
Terlihat di halaman rumah Keyla terparkir 2 mobil, satu mobil Martin dan satu lagi mobil yang biasa ditumpangi Keyla berangkat ke sekolah, terlihat juga dua supir di dua mobil tersebut namun mobil Martin terlihat jauh lebih mewah dari mobil milik Keyla. Tanpa bertanya Keyla langsung masuk kedalam mobilnya, karna tadi Keyla sempat menelepon Pak Hari menyuruhnya untuk menyiapkan mobil karna dirinya hendak pergi dengan Resni, siapa sangka jika rencana itu gagal dan Keyla malah pergi dengan musuh bebuyutannya!
Martin yang melihat Keyla masuk kedalam mobil milik keluarga Jordan pun seketika mengerutkan keningnya, Hendro yang melihatnya pun hendak menghampiri Keyla dan menyuruhnya pindah ke mobil yang ada di depannya. Ketika Hendro hendak melangkah namun isyarat tangan Martin seketika menghentikan langkahnya dan Hendro terlihat kembali ke posisinya berdiri tadi.
Sembari menyungingkan senyumanya ke pada kedua orang tua Keyla yang berdiri di belakangnya. Martin segera menghampiri Keyla yang hendak menutup pintu mobilnya, tangan Martin dengan cepat menahan mobil tersebut dengan satu tangannya.
"Apa yang kamu lakukan Om?" Cetus Keyla dengan wajah terlihat sangat jutek.
"Keluarlah, dan naik ke mobil yang ada di hadapanmu!" Perintah Martin dengan suara tertahan
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa!" Tanya Keyla dengan menaikkan kedua alisnya seakan menantang keras ucap Martin.
Tanpa berkata Martin mengarahkan wajahnya menghadap Keyla sembari berkata.
"Aku akan mencium, atau mengendong mu dengan paksa!" Ancam Martin dengan menjulurkan lidahnya di telinga Gadis tersebut dengan lembut.
Seketika tubuh Keyla bagaikan tersengat aliran listrik, bahkan jantung gadis tersebut terlihat berdegup semakin kencang! Gadis itu mendorong tubuh Martin dengan kasar hingga kepala Martin sempat menatap pinggiran pintu dengan keras, Pria itu terlihat beberapa kali mengusap perlahan kepalanya dengan tangan. sembari Wajah terlihat meringis kesakitan dengan mengigit bibir bawahnya mencoba menahan rasa sakit di kepalanya. Hendro dan kedua orang tua Keyla pun hendak melangkahkan kakinya secara bersamaan menghampiri Martin. Lagi-lagi tindakan itu di cegah oleh Martin karna Martin tak ingin Keyla dimarahi kedua orangtuanya.
"Rasakan itu, siapa suruh kamu menganggu ku!" Gumam Keyla dalam hati sembari menahan tawanya melihat Martin kesakitan.
Mata Gadis itu terlihat melirik kedua orang tuanya yang berdiri didepan teras rumahnya, yang terlihat tersenyum kecil menatap kearahnya, kedua orang tua itu bisa tersenyum lega melihat sikap perhatian yang di tunjukkan putrinya kepada calon suaminya. Namun yang terjadi sebenarnya ialah.
Keyla malah mengusap kepala Martin dengan kasar hingga Martin semakin meringis kesakitan,
"Hentikan apa yang kamu lakukan! kamu malah membuat rasa sakit ini semakin parah." Ucap Martin dengan suara pelan namun suara itu terdengar penuh penekanan.
Tanpa mengubris ucapan pria itu, Keyla malah semakin kasar mengosok kepala Martin. "Diamlah aku sangat takut jika Kak Martin menderita gegar otak karna benturan tadi!" Cetus Keyla sembari menyungingkan senyuman devil ya.
Akhirnya Martin menemukan cara untuk menghentikan Keyla.
"Jika kamu masih tak menghentikannya. maka aku akan mencium mu di hadapan kedua orangtuamu!" Ancam Martin untuk yang kedua kalinya.
Tak di sangka ucapan Martin barusan sangatlah manjur, Keyla segera menarik balik tangannya dari kepala pria tersebut.
Dengan bibir manyun Keyla melangkah mendekati mobil Martin, Pak Hendro segera membukakan pintu mobil untuk Keyla. Tanpa berterimakasih Keyla langsung masuk kedalam mobil tersebut dan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di kursi penumpang!