
Setelah mendengar ucapan CEO perusahaan besar itu. Semua orang yang sedang menyaksikan kejadian siang hari itu seketika bisu dan mata mereka melotot seakan tak percaya dengan yang mereka dengan barusan, karna yang mereka ketahui selama ini CEO Martin belum menikah! Pantaslah mereka semua berfikir demikian karna Martin memang menutup rapat pernikahannya dari awak media dan hanya orang-orang terpilih saja yang mengetahui tentang pernikahannya.
Mata Martin menyapu seisi gedung itu dengan sorot mata membunuh, semua orang seketika menundukkan pandangannya tak berani menatap balik Martin sedangkan Pak Hendro yang ada di belakang Roza segera berjalan menghampiri keyla dan segera membungkukkan badannya. "Selamat siang Nona muda, Bagaimana kabar anda?" ucap Pak Hendro sembari menyungingkan senyumannya.
Menjawab dengan wajah datar, "Lihatlah aku sangat bahagia melihat suamiku sering bersama wanita penggoda!" balas Keyla dan diakhiri dengan melirik Martin dengan tatapan tajam. Martin hanya bisa diam dan membalas ucapan istrinya yang sedang merasakan gerah karna mengetahui jika suaminya sering bersama gadis cantik jika sedang berkerja.
Kembali membungkukkan badannya sembari berkata, "Anda harus sabar nona muda." ucap pak Hendro sembari menarik tubuhnya dan berdiri dengan tegap kembali, Pak Hendro berjalan menghampiri Merlin, resepsionis yang tadi mengabaikan istri CEO perusahaan itu.
Apa dia bilang aku harus sabar! Bagaimana mungkin aku bisa sabar melihat suamiku bersama dengan wanita lainnya apa lagi ini adalah mantan kekasihnya. Aku tidak marah sekertaris Hen, tapi aku begitu murka sampai aku ingin menendang Roza keluar dari gedung ini dengan kakiku sendiri. Begitu kira kira arti dari sorot mata Keyla pada Pak Hendro.
Pak Hendro berdiri dibelakang Merlin, Pak Hen menatap Merlin dengan sorot mata yang begitu tajam hingga tubuh Merlin gemetaran seketika terlihat keringat dingin mulai menetes dari keningnya dan jatuh perlahan ke pipinya yang mulai terlihat putih pucat karna menahan rasa takut yang kini menjalar di seluruh tubuhnya. Merlin mulai merasakan lututnya yang mulai lemas dan kini tubuhnya mulai kehilangan keseimbangannya dan Merlin pun jatuh terkulai lemas dilantai sembari menitihkan air mata.
Semua orang duduk masal di lantai mengikuti Merlin. Kecuali Pak Hendro dan Roza, kedua orang itu masih tak bergeming dari posisinya berdiri. Roza di kenal mantan pacar yang paling di sukai oleh Martin namun sejak kedatangan Keyla Martin mulai mengabaikannya. Dan kini Martin dan Roza hanya sebatas mantan pacar saja dan tak lebih Walaupun Roza masih sangat mencintai Martin namun apalah daya karna Martin sudah memilih menyandarkan hatinya pada istri Kecilnya yaitu Keyla! Gedung yang terlihat ramai dan megah itu seakan seperti gedung yang tak berpenghuni bahkan tak ada satu orangpun yang berani membuka mulutnya. Mereka semua duduk di lantai sembari menundukkan pandangannya.
Maafkan kami CEO Martin, kami tidak tau jika anda sudah menikah dan maafkan atas kebodohan kami yang telah mengabaikan Nona muda. Ucap salah satu orang yang ada depan kerumunan besar itu Bahkan wajah mereka terlihat pucat pias dan masih diam tanpa berkata seperti manekin yang dipajang di sudut toko.
"Diam!" Teriak Martin dengan nada suara terdengar lantang. Mendengar teriakkan Martin barusan Merlin meneteskan air matanya karna merasakan ketakutan yang teramat sangat hingga air matanya jatuh begitu derasnya seperti lebatnya air hujan yang membasahi bumi. Karna dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, karna kebodohan yang tak sengaja dia lakukan.
Menepis kasar tangan Martin yang melingkar dipundaknya, " Jangan teriak teriak ditelinga ku! Seperti Tarzan saja." ucap Keyla sembari menggeser posisinya berdiri dan kini Keyla sudah sedikit menjauh dari Martin.
