
Suasana di pantai Sango sangatlah tenang karna sangat jarang di datangi oleh turis asing! Padahal tempatnya sangatlah indah dan masih alami mungkin karna tempatnya yang lumayan jauh dari pusat kota jadi pantai ini masih belum terlalu dikenal orang.
Kedua sahabat itu berjalan menuju air laut, mereka berdua main lempar air dengan sesekali tertawa terbahak-bahak. Seperti anak kecil mereka saling lempar kata tanpa kenal rasa lelah.
Setelah puas main basah-basahan kedua sahabat itu berjalan menuju pasir kering pantai, mereka duduk berdampingan sembari memakan Snack yang tadi dibawa dari rumah Keyla. Kedua sahabat itu masih asik berbincang-bincang sembari sesekali menyeruput susu coklat yang ada dihadapannya. saat mereka sedang asyik berbincang-bincang suara seorang pria mengagetkan mereka dari arah belakang.
"Key!" Sapa pria itu dari belakang. Resni dan Keyla saling beradu pandang, kemudian mereka membuang mukanya keasal suara tersebut. Dilihatnya Sendi sedang berdiri dibelakang mereka. Mata Keyla terbelalak saat melihat tamu yang tak di undang itu. Keyla tak menyangka jika akan bertemu Sendi di pantai ini.
Bagaimana ini, Kenapa Kak Sendi bisa ada di sini bagaimana pun caranya kak Sendi tidak boleh sampai tau jika aku tinggal di dekat sini. Aku harus tetap merahasiakan pernikahanku darinya. Gumam Keyla dalam hati.
Keyla dan Resni segera berdiri dari posisi duduknya, "Kak Sendi kenapa kau ada disini?" Tanya Keyla sembari mengulurkan tangannya menjabat tangan Sendi. "kak, ini sahabatku Resni!" imbuh Keyla sembari menyenggol lengan Resni pelan, menyuruh sahabatnya itu mengulurkan tangannya pada Sendi.
mengulurkan tangan dengan memasang senyuman manisnya, "Kak, saya Resni Sahabat baik Keyla!"
"Perkenalkan saya Sendi, kakak kandungnya Ferdi, pacarnya Keyla!" Ucap Sendi dengan balik tersenyum pada Resni, namun matanya melirik kearah Keyla.
Wajah Keyla pias seketika saat mendengar Sendi mengucapkan kata "Pacar!" Keyla takut jika sampai suaminya tau! Entah hukuman apa yang akan diberikan suaminya padanya nanti. Sedangkan Resni hanya bisa memaksakan senyumannya karna Resni sebenarnya sudah tau jika Sendi adalah kakaknya Ferdi orang yang dicintai teman baiknya itu.
"Aku dan Ferdi hanya teman baik saja! Tidak lebih dari itu kak," Tegas Keyla. Sendi hanya tersenyum mendengar ucapan Keyla barusan.
"Apakah aku menggangu kalian berdua?" Tanya Sendi sembari bergantian menatap kedua sahabat itu bergantian.
"Tidak kak, mari kita duduk di bawah pohon itu," ucap Keyla sembari berjalan duluan. Resni dan Ferdi mengekor dibelakang ya.
Mereka segera duduk dibawah pohon yang jaraknya tak jauh dari pantai itu, tempatnya sangatlah sejuk dan hangat angin berhembus sepoi-sepoi menambah sejuk suasana disiang yang sangatlah panas itu. Baju Keyla dan Resni yang basah pun perlahan mulai kering karna terkena hembusan angin pantai.
Mereka bertiga berbincang-bincang dengan sangat akrab, tanpa terasa waktu sudah berganti sore hari. Sendi pamit pulang dengan Resni. Karna arah mereka sama jadi Resni pulang diantar oleh Ferdi.
Setelah mobil Ferdi menjauh, Keyla pun segera kembali kerumahnya, dilihatnya mobil suaminya sudah terparkir di garasi rumah tersebut. Keyla segera masuk kedalam rumah dilihatnya Martin sedang bersantai didepan televisi sembari memejamkan matanya.
Keyla jalan berjinjit dan hendak naik keatas anak tangga rumahnya, dia mengira jika Martin tidak mengetahui kedatangannya padahal sang suami hanya pura-pura tertidur.
"Dari mana kamu?" Tanya Martin sembari menarik punggungnya dari sofa dan menatap kearah Keyla.
