
Tubuh gadis itu semakin gemetaran dan mulai terlihat butiran kristal bening di pelupuk matanya, dia melangkah mengikuti Martin tanpa perlawanan. Namun sangatlah terlihat jelas jika dia ingin kabur namun tak memiliki kesempatan karna Martin mencengkram lengannya dengan sangat kuat.
Apa yang iblis neraka ini bilang? Dia akan memotong tanganku. Dasar kampret yang terluka kan tanganku, bukan tanganmu! Bagaimana ini dia terlihat sangatlah murka, eh apa ini kenapa dia membawaku menaiki anak tangga? Apakah dia akan mengeksekusi tanganku didalam kamar.
Martin membawa Keyla masuk kedalam kamar dan menyuruhnya duduk di atas ranjang,"Diamlah!"ucap Martin sembari membuka laci kecil di samping ranjang tidurnya. Dia mengambil salep dari dalam laci tersebut dan segera duduk disamping Keyla."Berikan tanganmu!" Ucap Martin dengan wajah datar. Setelah Keyla mengukurkan tangannya pada Martin, dia segera mengoleskan salep tersebut bergantian dikedua tangan Keyla, Martin meniupnya tangan Keyla beberapa kali sembari mengoleskan salep tersebut.
Martin seperti takut menyakiti Keyla hingga dia sangat hati-hati mengobati tangan gadis kecil itu.
.
"Apa yang mau kamu lakukan? Apakah kamu akan memotong tanganku setelah mengobatinya!" Tanya Keyla dengan bibir bergetar. Terlihat air matanya kembali meleleh perlahan bergantian dikedua pipinya, matanya masih terlihat bengkak,
Sungguh polos gadis kecil itu, karna dia selalu percaya apa yang diucapkan Martin tanpa curiga sedikitpun. Keyla menatap Martin dengan pandangan redup. Terlihat dimatanya dia sangatlah merasa ketakutan pada ancaman Martin tadi.
Martin menusuk jidat Keyla dengan jari telunjuknya pelan."Dasar gadis bodoh! Aku tidak hanya akan memotong kedua tanganmu saja, jika kamu berani menyakiti dirimu lagi! Maka aku akan menguliti tubuh kurus mu!" Goda Martin sembari pura-pura menunjukkan wajah dinginnya.
Mata Keyla meloto setelah mendengar ucapan Martin barusan, dia menelan paksa Saliva nya yang terasa getir. Dia segera menarik tangannya dari hadapan Martin sembari berkata,"Kak! Aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi,"Ucapanya terdengar sangatlah bersungguh-sungguh.
Martin menyeka air mata Keyla dengan telapak tangannya bergantian dikedua pipinya. "Ha. . ha. . ha. .!" Pria itu memang tersenyum tapi entah mengapa senyumannya terlihat sangatlah menakutkan hingga membuat, gadis dihadapannya itu merinding seketika.
Keyla menggeser duduknya menjauhi Martin karna takut melihat perubahan sikap Martin yang sangatlah tiba-tiba. "Kak, apakah kamu sedang kerasukan iblis? Kenapa tiba-tiba tertawa mengerikan!" Tanya Keyla dengan polosnya.
Martin terdiam seketika dan semakin menajamkan alisnya, menatap Keyla dengan tatapan membunuh. Keyla semakin ketakutan dan meraih selimut yang dia duduki lalu kemudian menutup seluruh tubuhnya dibawah selimut putih tersebut. "Habislah aku! Kenapa aku harus menikahi orang kurang waras seperti dirinya." Gumam-gumam kecil dari balik selimut.
Martin tersenyum tipis melihat tingkah polos Keyla, dia masih melihat kearah selimut yang bergerak pelan. Sedangkan tubuh Keyla gemetar dari balik selimut tersebut entah apa yang sedang gadis itu pikiran dari bawah sana. Martin berdiri dari posisi duduknya dan segera menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Keyla, Martin segera melempar selimut putih tersebut begitu saja hingga teronggok dilantai,"Heii! Kamu berani bilang aku sedang kerasukan Jin? Apa kamu ingin mati!"ucap Martin dengan berpura-pura mata.
"Bu. . bukan itu maksudku kak!"
"Lalu apa?"
"Ayo ikut aku! Ini sudah tiba waktunya!" Berkata sembari mengulurkan tangannya kehadapan Keyla yang sudah duduk di sisi ranjang.
Apa yang dia bilang? Ini pasti waktu untuk mengeksekusi tanganku! Atau yang lebih parahnya lagi dia akan menguliti tubuh kurus ku ini! Aku harus memohon ampunan padanya. "Kak, aku mohon jangan bunuh aku!" Rengek Keyla sembari duduk dibawah lantai dan memeluk kaki Martin dengan sangatlah erat. Tapi entah kenapa Martin bukannya marah tapi malah terlihat senyuman tipis di bibirnya.
"Berdiri!" Teriak Martin dengan suara lantang. Perlahan Keyla berdiri dari posisi duduknya dan sekarang mereka sudah saling beradu pandang, Tanpa disangka Martin malah mencium bibir Keyla dengan lembut. Sehingga membuat Keyla kaget. Karna takut dibunuh hingga Keyla membiarkan Martin menciumnya tanpa ada perlawanan.
"Angap saja aku sedang dicium gorilla! Biarkan saja dia mencium ku dari pada aku harus mati karna menolak ciumannya."Gumam dalam hati sembari memejamkan matanya.
Martin memeluk tubuh kurus Keyla dan ciuman itu berlangsung cukup lama, Martin terlihat melepaskan ciumannya dan dilihatnya Keyla masih menutup matanya dengan sangat rapat. "Apa kamu sangat suka aku cium? Hingga kamu pasrah begitu saja,"ucap Martin sembari menaruh tangannya di perut.
Dengan perlahan Keyla membuka matanya dan melihat kearah Martin dengan memaksakan senyumannya dan berkata,"Tentu saja aku sangat suka kak Martin cium! Kamu kan suamiku jadi aku harus menuruti keinginan kak Martin mulai sekarang."ucap Keyla dengan tersenyum manis.
Aku bakar kata-kata yang aku ucapkan barusan!
"Ternyata kamu mengerti cara untuk bertahan hidup ya! Tidak sia-sia aku menikahi gadis polos sepertimu." Ucap Martin dengan tersenyum puas.
"Ingin sekali aku racun mulut manisnya itu!" Gumam-gumam kecil disamping Martin.
"Kamu bilang apa barusan?"Tanya Martin dengan menaruh tangannya dipundak Keyla.
"Menghela nafas panjang, kamu tidak hanya kaya, baik, cakep dan tubuhmu juga proposional. Aku sungguh sangatlah beruntung memiliki suami seperti kamu, kak!" Gadis itu berbicara sembari memeluk tubuh Martin dengan manja.
Aku sungguh ingin muntah karna mengucapkan kata-kata menjijikkan itu barusan.
JANGAN LUPA TINGGAL LIKE DAN KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️
BERI KERITIK DAN JUGA SARAN AGAR SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS SOPAN DAN WAJAR MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