Menatap dengan pandangan lembut, "Maaf sayang! Aku tak bermaksud berteriak di dekat telingamu." sahut Martin sembari mendekati Keyla dan membelai lembut rambut istrinya yang terurai rapi itu.
Apa yang aku dengar barusan! CEO Martin minta maaf dan baru kali pertama aku lihat ada orang yang berani bicara dengan kasar pada CEO. Lebih lagi ini adalah gadis kecil dan sangat terlihat jelas dari sikap dan perilaku CEO jika dia sangat mencintai istrinya. Bahkan sikap dingin dan arogan yang selalu CEO tunjukkan pada kamipun tak terlihat lagi! Sungguh hebat gadis kecil ini dia bisa meluluhkan hati CEO Martin. Begitu kira kira isi hati dari para pegawai Martin.
Menatap kearah Roza, "Dengarkan aku baik baik, Roza! Selama ini aku memberikanmu hak keluar masuk perusahaan bukan karna ku masih mencintaimu tapi karna kita adalah rekan bisnis saja dan tak lebih dari itu." ucap Martin dengan alis hampir menyatuh.
Terlihat kristal bening mulai menetes perlahan dan membasahi pipinya, "Apakah kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi?" sahut Roza yang menginginkan jawaban agar bisa melepaskan Martin dengan mudah. Namun Martin tak menjawabnya dia malah menatap Roza dengan wajah datar.
Roza terkulai lemas dilantai, dia menangis tersedu-sedu sembari sesekali mengusap pelan air matanya yang jatuh bergantian di kedua pipinya. Sangat jelas terlihat rasa sakit yang begitu menusuk di hatinya karna orang yang dia cintai kini telah melupakannya dan sudah hidup bahagia bersama wanita lainnya. Keyla sangat ikut sedih melihat kondisi Roza namun tak dapat di bohongi Keyla juga masih merasa kesal karna melihat sikap Roza yang kecentilan tadi.
Matanya menyapu seisi ruangan itu, "Semua orang jika tidak ingin terkena masalah maka cepatlah minta maaf pada istriku!" Teriak Martin dengan suara lantang. Martin masih bisa memaklumi sikap para pekerjanya pada Keyla, namun tetap saja mereka harus menerima hukumannya karna jika berurusan dengan CEO MK GROUP tidak ada masalah yang akan mudah urusannya.
Nona muda maafkan kami atas kebodohan kami yang tidak mengetahui siapa Anda sebenarnya. Ucap orang-orang bersamaan sembari menundukkan pandangannya.
Bicara sembari menekuk mukanya, "Masih ada yang belum minta maaf padaku! Bahkan dia juga tidak mau berlutut di hadapanku." Ucap Keyla sembari membuang pandangannya.
Martin segera melirik tajam kearah sekretarisnya yang kini berdiri tak jauh darinya, setelah melihat sorot mata tajam Martin, Pak Hendro segera ikut duduk dilantai sembari menundukkan pandangannya. Namun Keyla masih menekuk mukanya hingga membuat Martin kebingungan di buatnya.
"Sayang, apa lagi yang kamu inginkan?"
"Pak Hen tak bersalah! Pak Hen berdirilah," ucap Keyla dengan nada suara pelan namun penuh penekanan. Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh nona mudanya, Oak Hen segera menarik tubuhnya dari posisinya duduk dan membungkukkan badannya dihadapan Keyla, kini Pak Hen sudah berdiri tegak seperti biasanya dan dia juga sudah memasang wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.
"Sayang, tidak ada orang lagi yang tersisa!" Ucap Martin sembari melihat keseluruhan ruangan itu. Semua orang sudah duduk dilantai seperti anak sekolah uang sedang dihukum oleh gurunya.
Menunjuk satu jaringan pada dirinya sendiri, "sayang, apakah aku harus lakukan itu?" tanya Martin yang merasa tak yakin harus melakukan keinginan istrinya itu.
Melirik tajam kearah Martin, "Kenapa! Tidak mau?" tanya Keyla dengan nada bicara terdengar sangatlah judes sembari masih menekuk mukanya.
APAKAH MARTIN AKAN MENURUTI KEINGINAN ISTI KECILNYA!
SELESAI BACA JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️ SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
LIKE DAN KOMENTAR JUGA YA.