Sial aku kira dia tadi tidur.
Berbalik arah dan menatap kearah suaminya, "Aku habis Jalan-jalan di pantai bersama Resni Kak!" sahutnya sembari tersenyum kecil.
"Bersihkan dulu tubuhmu, dan kembalilah kesini ada yang mau aku bicarakan!" Tampan menjawab Keyla hanya tersenyum kecil menandakan jika dia setuju dengan ucapan suaminya barusan.
_ _ _ _
Keyla jalan menuruni anak tangga, dia sudah berganti pakaian santai. Key mengarahkan kakinya mendekati suaminya. Martin masih sibuk memainkan laptopnya. Setelah melihat Keyla, Martin segera menutup laptopnya saat Keyla sudah duduk disampingnya.
"Kak apa yang akan kamu bicarakan?"
"Aku akan tugas ke luar kota selama 1 Minggu lamanya! Kamu akan tinggal dirumah sendirian. Aku tidak bisa mengajakmu ikut denganku." Ucap Martin sembari menatap Keyla dengan mimik wajah kelihatan serius.
Jika dilihat dari raut wajahnya Keyla sangatlah terganggu saat mendengar ucapan suaminya itu. Raut wajah yang tadinya ceria kini menjadi suram dan tak ada senyuman diwajahnya, seharusnya Keyla senang jika tidak bertemu dengan Martin tapi perasaannya sekarang berbeda dia malah menunjukkan wajah sedih saat Martin pamit melakukan perjalanan bisnisnya.
suara Martin seketika membuyarkan lamunannya
"Kenapa tidak menjawab," tanya Martin dengan menatap Keyla.
Menaruh tangannya di perut, "Kamu sengaja tidak mengajakku kak! Jangan-jangan kamu pergi bersama wanita lain!" Ucapnya dengan membuang pandanganya.
Eh, tunggu apakah istri Kecilku ini sedang merasa cemburu, apakah dia sudah mulai menyukaiku. gumam Martin dalam hati sembari mengerutkan dahinya
Berbisik telinga Keyla, "Kamu sedang cemburu padaku, sayang?" berbisik lembut sembari lidahnya menelusuri telinga istri kecilnya itu. Keyla segera menjauhkan tubuhnya dari Martin karna merasa risih dengan apa yang suaminya lakukan.
"Aku tidak cemburu!"
"Jangan mencoba berbohong! Aku sudah melihatnya sendiri."
"Pergilah, dan tak usah kembali lagi." Gerutu Keyla dengan bibir mengerucut.
Keyla berdiri kasar dari posisi duduknya dan segera berjalan masuk kedalam kamarnya, dia melompat kasar kedalam ranjangnya dan segera menutup tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan wajah Martin kelihatan merah merona, itu bukan karna marah Martin merasa bahagia melihat ekspresi wajah istrinya yang sedang cemburu tadi. Martin tak menyangka jika Keyla juga mulai menaruh hati padanya.
_ _ _ _
pagi hari seperti biasa setelah bangun tidur Keyla segera memasakkan sarapan pagi untuk suaminya itu, mereka berdua sarapan bersama namun Keyla masih marah pada suaminya dan dia lebih memilih menghabiskan roti bakar yang ada di piringnya itu. Sedangkan Martin terlihat beberapa kali melirik kearah Keyla. Susana dapur pada lagi itu terlihat sangatlah sepi dan suram seperti ada aura gelap yang menutupinya.
"Sayang, apakah kamu marah padaku karna tak bisa mengajakmu?"
"Tidak." Sahutnya singkat sembari berdiri dari posisi duduknya.
Tersenyum kecil sebelum bicara, "Jika aku pulang dari perjalanan bisnis nanti aku akan memasukkan mu ke universitas yang sama dengan Resni." ucap Martin sembari menatap punggung istrinya itu.
Keyla langsung berlari menghampiri suaminya itu dengan wajah berbinar-binar, "Benarkah kak, apa yang kamu ucapkan barusan," Martin hanya membalas kata-kata istrinya dengan tersenyum kecil.
Keyla tidak tau jika Martin pergi keluar kota untuk menemui kakaknya.
SETELAH BACA JANGAN LUPA BERI VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️
SERTA TINGALKAN LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
TINGGAL KRITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊
YANG MAU GABUNG DI GRUP WHATSAPP SILAHKAN TINGALKAN NO PONSELNYA NANTI AKAN SAYA PC.