Di Paksa Menikahi CEO

Di Paksa Menikahi CEO
Kecemburuan part 1


Dia tetap saja bersikap sombong dan seenaknya sendiri! Ya aku tau kamu tajir melintir, tapi tidak seharusnya kamu sombong kan. Aku penasaran bagaimana sikap semua pegawai mu jika ada disamping mu. Gerutu Keyla sembari mengeraskan pijatan di kepala suaminya.


"Hentikan!" teriak Martin dengan nada suara lantang. Karna Martin mulai merasakan kesakitan dengan pijatan istrinya yang sedang merasa jengkel itu.


"Tidak perlu Teriak Kak, Istrimu ini tidaklah tuli, ehehe." ucap Keyla dengan tersenyum hambar bagaikan masakan yang belum dikasih penyedap rasa.


Martin mulai duduk dari posisi tidurnya, "Besok ikut aku kerja!" ucap Martin dengan wajah serius.


"Aku di rumah saja Kak, tapi lain aku akan datang berkunjung jika bosan di rumah! Aku tidak kuliah tidakpapa yang penting Kakak memenuhi kebutuhan ku." ucap Keyla yang mulai menyerah pada keputusan suaminya itu.


_ _ _ _


6 bulan kemudian.


Setelah 6 bulan semua sudah berubah! Ferdi tak pernah muncul lagi dihadapan Keyla sejak perbincangan terakhir mereka. Resni masih tinggal ditempat yang sama dia masih sering menghubungi Keyla walaupun tidak seperti hari. Resni melanjutkan kuliahnya sedangkan Keyla masih sibuk menjadi ibu rumahtangga. Keyla semakin cantik dan terlihat semakin berisi. Pagi hari seperti biasanya Keyla mengantar suaminya sampai ke halaman rumah, setelah Martin berangkat kerja dengan Pak Hendro, Keyla masuk kembali kedalam rumah. Keyla duduk dipinggir kolam renang sembari mengayunkan kakinya didalam air. Dia masih sibuk membaca buku hingga beberapa jam, Keyla mulai menaruh bukunya dan dia terlihat mulai bosan sudah lama dia tak keluar rumah, Keyla mulai menarik kakinya dari dalam air dan dia berjalan masuk kedalam rumah, lagi lagi Keyla merasakan kesepian dirumah sendirian.


Aku bosan sekali selalu di tingalkan sendiri, apa yang harus kulakukan untuk mengusir kebosanan ini! Keyla tersenyum sembari menaiki anak tangga rumahnya.


Tak lama kemudian Keyla sudah turun dengan mengenakan dress hitam serasi dengan tas jinjing hitam yang sedang dia bawah dan diserasikan dengan sepatu hills hitam juga dan membuat kulit putihnya terlihat bersinar di balut dress hitam yang dia kenakan. Keyla berjalan dengan begitu anggun dan sikapnya yang kekanak-kanakan sudah tak terlihat lagi kini yang terlihat wanita dewasa yang sangat cantik jelita dan mampu meluluhkan setiap mata kaum Adam yang melihatnya.


Keyla berjalan memasuki mobil sport pengeluaran terbaru di bulan itu, mobil warna merah hadiah dari suaminya. Mobil mewah itu perlahan mulai keluar dari halaman rumah Keyla. "Aku akan datang berkunjung kekantor Kak Martin dan mengejutkannya!" Ucap Keyla dengan wajah terlihat bahagia. Karna baru kali pertama Keyla berkunjung kedalam kantor suaminya itu dan Keyla sengaja tak memberi tahu Martin jika dia akan datang untuk berkunjung kekantor suaminya itu.


Wajah Keyla terlihat sangat bahagia karna dia tak bisa membayangkan wajah Martin yang terkejut saat melihatnya datang ke kantor. Karna susah lama Martin mengajaknya untuk menemaninya berkerja namun Keyla selalu menolaknya dengan ribuan alasan, karna merasa bosan Keyla sendiri malah berinisiatif untuk datang kekantor suaminya itu. Keyla sudah tiba didepan halaman kantor MK Group. Kantor yang begitu megah dan kokoh, salah satu gedung pencakar langit yang ada di kota tersebut. Ya itu adalah salah satu perusahaan suaminya dan masih banyak lagi yang lainnya yang tak diketahui oleh Keyla.


