Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Terpaksa setuju


Dasar Pria tak punya malu, baru kali pertama aku menemukan pria bermuka tembok seperti dirinya! Sifatnya bahkan tak berubah setelah aku maki-maki, Hufff sungguh pria aneh. Gadis itu tak hentinya mengutuk sang Calon Suaminya!


"Pa, Ma! Bisakah kalian meninggalkan ku sebentar bersama Key? Aku ingin bicara berdua dengannya!" Pintu Martin dengan raut wajah terlihat serius. Jordan dan Sinta langsung mengiyakan permintaan pria itu. Sedangkan Keyla masih mematung memandang punggung kedua orangtuanya mulai menjauh dari pandangannya. Jordan dan Sinta sempat menyungingkan senyumannya kepada Keyla sebelum berlalu pergi meninggalkan Keyla berdua bersama Martin, sedangkan Pak Hendro masih berada ditempat tadi melihat majikanya dari kejauhan.


Eh. . Kenap mereka langsung menuruti permintaan Pria tak tau malu ini. Bahkan mereka terlihat mengabaikan ku! Apa yang harus aku lakukan!


Pria yang sedang duduk di sofa itu tak hentinya menatap Keyla yang terlihat masih mematung di posisinya berdiri, Martin mencoba menahan senyumnya karna melihat raut wajah Keyla yang terlihat kebingungan, Gadis itu sudah lelah menangis dan dia menghentikan tangisannya mata Gadis itu terlihat bengkak hingga bola matanya terlihat mengecil.


"Hei. . . Gadis! Sampai kapan kamu akan berdiri di sana? Duduklah ada yang ingin aku bicarakan dengan mu!" Perintah Martin sembari menyandarkan punggungnya di sofa dan menaruh tangannya di perut. Pria itu menatap sang Gadis dengan tatapan matanya yang terlihat dingin, mungkin Pria itu mulai jengkel dengan ulah Calon istrinya yang terus-menerus memaki-maki nya dengan kata-kata kasar.


Memangnya siapa dia! Berani memerintahkan ku, memangnya kalau dia memanggilku aku harus segera menuruti perintahnya, apa dia fikir aku ini pembantunya apa, Dasar Pria tak tau malu, tak tau aturan, apa kamu tidak sadar kamu sedang berada dirumahnya siapa! Ini rumah ku sadarlah dan cepat angkat kaki mu itu dari rumahku ini, kau sungguh menganggu penglihatan ku saja! Melihatmu bisa mengurangi fungsi kerja otak ku.


Gadis itu masih tak bergeming dari posisinya berdiri, sembari mata masih melihat punggung kedua orangtuanya yang mulai tak terlihat lagi. Gadis itu masih diam, tak ada tanda-tanda jika dia akan bergerak dari posisinya berdiri, hingga Martin berteriak untuk yang kedua kalinya.


"Sayang, cepatlah duduk! Atau kamu menunggu aku yang datang untuk mengendong mu." Goda Martin sembari tersenyum devil.


"Ingin sekali aku cekik mati Gadis kecil ini! Dia sungguh melatihku menahan emosi." Gumam Martin dalam hati sembari menajamkan pandangannya.


Keyla tersentak kaget mendengar ucapan Martin barusan, dengan sangat terpaksa Keyla melangkahkan kakinya dengan kasar menuju sofa, setelah tiba di sofa Keyla membanting kasar tubuhnya di atas sofa sembari menekuk wajahnya. Gadis itu lebih memilih menatap lantai rumahnya dari pada menatap pria tampan yang duduk tak jauh darinya. Tangannya terlihat mengepal mengengam erat jari-jari tangannya.


"Apakah ini balasan mu, kepada kedua orangtuamu? Mereka memberikan mu kehidupan yang layak dan menuruti setiap keinginanmu.


Dengarkan aku baik-baik! Jika kamu sampai menolak pernikahan ini. Maka aku tak segan-segan menolak untuk menolong perusahaan Papamu yang sudah diambang pintu kebangkrutan." Ucap Martin sembari berdiri dari posisi duduknya.


melihat Martin yang mulai berdiri Keyla langsung refleks menghentikan langkah Pria itu sembari berkata!


"Tunggu Om! Kenapa kamu lebih memilihku dari pada Kak Jeni? Bukankah kalian seumuran dan bahkan Kak Jeni lebih cocok denganmu!" Tanya Keyla dengan suara bergetar sembari menatap Martin. setelah mendengar ucapan Keyla Martin segera menghentikan langkahnya sembari menatap Gadis malang yang ada di hadapannya.


"Karna aku lebih tertarik denganmu! Apakah jawaban ini cukup meyakinkan mu. Beri aku jawaban sekarang juga!" Ucap Martin sembari menajamkan pandangannya.


Mana mungkin aku percaya playboy seperti mu! Dan bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan masa mudaku dengan Menikahi pria mesum sepertinya!


Namun Keyla terlihat menepis semua pikirannya barusan. Gadis itu mencoba mencerna apa yang dikatakan Martin barusan!


JANGAN LUPA BERI VOTE YANG BANYAK YA☺️☺️


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA AGAR SAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️