
"Lepaskan aku Om!"
"Sudah aku bilang!Pangil aku Kak Martin!"
"Baiklah Kak! Aku sudah bilang Sekarang lepaskan aku!"
"Cium aku dulu!" Ucap Martin dengan menyungingkan senyumannya.
"Tidak mau!" Bantah Keyla dengan menaruh tangannya di perut.
"Bilang saja jika kamu mau berlama-lama dalam pangkuan ku!" Goda Martin.
Seketika Keyla tersadar. jika dirinya masih ada di pangkuan musuhnya itu. Sembari berdecak kesal Keyla menuruti perintah Martin. perlahan Keyla mengarahkan tubuhnya kesamping dan memandang pria tampan yang ada dihadapannya itu! Dilihatnya kulit putih, hidung mancungnya serta bibirnya yang tipis. membuat Keyla kagum. Dengan segera Keyla menepis rasa kagumnya itu, dia segera mengacak-acak rambutnya agar segera tersadar dari lamunan bodohnya itu.
Dengan cepat Keyla mencium bibir Martin, namun ketika Keyla hendak melangkah berdiri. Martin segera kembali mendekap tubuh kurus Istrinya itu. Martin kembali mencium bibir Keyla dengan sangat lembut. Keyla diam dan semakin merapatkan bibirnya, Martin dengan sengaja mengigit keras bibir Keyla agar gadis itu mau membuka mulutnya. Gadis itu mengaku kalah, dan membuka mulutnya. akhirnya mereka berdua berciuman untuk waktu yang cukup lama.
Perlahan Martin mulai melepaskan ciumannya. "Sayang, kamu membalas ciumanku?!" Goda Martin dengan mengusap bibirnya. Martin tersenyum melihat wajah Keyla yang kelihatan jutek akhibat ulahnya.
Gadis itu diam dan mengusap bibirnya yang basah. matanya melirik kearah pintu dan dengan cepat. Keyla segera mengambil langkah panjang dan menuju pintu kamarnya! Setelah pintu itu terbuka, Keyla menolehkan kepalanya menatap Martin, yang masih duduk di ranjangnya. "Aku akan menyuruh Papa mengusir mu dari rumah ini!" Ancam Keyla sembari menjulurkan lidahnya mengejek Martin.
Kasihan sekali Gadis kecil itu, dia bahkan belum mengerti akan arti pernikahan dan sudah harus menjalaninya bersama orang yang tidak dia sukai.
Keyla berlari menuruni tangga rumahnya! dan mencari keberadaan orangtuanya. dilihatnya Jordan dan Sinta sedang sibuk memerintah para pelayan untuk membereskan dekorasi acara pernikahan tadi. Semua orang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, sedangkan Pengantin kecil itu malah sibuk mengusir suaminya! " Pa, Ma!" Pangil Keyla dengan berlari mendekati kedua orang tuanya.
"Sayang, Mama pikir, kamu sudah tidur? Katanya tadi kamu capek!" Tanya Sinta sembari mengusap lembut rambut Keyla yang masih basah. Jordan juga berdiri disampingnya melihat anak bungsunya itu yang kelihatan seperti menahan emosinya.
Dengan wajah berapi-api Keyla mencoba menekan emosinya, "Ma, aku mana mungkin bisa tidur? Jika ada Kak Martin didalam kamarku!" Ucap Keyla polos, karna dirinya merasa sangat terganggu dengan singa lapar yang siap mengoyak tubuhnya kapan saja.
Jordan dan Sinta tersenyum kecil setelah melihat ucapan polos putrinya itu, Jordan dan Sinta mengajak Keyla duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumahnya. Mereka bertiga segera mendudukkan tubuhnya pelan di sofa tersebut. "Sayang, biar mama jelaskan! Mulai malam ini, belajarlah untuk berbagi kamar dengan Kak Martin!" Ucap Sinta sembari menaruh Keyla dalam dekapannya.
Keyla menarik kembali Tubuhnya dengan kasar dari dekapan Mamanya, dengan wajah terlihat shock. Setelah mendengar ucapan Sinta! Bagaimana mungkin orang tua, yang selalu memanjakannya. Kini malah menyuruhnya berbagi kamar dengan pria lain, paling tepatnya suaminya.
"Kenapa aku harus berbagi kamar Pa?!"
"Karna Kak Martin adalah suamimu!" Jawab Jordan sembari mengecup pelan kening anaknya itu.
"Bagaimana mungkin aku bisa lupa! Seperti Mama dan Papa, aku juga harus menghabiskan sisah hidupku bersama dengannya! Tapi jika aku menolak satu kamar dengan Singa lapar itu! Maka besok pagi keluarga ku akan jadi gelandangan! Ya sudahlah terima nasib."