Keyla membuka pintu mobilnya dan segera turun dari mobil, kurang 30. menit lagi sudah jam makan siang, Keyla harus buru buru bertemu suaminya karna tadi didalam perjalanan Keyla sempat menelepon Martin dan pria itu bilang jika dia sedang ada meeting jadi tidak akan keluar kantor sampai sore hari. Keyla mulai berjalan memasuki gedung megah dan terlihat sangat kokoh dan mewah gedung yang bercat putih itu terlihat bersih dan rapi tak ada satupun sampah yang terlihat selama diperjalanan masuk kekantor itu. Mata Keyla menyapu seisi ruangan itu dia begitu kagum dan takjub akan kantor milik suaminya itu.


Berjalan menuju meja resepsionis, "Nona, nama saya Keyla Bisakah saja bertemu dengan Kak, eh maksud saya CEO Martin?" ucap Keyla dengan menyungingkan senyumannya.


Membalas senyuman Keyla, "Apakah Nona Keyla sudah membuat janji?" Tanya resepsionis itu yang bernama Merlin.


Menepuk kepalanya pelan, "Dia kan CEO perusahaan ini mana mungkin bisa menemuinya dengan mudah apa lagi tanpa membuat janji lebih dulu." ucap Keyla dalam hati.


" Nona, walaupun kamu cantik dan imut tapi tetap saja kamu tidak bisa masuk begitu saja tanpa membuat janji lebih dulu. Karna begitu banyak wanita yang datang kesini ingin menemui CEO namun kami tak pernah mengijinkannya masuk tanpa membuat janji lebih dulu!" Tegas Merlin pada Keyla dengan menyungingkan senyumannya. Merlin memang tersenyum manis, entah mengapa senyumannya itu terlihat seperti meledek akan ketidak Berhasil Keyla untuk menemui CEO perusahaan besar itu.


Setelah Merlin bicara, datanglah seorang wanita yang sangat cantik dan begitu seksi. Wanita itu terlihat sangat sempurna dan memakai baju yang sangat terbuka, dia berdiri disamping Keyla dan bicara para Merlin dengan nada suara terdengar sangat akrab.


"Merlin, dimana CEO tampanku?" Tanya Roza pada Merlin dengan tersenyum renyah.


Menyungingkan senyumannya, "CEO baru saja selesai meeting dan dia sedang ada dikantornya Nona Roza!" Ucapan Merlin sangat jelas terlihat jika mereka berdua saling kenal.


Keyla menatap kearah Roza sesaat dan kembali menatap kearah Merlin, "Kak Merlin, apakah nona ini tidak perlu membuat janji lebih dulu? Tapi kenapa aku disuruh membuat janji," tanya Keyla pada Merlin, Keyla yang merasa tidak adil dengan tindakan Merlin padannya.


Roza beralih menatap Keyla dengan pandangan sinis, "Hei gadis kecil! Aku adalah mantan kekasih CEO Martin! Dan aku juga teman bisnisnya jadi aku tak perlu minta ijin pada siapapun." ucap Roza pada Keyla dengan begitu sombongnya.


Dek!


Seperti ada sesuatu yang menghantam jantungnya, hingga membuatnya seakan kesulitan bernafas setelah mendengar apa yang Roza ucapkan barusan. Keyla masih menatap wajah Roza yang penuh dengan riasan makeup. Rosa memang cantik dan seksi. Tapi tak secantik dan se'imut Keyla. Namun Roza memiliki tubuh yang seksi dan pasti membuat kaum Adam menelan Saliva nya jika memandang bodynya yang seperti gitar spanyol itu.


Menaruh tangannya diperut, "Kau hanya mantan CEO Martin saja!" Balas Keyla degan nada suara terdengar sangatlah ketus.


"Hahaha! Aku memang hanyalah mantannya! Namun kami akan segera bersama!" Ucap Roza dengan begitu percaya diri. dan semakin membuat Keyla merasa muak dan ingin sekali Keyla mencakar wajah cantik Roza.


"Merlin aku pergi dulu ya! CEO pasti sudah menungguku!" Ucap Roza sembari melirik kearah Keyla dan menarik salah satu senyumannya.


Melambaikan tangannya, "Selamat bersenang senang Nona Roza." Ucap Merlin sembari melirik Keyla dengan tatapan dingin.


Eh apa ini dengan kata bersenang-senang!


SEMAKIN BANYAK VOTE MAKA SAYA AKAN SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️