
Pak Hen hendak membuka mulutnya memberitahu Martin siapa yang ada dibelakangnya itu namun isyarat tajam mata Martin membuat Pak Hen membisu seketika.
"Keluar! Apakah kamu sudah bosan hidup, hah!" Teriak Martin untuk yang kedua kalinya membuat semua orang yang ada didalam ruangan itu semakin ketakutan dibuatnya.
Air mata Keyla meleleh seketika saat Martin mengucapkan kata-kata yang tidak pernah dia duga. Ya semenjak Martin memutuskan untuk menjatuhkan hatinya pada Keyla, Martin tidak pernah lagi bicara kasar pada Keyla dan dia justru sangat memanjakan istrinya itu. Jadi sangatlah wajar jika hati Keyla terasa sakit dan dadanya semakin kesulitan bernafas saat mengetahui jika Martin membentaknya tanpa menoleh.
Namun Keyla tidak tau jika Martin tidak sengaja melakukan karna Martin kira yang tadi masuk bukanlah istrinya, hingga CEO kejam itu bicara tanpa berfikir panjang.
Jangankan untuk membentak Keyla yang sedang hamil bahkan Martin saja rela membatalkan perintahnya demi membuat wanita yang dia cintai merasa bahagia.
"Maafkan aku, Kak." Keyla bicara dengan sesenguka dan air matanya mengalir semakin deras membanjiri kedua pipinya, Keyla bicara dengan menundukkan kepalanya karna dia tak mau menatap wajah suaminya yang tengah emosi itu.
Setelah mendengar suara istrinya Martin segera menoleh dengan kasar dan menatap wanita yang paling dia cintai sedang terluka karna ucapan. Saat Keyla hendak berbalik arah dan pergi Martin segera berdiri dengan kasar dari posisi duduknya. Dia segera melangkahkan kakinya mendekati Keyla dan memeluknya dari belakang sembari mengecup lembut leher jenjangnya.
"Sayang maafkan aku, aku sungguh tidak menyangka jika itu adalah kamu." Ucap Martin sembari membalikkan tubuh Keyla dan mereka saling berhadapan, dengan lembut tangan Martin mulai menyeka krista bening yang jatuh dikedua pipi putih istrinya itu.
Semua orang yang masih terduduk kaku di kursi mereka masing-masing seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mereka tidak berani mengangkat kepalanya walaupun mereka semua sangat ingin melihat perubahan dari singa buas menjadi kucing jinak itu. Orang-orang yang sedang dilanda kephoo itu hanya bisa melirik kearah Martin yang sedang mencoba meluluhkan hati istrinya itu.
"Berhenti menangis sayang, kamu kesini mau bicara apa?" Tanya Martin sembari mengandeng tangan Keyla dan mendudukkannya dikursi yang Martin duduki tadi. Pak Hendro segera membungkukkan badannya pada Keyla yang sekarang mulai berhenti menangis.
"Kak aku tadi telvon Resni menyuruhnya datang ke sini karna aku bosan jika dikurung dikamar sendirian," Rengek Keyla dengan manja sembari memaksakan senyuman diwajahnya.
"Mana Resni?" Tanya Martin sembari matanya menyapu seisi ruangan tersebut namun dia tak menemukan Resni disana.
"Dia masih ada di lobby Kak,"
"Lakukan sesukamu, sayang dan kamu tidak perlu minta izin dariku!" Ucap Martin sembari mengecup lembut kening istrinya itu.
Selesai bicara Keyla segera keluar dari ruangan tersebut dengan mata masih basah. Martin pun bisa menghembuskan nafas lega karna dia tidak perlu lama menghabiskan waktunya untuk Merayu bumil itu. Ya setiap Keyla bertemu dengan Resni, moodnya selalu berubah menjadi baik.
JANGAN LUPA BERI VOTE DAN LIKE JUGA YA.
BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. TERIMAKASIH.