
Pukul 09.00
Martin terlihat sedang mengadakan rapat bisnis saham di kantornya, Martin sangatlah lihai dan pandai memuaskan para kliennya, terlihat Beberapa kali orang yang ada di dalam ruangan rapat tersebut, mencoba melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tak di duga oleh Martin. .!
Namun dengan tenang dan penuh wibawa, Martin menjawab setiap pertanyaan kliennya tersebut dengan sangat mudah dan tanpa merasa kesulitan sedikit pun. hingga membuat kliennya yang kebanyakan berusia paruh baya itu pun, terkagum-kagum di buatnya. selang beberapa menit rapat itu sudah selesai, terlihat orang yang berada di dalam rapat tersebut mulai keluar dari ruangan bergantian, hingga menyisahkan Martin dan Hendro di dalam ruangan.
"tuan. . setelah ini akan ada rapat dengan". ucap Hendro sembari membaca jadwal rapat Martin di hari Jumat, belum selesai Hendro menjelaskan, Martin segera menghentikan ucapannya
"batalkan semua rapat hari ini, ada urusan yang lebih penting" ucap Martin sembari menyandarkan punggungnya di kursi
"apa, ada yang perlu saya bantu. . ?" tanya Hendro
"siapkan mobil, kita pergi ke perusahaan Jordan Hans" Sahut Martin singkat sembari menyeruput kopi pahit di hadapannya
Terlihat Hendro sedang sibuk membatalkan semua janji pertemuan Martin, setelah tugasnya beres Hendro segera menyiapkan mobil dan pergi menuju kantor Jordan
Di perjalanan
"Tuan. . bisakah saya bertanya. . ?" ucap Hendro sembari melirik ke arah Martin dari kaca kecil yang ada di dalam mobil.
"bicaralah. . !" sahut Martin singkat sembari mengerutkan dahinya
"apakah tuan benar-benar mencintai nona kecil itu. . ?" ucap Hendro dengan mengigit bibir bawahnya
"aku hanya ingin meluluhkan hatinya saja, setelah aku mendapatkan cinta Keyla. maka aku akan meninggalkan nya" ucap Martin penuh percaya diri
"entah mengapa aku seperti tak percaya dengan apa yang di katakan tuan" gumam Hendro dalam hati sembari memfokuskan pandanganya menatap arah jalan yang kelihatan di padati kendaraan roda empat.
1 jam kemudian.
Mobil yang di kemudikan oleh Hendro pun segera memarkir mobilnya di halaman kantor Jordan, setelah mematikan mesin mobilnya Hendro segera turun lebih dulu dari mobil, dan membukakan pintu untuk majikanya tersebut. setelah pintu terbuka Martin segera turun dari mobil Lamborghini mewah pengeluaran terbaru 2019 itu.
Setelah turun dari mobil mewahnya, Martin segera merapikan jasnya dan melipat sedikit kemeja yang di pakainya hingga terlihat jam tangannya, semua orang yang melihat Martin pun tak bisa melepaskan pandangannya dari pembisnis muda dan tampan tersebut, bahkan tak jarang terdengar kasak kusuk para wanita membicarakan kelebihan dan kekayaan Martin. namun Martin sama sekali tak tertarik mendengar perbincangan mereka dan terus melangkahkan kakinya hingga sampai di depan ruangan Jordan.
"masuk. . " sahut Jordan sembari mata tak bergeming membaca berkas yang ada di tangannya
Kriiaaakkkk. . . suara pintu di buka, namun hanya Martin yang masuk ke dalam ruangan, Hendro menunggu di luar ruangan, berjaga-jaga jika majikanya tersebut memerlukan sesuatu. . !
"apakah saya menganggu perkejaan anda. . ?" ucap Martin sembari menatap Jordan yang terlihat masih sibuk membaca kertas yang di pegang nya
"tentu saja tidak, Mari duduklah. . !" sahut Jordan sembari berdiri dan menjabat tangan Martin
Setelah selesai berjabat tangan, Jordan segera meraih gagang telvon di samping nya. dan menyuruh asistennya membawakan dua cangkir kopi.
" maaf kan saya karna menganggu waktu kerja nak Martin, ini mengenai Keyla" kata-kata Jordan segera terhenti karna mendengar ketukan pintu dari luar ruangannya.
Ternyata itu adalah asisten Jordan yang masih terlihat muda dan cantik, asisten tersebut membawa nampan berisikan 2 cangkir kopi pahit pesan Jordan, di taruhannya satu cangkir di hadapan Jordan dan satu cangkir lagi di hadapan Martin.
Sebelum pergi asisten Jordan pun menyungingkan senyumannya sembari melirik ke arah Martin dengan tatapan kagum dan terpesona akan ketampanan dan karismatik yang Martin miliki. Jordan dan Martin pun melanjutkan perbincangan mereka yang sempat tertunda tadi
"bicaralah tak perlu sungkan, kurang dari 2 bulan kita agak menjadi keluarga" ucap Martin dengan menyilakan kakinya
"begini nak Martin, Keyla masih sangat kecil, dan Keyla juga terbiasa kami manja hingga tingkahnya sangatlah kekanak-kanakan, apa tidak terlalu muda bagi Keyla menikah di usia 18 tahun" tutur Jordan dengan lembut,
"aku akan mengantikan tugas anda untuk menjaga Keyla, dan saya sudah mengakhiri semua hubungan saya dengan wanita lain. .! saya juga berjanji tak akan menyakiti ataupun membuat Keyla bersedih" ucap Martin mencoba meyakinkan papa Keyla yang terlihat khawatir.
"aku sangat legah nak mendengar ucapan mu, ternyata kamu tak hanya pintar berbisnis namun juga pintar bernegosiasi" ucap Jordan dengan senyum menyeringai di wajahnya
"aku akan melakukan apapun untuk Keyla, sejak awal bertemu dengannya aku sudah menyukainya" tutur Martin.
"baiklah nak, hari Minggu jika kamu tak sibuk, datanglah berkunjung ke rumah, mungkin jika sudah berbicara langsung dengan mu,. mama Keyla akan merasa tenang nak" kata Jordan sembari menyeruput cangkir berisikan kopi hangat tersebut, begitu pula dengan Martin mereka berdua kelihatan sangat lah akrab,. .