
Siang hari yang seharusnya terlihat cerah.
tapi mengapa sang mentari seakan enggan menunjukkan dirinya.
bahkan matahari tak memancarkan sedikitpun sinarnya.
Namun yang terlihat hanya awan gelap di sertai suara petir yang sedari tadi menemani rintik hujan yang sedang menari di atas bumi.
Seakan menemani rasa kegundahan hati yang sedang ku alami.
namun angan-angan ku perlahan mulai terasa samar.
di tengah dinginnya air hujan, terlihat sorot cahaya kehangatan, itu adalah dirimu bidadari tanpa sayap yang di kirim tuhan untuk mengobati ke kesepian, kesendirian, kesedihan. yang pernah aku alami!!
(Khairin nisa)
Selama di perjalanan Martin tak hentinya menatap wajah Keyla sembari menggenggam tangan Keyla yang terasa dingin seperti es, tak jarang Martin meniup Kasar tangan Keyla supaya terasa hanga.
Tiba-tiba Martin melotot ke arah Pak Hendro sembari berkata, "Bisakah kau lebih cepat lagi mengemudikan mobilnya! "Bentak Martin sembari menatap tajam ke arah supirnya tersebut.
"Baik tuan." Singkat Pak Hendro tersebut dan segera menambah kecepatan laju mobil nya. tak lama kemudian Martin mulai bicara
"Cepat panggil dokter ke rumah, dan sebelum kita tiba di rumah dokter itu harus sampai lebih dulu." Ucap Martin dengan wajah khawatir, dan masih menatap ke arah Keyla yang masih tak sadarkan diri.
Setelah mendengar ucapan Martin Pak Hendro segera menghubungi dokter pribadi keluarga Kwang. Pak Hendro segera mengambil minyak gosok yang ada di samping tempat duduknya dan segera memberikan nya pada Martin dengan wajah ketakutan dan ragu. Hendro mengetahui jika Martin paling membenci bau menyengat dari minyak gosok tersebut. Namun karna melihat wajah Martin yang sangat khawatir dengan keadaan Keyla Rendro memberanikan diri untuk memberikan minyak gosok/minyak penghangat tubuh tersebut.
"Apa kau sadar, apa yang kau berikan padaku?" Tanya Martin sembari menatap sinis ke arah Hendro.
"Sa. . saya tau tuan muda, anda tak pernah menyukai bau minyak gosok tersebut namun nona Key membutuhkan minyak penghangat tersebut, tapi jika tuan tidak berkenan memakainya biar saya simpan kembali," ucap Hendro dengan wajah pucat karna takut melihat mimik wajah Martin yang kelihatan suram dan menakutkan. ketika Hendro hendak menyimpan kembali botol minyak tersebut namun segera di hentikan oleh Martin. Hingga membuat Hendro seakan tak percaya hanya demi gadis polos dan lugu tersebut Martin rela menjaganya.
"Apakah tubuh Key bisa hangat jika menggunakan nya?" Tanya Martin dengan penuh tanda tanya. namun supir itu tanpa berkata dia hanya menyiratkan senyuman nya. sembari memberikan botol minyak tersebut.
Tak lama kemudian mobil Martin berhenti di halaman rumahnya, dengan segera sopir Martin membuka pintu mobil. Martin dengan terburu-buru turun dari mobil sembari mengendong Keyla masuk ke dalam rumah dengan wajah khawatir karna melihat wajah Keyla mulai pucat dan tubuh menggigil kedinginan. Setelah melihat Martin, dokter itu mengekor di belakang nya dan Martin membaringkan Keyla dengan pelahan di atas ranjang pribadi milik nya. dokter itu dengan cekatan memeriksa ke kondisi kesehatan Keyla.
