
2 Minggu sebelum kejadian tragis itu terjadi!
Seperti biasa Martin duduk dimeja kerjanya dengan setumpuk berkas yang menunggu untuk dia sentuh. Pak Hen keluar dari ruangan kerjanya yang ada disamping kamar pribadi CEO. Pak Hen berjalan mendekati Martin dan segera membungkukkan tubuhnya dihadapan Martin.
Martin menatap Pak Hen menyuruh asistennya itu duduk di kursi kosong yang ada di samping Pak Hen.
"Ada apa asisten Hen?" Tanya Martin sembari menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
"Ada yang saya ingin bicarakan tentang Nona Keyla." Ucap Hen setelah duduk di kursi tersebut. Martin tak menjawab dia hanya menatap Hen saja. Asisten itu tau jika Martin menyuruhnya melanjutkan ucapannya barusan karna Keyla sedang bersama Merlin di luar ruangan CEO sehingga Martin bisa bersikap sesantai itu saat Pak Hen membicarakan istrinya.
"Tuan muda, sebaiknya anda memberitahukan akan kenyataan antar anda dan Jeni. Karna jikalau sampai Nona muda mengetahuinya sendiri maka akan sangat merepotkan untuk membujuknya."
Tentu saja Hen tak bisa membayangkan ekspresi wajah Nona mudanya jika mengetahui hubungan antara kakaknya dan suaminya di masa lalu. Bisa ngambek atau mungkin Keyla akan meninggalkan Martin saat itu juga. Begitu kira-kira arti dari ucapan Pak Hen barusan.
Martin dia beberapa saat dia sedang mencerna kata-kata yang di ucapkan oleh asistennya barusan. Martin menarik tubuhnya dari punggung kursi. "Lalu apa yang harus aku lakukan? Atau aku bilang saja sekarang padanya?"
Dasar tuan muda ini, jika kamu bilang sekarang tentu saja Nona muda akan merasa kaget dan dia akan merasa tertekan setelah mengetahui kenyataan pahit itu.
"Bukan sekarang Tuan muda, tapi kita tunggu saat yang tepat."
"Baiklah kau saja yang atur!"
"Bagaimana jika anda mengajak Nona muda berlibur ke Jepang?"
"Dia sedang hamil, kau ingin membunuh janin yang ada di kandungannya!" Tandas Martin dengan menajamkan alisnya.
Pak Hen takut jika sampai dia salah bicara makan akan repot urusannya.
Emosi Martin memang mudah berubah bahkan lebih cepat dari pada membalikkan telapak tangan.
"Baiklah aku setuju!" Ucap Martin sembari menarik tubuhnya dari kursi. Pak Hen yang mengetahuinya pun segera menarik tubuhnya dari kursi dan dia membungkukkan badannya pada Martin, setelah Martin melewatinya Pak Hen ikut mengekor dibelakangnya keluar dari ruangan CEO.
Mata Martin menyapu seisi ruangan itu dia mencari keberadaan istrinya namun tidak ada juga. Salah satu pegawai yang mengetahui Martin sedang mencari Istri kesayangannya segera menghampiri Martin.
"Nona muda sedang ada di taman belakang ditemani Merlin, Tuan muda." Ucap salah satu pegawai pada Martin.
Martin dan Pak Hen berjalan menuju halaman belakang. Taman yang berada di belakang gedung pencakar langit itu adalah tempat vavorit para pegawai kantor untuk bersantai karna tempatnya yang sejuk dengan banyak bunga bermekaran yang beraroma kan semerbak menambah betah siapa saja yang berada disana.
Martin sudah masuk kedalam Taman Tersebut dia melihat Merlin, Sani dan Keyla sedang bersenda-gurau disana. Bahkan Keyla mengajak beberapa teman SMA nya juga untuk ikut masuk kedalam gedung MK GROUP.
Sejak kapan kantor ku jadi taman bermain!
Martin menatap teman Keyla dengan tatapan sinis.
SAYA BERIKAN EKSTRA PART Y.
BANYAKIN KOMENTAR SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE SELANJUTNYA.
"DI PAKSA MENIKAH CEO 2." SUDAH UPDATE YA SILAHKAN MAMPIR BACA