerutu Keyla dengan bibir mengerucut.
Pantaslah dia marah karena Martin mengulang beberapa kali malam pertamanya dengan sang istri durasinya juga sangatlah lama.
"Tidak cukup! Dan tidak akan pernah cukup!" Sahut Martin sembari mulai menggerayangi tubuh istrinya dan Keyla hanya bisa pasrah ditengah rasa kesal yang semakin menjalar keseluruhan tubuhnya.
Bahkan tubuh Keyla seakan kaku semua tapi beda dengan Martin pria itu masih saja memiliki hasrat dan tenaga yang sama seperti semalam.
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️
SERTA TINGALKAN LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
TINGGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
EPISODE PAGI UNTUK MENEMANI HARI KALIAN. SALAM HANGAT SAYA (KHAIRIN NISA)