15 menit kemudian. dokter selesai memeriksa kondisi Keyla sembari berkata, "Tuan nona tidak apa-apa dia hanya merasah kedinginan karna tubuhnya terlalu lemah jika harus menahan rasa dingin yang terlalu lama, saya juga sudah memberi Suntikan dan obat tidur, biarkan dia beristirahat dulu. " Tutur dokter tersebut sembari melangkah pergi. Martin hendak mendekati Keyla yang terbaring di atas ranjang pribadi milik nya. namun langkahnya terhenti setelah seseorang memanggil Martin dari belakang.
"Tuan ada seorang wanita muda mencari anda, ketika saya tanya! wanita tersebut bilang namanya Gladis. Dia bilang dia kekasih tuan Martin." ucap pelayan rumah Martin sembari membungkuk kan badanya. namun tanpa di duga Martin menolak menemui kekasihnya tersebut karena lebih memilih menjaga Keyla.
"Suruh dia pulang! Aku tidak ingin menemuinya!" Bentak Martin pada pelayan tersebut dan segerah berbalik arah meneruskan niat nya untuk menghampiri Keyla. Pelayan tersebupun segera menemui Gladis yang sedang duduk di ruang tamu sembari menyeruput secangkir teh hijau dan menyilang kan kakinya dengan santai.
"Nona, tuan Martin sedang sibuk, tuan menyuruh nona untuk pulang dulu." Kata pelayan tersebut menyampaikan apa yang di katakan majikanya. Namun Gladis tak terima dengan ucapan pelayan Martin tersebut, Gladis segera berdiri dengan kasar dan menatap tajam ke arah pelayan rumah tersebut, ketika Gladis hendak memaksa masuk ke dalam kamar Martin, dengan segera pelayan tersebut menghentikan langkah nya dan mencoba membujuk Gladis.
"Nona Gladis, pulang lah dulu apa kamu tidak takut terkena amarah tuan muda?" Tutur pelayan tersebut mencoba menasehati Gladis yang terlihat menekuk mukanya.
"Nenghela nafas panjang, Baiklah aku akan pulang." Ketus Gladis singkat sembari menghentakkan kakinya berjalan keluar rumah Martin, dengan perasaan emosi karna Martin mengabaikan dirinya.
Beberapa Minggu yang lalu diam-diam Martin menyuruh Hendro untuk mencari identitas Keyla dan tanpa kesulitan sedikit pun Hendro bisa menemukan semua data diri Keyla berserta angota keluarganya.
3 jam kemudian
Di dalam kamar. Martin beranjak berdiri dari sofa dan berjalan ke arah jendela, di lihatnya hujan mulai mereda.
Martin segera menghubungi Hendro sembari berkata, "Cepat siapkan mobil, antar aku ke rumah Key sekarang" ucap Martin pada supir nya tersebut.
Sebelum Martin mengantar Keyla Martin terlebih dulu menelfon Pak Jordan, ayah Keyla, karna Martin memang pemasok dana terbesar di perusahaan yang di pegang oleh Jordan. Setelah selesai memberi tahu kondisi putri bungsu nya tersebut. Martin segera membopong Keyla memasuki mobil. Pak Hendro segera mengemudikan mobil menuju rumah Keyla. Dilihatnya Martin sangat perhatian dengan Keyla bisa di bilang adegan seperti ini sangat langkah bahkan hampir tak pernah terjadi.
1 jam kemudian
Mobil mewah Martin mulai memasuki gerbang rumah keyla dan berhenti persis di depan rumah keyla. terlihat di pintu rumah Sinta dan Jordan sudah menunggu kedatangan Keyla dan Martin. dengan raut wajah khawatir namun Jeni tak terlihat karna ada tugas ke luar kota. Dengan segera Sinta berjalan mendahului Martin dan menuju ke kamar Keyla.
Jangan lupa like. dan komen saya sangat berterimakasih. dan saya akan lebih semangat untuk up date teratur
Tinggalkan pula keritik dan saran, jika kritik dan saran masih dalam batas sopan dan wajar saya akan sangat mengapresiasi
klik profil saya dan follow akun mangatoon saya. serta ikuti karya terbaru saya. sempatkan juga baca novel Khairin yang lain ya. .